Blue Love

Blue Love
Blue Moon



" Apa boleh, aku menyukai Wanita orang lain? " gumam Iz'


Jam pulang tiba, Siswa lain telah pulang ke Rumahnya masing-masing. Tetapi, Zuu masih berada di Kelasnya untuk membersihkan Sekolah. Saat, Zuu tengah membersihkan Ruang olahraga. Tiba-tiba Faiz berteriak.


" Zuu awas!! " lantangnya.


Zuu terkejut, ternyata sebuah bungkusam berukuran besar ingin menimpa Zuu, untungnya Faiz datang dan sempat menyelamatkan Zuu. Faiz jatuh kepelukan Zuu. Faiz langsung berdiri dan gugup.


" Euh... Maafkan aku, aku tidak sengaja " tersengeh.


" Tidak, tidak apa-apa. Justru, aku yang seharusnya minta maaf atas kecerobohan-Ku tadi, dan aku sangat berterima kasih padamu. " tersenyum.


Faiz pun membantu Zuu untuk membersihkan Sekolah, mereka berdua tertawa juga bahagia bisa melakukannya bersama-sama. Setelah selesai, Faiz juga Zuu pulang bersama. Zuu mentraktir sebuah cemilan juga minuman. Faiz pun berbicara dengan Zuu ditengah berjalan.


" Mmm... Zuu " memanggil.


" Yah, ada apa? " sahut Zuu.


" Mmm... Kira-kira nanti malam, Kamu punya waktu tidak? Untuk berbicara dengan-Ku, yah sekalian Makan malam bersama. " canggung .


" Mmm... Memangnya ada apa? Kenapa tidak sekarang saja? " tanya Zuu.


" Mmm... Itu..., " gagap.


" Eh... Tunggu-tunggu, Makan malam yah? Iz', mmm... Aku akan datang, pukul berapa? " tanya Zuu dengan bersemangat.


" Pukul 8 malam, bagaimana? " jawabannya.


" Ouh. Tentu saja. Aku akan datang. " jawab Zuu kembali.


Faiz dan Zuu sudah bersepakat untuk pergi malam ini, mereka berdua pun berpisah untuk pergi ke tempatnya masing-masing. Tapi, Zuu menyeleweng untuk pergi ke Rumah Ibunya, untuk mengambil Pakaian Zuu. Setibanya di Rumah, Zuu masuk dengan cara bersembunyi-sembunyi. Dan iapun mengambil Pakaian yang berada di Kamarnya itu. Pow...


Seseorang menepak bahunya Zuu dengan secara perlahan. Saat menengok ke Belakang, ternyata itu adalah Adiknya Zuu yaitu Zeeland.


" Kakak pulang? Kakak sedang apa? " membisik.


" Stts... Ummah mana? " bertanya.


" Ummah..., " jelas Zee.


Omongan Zee terpotong karena mendabak Ibunya Zuu datang dengan memukul Pintu dengan keras.


Blam...,!!


" Kamu!! Anak siapa Kamu?! Kenapa Kamu berdiri disitu?! " bentak Ummah.


" Euh... Tunggu Ummah, Zuu hanya ingin mengambil pakaian Zuu saja, tidak ingin lebih dari itu Ummah. " jelas Zuu.


Ibunya Zuu langsung menarik tangan Zuu dan menyeretnya keluar dari Rumah, dan berteriak dengan lantang.


" Keluar Kamu!! Dasar penzina!! Kamu benar-benar tidak tahu malu, dengan tubuh kamu yang sangat menjijikkan juga Kotor dilumuri dosa, Berani-beraninya Kamu masuk ke Rumah saya!! " teriak.


Karena suara Ibunya yang begitu keras, menimbulkan Warga-warga disekitar berdatangan. Dan di malam hari itu, menjadi sebuah malam perbincangan dan perdebatan yang memanaskan. Ibunya Zuu memerintahkan kepada Warga untuk mengusirnya pergi jauh dari lingkungan Kota ini. Zuu diseret-seret juga di dorong-dorong dengan tidak senonoh oleh para Warga. Zuu terjatuh dan di berdiri kan kembali secara paksa oleh, para Warga.


Zee bertanya-tanya.


" Ummah, kenapa Ummah memperlakukan Kak Zuu seperti binatang, Kak Zuu itu Putri Ummah? Itu pasti akan sangat menyakiti hati Kak Zuu!? " bentak Zee.


" Diam Kamu, ini juga demi kebaikannya Kakak Kamu, biarkan Dia diperlakukan seperti binatang, itu hukuman yang pantas untuk seorang pezina. Pezina itu sama perilakunya seperti binatang. " bentak Ibunya.


Zee mematahkan omongan Ibunya.


" Apa Ummah mempercayai? Bahwa, Kak Zuu memang melakukan itu? " bentak Zee.


" Semua orang bisa berubah, Zuu yang sekarang bukanlah Zuu yang dulu. Ummah melakukan itu agar Dia sadar betapa keji, kotor, dan menjijikkannnya melakukan hal itu. " melotot.


" Ahaha... Ummah benar. Semua orang bisa berubah, dan Ummah yang sekarang pun berubah dengan hanya, bermodal omongan orang yang sama sekali tidak dikenalnya, mengatakan bahwa Putrinya sendiri melakukan hal kotor. Sekarang Zee bertanya kepada Ummah. Apa yang membuat Ummah begitu yakin bahwa Kak Zuu melakukan itu? Jika, Ummah ingin mengetahui Kak Zuu salah atau tidak?Ummah bisa mempertimbangkan persoalan ini. Seberapa lama, Ummah mengenal orang yang menuduh Kak Zuu berzina?! Seberapa lama, Ummah mengenal Kak Zuu sewaktu bersama Ummah dari awal sampai sekarang? Tolong pertimbangan itu Ummah, karena Aku yakin. Hati seorang Ibu tidak bisa membohongi dirinya sendiri. " tersedu-sedu.


Raut dan wajah Ibunya Zuu memerah dan matanya juga ikut berkaca-kaca.


" Tunggu-tunggu... Aku merasa lelah, sungguh... Aku akan pergi dari sini setelah istirahat sejenak. Aku mohon " terengah-engah.


Salah satu Warga pun membentak sambil menendang Zuu dengan mengatakan.


" Lihatlah, Dia sangat pintar sekali berbicara. Tetapi ekpresinya itu sangat buruk. Hey! Kau mau menipu Kami hah!? " bentak


Zuu pun ditarik kembali dan didorong hingga keras sehingga Zuu kehilangan keseimbangan.


Pukk!!


Zuu jatuh kepelukannnya Lee, dengan lantangnya Lee membentak para Warga itu dengan mengatakan.


" Apa yang telah kalian lakukan hah!! Akan Kulaporkan kalian ke pihak yang berwajib, atas pertindakan tidak senonoh, dan main hakim sendiri. Buronan kalian semua!! " bentak.


Dengan terkejut, ternganga. Para Warga pun berlarian karena ketakutan.


Lee bertanya dengan lembut.


" Kau tidak apa-apa? "


Zuu malah semakin memeluk Lee dengan erat. Dl hati Lee berbicara.


" Apakah saat ini, Zuu sedang merasa ketakutan? Tetapi kenapa? Ia malah mengekspresikan dengan tersenyum? Tapi, entah kenapa dengan diriku. Aku merasa hangat saat dipeluk olehnya. Dan perlu kalian tahu, ini adalah pelukan pertamaku dari seorang perempuan. Wah...sangat berkesan. Seperti inikah rasanya. " gumam Lee.


Lee membalas pelukan Zuu. Dengan seketika Zuu tersadar dan melepas pelukannya, hingga Lee terjatuh.


" Apa yang Kau lakukan!! Ah, ada apa dengan diriku " menggetok-getok kepala sendiri.


Lee terkejut dan ternganga. Mereka berdua pun pulang bersama menuju Hotel. Setibanya didepan Pintu Zuu berkata.


" kenapa tidak memesan lagi saja, Ruang Kamar ini sangat sempit untuk ditinggal berdua? " jelas Zuu.


" Jangan bercanda, ini sudah malam. Aku sudah merasa kelelahan, aku ingin segera tidur. " jawab Lee.


Lee langsung masuk ke dalam Kamar, dan membantingkan badannya ke Ranjang, dengan terlentang dan mulai meruyupkan matanya.


" Hey! Apa yang Kau lakukan disitu? Tubuhmu kotor setidaknya mandi sana! " bentak Zuu.


Zuu terus memanggil tapi, tidak ada sahutan dari Lee. Zuu menggoyang-goyangkan kaki Lee.


" Hey! Kau tidak mati kan? "


" Ada apa? Aku ingin tidur. " sahut Lee.


" Bersihkan badanmu " bentak Zuu.


Lee pun bangun dan berdiri di hadapan Zuu dan menatapnya. Zuu menarik rambut Lee.


" Apa yang Kau lihat hah!? Berhenti menatap-Ku seperti itu!! " lantangnya.


Lee pun memegang tangannya agar Zuu berhenti menarik rambutnya. Lee pun terkejut saat melihat tangan Zuu yang dipenuhi luka-luka. Lee pergi keluar. Zuu yang merasa kebingungan tapi, merasa senang. Setelah selesai membersihkan badan, Lee sudah duduk di atas Ranjang, dengan terkejut Zuu berteriak.


" Sedang apa Kau disini!! " lantangnya.


Lee langsung menutup mulutnya Zuu dengan mengatakan.


" Apa Kau tidak bisa memperkecil suaramu itu? Bagaimana, jika nanti kita ditegor kembali oleh penginap Hotel disini hah!? " membisik.


" Lepaskan tanganmu dari mulut-Ku, aku mencium aroma obat ditanganmu. " bisik kembali.


" Ah maafkan aku. Duduk disitu sebentar. "


" Apa maksud-Mu?! " bentak Zuu.


Cerita ini hanya sebuah imajinasi Author semata, tidak bermaksud dalam bentuk apapun. Hanya khayalan hiburan semata. Terima kasih. ♡