
Tiba-tiba Lee datang dan mengatakan.
" Permisi Pak? Apa semuanya sudah selesai? " ujar-Nya tersenyum sumbing.
Mereka berdua pun berdiri dengan bersamaan.
" Oh tentu, dia sangat baik mengerjakan-Nya. " sahut pekerja itu.
" Wah, saya senang sekali mendengarnya. Baiklah, karena semuanya sudah sempurna, aku ambil kembali wanita ini dan mohon maaf bila dia selalu menjengkelkan di setiap waktu disini, tapi apapun itu saya akan sangat berterima kasih karena bapak sudah memberinya peluang untuk melakukan semua ini, terima kasih. Kami permisi. " ujar Lee seraya memegang tangan Zuu sigap pergi.
" Tapi...tapi..., " ujar pekerja itu berusaha menyelang.
Lee tidak mengacuhkan-Nya. Kemudian, mereka berdua pun masuk kembali ke dalam mobil. Lee sesegera-Nya menyalakan mesin untuk pergi. Tapi, Zuu menahan-Nya.
" Tunggu Kak, turunkan aku disini terlebih dahulu. " ujar-Nya.
Ia pun kebingungan akan suruhan Zuu.
" A..ada apa? Kenapa? " tanya Lee.
" Aku ingin mengganti baju, hanya sebentar, baju ini sangat dipenuhi dengan keringat aku tidak nyaman. " sahut Zuu.
" Tidak mengapa? Apa masalahnya? Lagi pula kau tidak bau. " tolak Lee.
" Aku tidak nyaman, kau ini mengerti apa tidak. Bagaimana jika aku suruh kau untuk melepaskan baju sekarang hingga di sepanjang jalan jangan gunakan apapun, apa kau mau? " cekam-Nya.
Lee pun merasa tidak nyaman akan ucapan Zuu.
" Ya..asudah pergi saja, cepat kembali. " sahut Lee, resah.
Kemudian, lama menunggu Zuu pun kembali dengan tampilan rambut digelung, ia terlihat sangat cantik sehingga Lee merasa canggung didekat-Nya. Mereka pun pergi. Ditengah berjalan, siapa sangka ekpresi Zuu masih melamun dengan ternganga.
Lee yang terheran-heran melihat-Nya pun merasa risih, kemudian Zuu tiba-tiba saja mengatakan.
" Luar biasa, sangat sulit dipercaya. " ujar Zuu melongo.
" Hah??? " Lee kebingungan.
Zuu menjelaskan dengan menatap lurus seperti melamun.
" Aku duda dan hanya mempunyai anak 3 saja, jadi apa jawaban-Nya?? Tentu saja jawaban untuk mau tidak menjadi istriku?? Wah dia benar-benar pria pemberani. Tidak di sangka aku langsung dilamar oleh-Nya tanpa harus pikir panjang, uuuh... Manis bukan? " greget Zuu.
Lee yang demikian tidak menyangka ternyata Zuu daritadi melamunkan hal itu.
" Hah?? A...apa kau sungguh berpikir begitu? " tanya Lee terjegil.
" Benar " tersenyum.
" A...apa kau mencintai pria b***** itu?? Sungguh?! " Lee syok juga mencela.
" Hey berhati-hatilah dengan perkataan-Mu, aku suka pria seperti dia, bukan cinta. " sahut Zuu kembali.
" Sekarang aku bisa mengerti kenapa aku begitu sangat tidak menyukaimu. " maki Lee.
" Hah? Oh memang-Nya apa itu? " Zuu menjadi tegang.
" Idiot. Banyak sekali orang yang menganggap-Mu gadis pintar, tapi menurut-Ku mereka semua salah, aaarrggh... Ada apa sebenarnya dengan dunia ini? " cacatnya.
Seketika Zuu ternganga karena terkejut akan ucapan yang dikeluarkan Lee.
" Apa?? Hey Lee su jangan suka memandang rendah orang lain dasar kau ini! Aaarrggh... Berintrospeksi dulu sebelum mengkritik orang lain! Memang-Nya kau ini siapa hah? Bujang talang! Tahu apa kau mengenai-Ku? Sekarang aku juga bisa mengerti kenapa pria seperti-Mu memutuskan untuk menjanda, itu kar..., eh tunggu, maksud-Ku membujang karena memang tidak ada seorang pun wanita yang sudi menyukaimu, oh tunggu, jangankan menyukai mendekati-Mu saja sudah membuat mereka risi, ahh menyedihkan sekali menjadi dirimu, sebenarnya pria seperti apa kau ini hah?? Aku sangat iri dengan istri si pekerja tadi, beruntung sekali mempunyai suami yang baik seperti dia, eksesif bahagianya mempunyai buah hati 3, pria itu sangat subur bahkan usianya lebih muda darimu, seharusnya kau jadikan panutan bukan hujatan! Menjijikkan. " tangkis Zuu.
Lee jelas sekali marah akan perkataan-Nya, dan menoleh ke arah Zuu dengan terjegil-jegil cacatan yang dikeluarkan-Nya.
" Ka...kau ini memang wanita tidak tahu diri!! " cela Lee kembali dengan melotot.
" a..apa aku menabrak seseorang?? " panik Lee melongo.
" Ya, sepertinya begitu. " sahut Zuu demikian sama.
" Cepat turun. " ujar Lee seraya keluar dari mobil dengan tangkas.
Ternyata memang benar, setelah mereka melihat ke depan mobil, sudah terdampar seorang wanita ditimpa motor-Nya, sebab tabrakan tadi membuat barang-barangnya juga ikut terjatuh, dan Lee pun langsung berlari untuk membantu, saat Zuu ingin juga mengangkat motor itu tapi Lee menolak dan malah menyuruhnya mengumpulkan buah yang berserakan di jalanan.
" tidak perlu, sebaiknya kau kumpulkan saja semua buah miliknya itu. Cepat! " gesa Lee seraya mengangkat motor.
Zuu yang tidak menerima pun menolak.
" Tunggu, kenapa harus aku yang melakukan-Nya? " elak-Nya.
Karena ucapan yang dikeluarkan Zuu amat jelas membuat Lee jengkel.
" Apa disaat seperti ini kau juga harus bersikap begitu?? " omelan-Nya dengan mengangkat wanita itu.
" Baiklah-baiklah, aku mengerti. " lesu Zuu.
" Aaarrggh... Ada apa dengan gadis itu? " jengkel Lee.
" Buah keseluruhan seharusnya ada 3.900. " ujar wanita tadi.
Zuu yang tidak mengerti maksudnya pun bertanya.
" Owh... Lalu? " bertanya juga melongo.
" Aaarrggh... Lalu apa maksud-Mu? Tentu saja kau harus kumpulkan semua buah milik-Nya " ujar Lee kesal.
Sontak Zuu terkejut juga mulut terbuka.
" Hah? Hey bagaimana bisa aku melakukannya jangankan mengumpulkan, mengambil buah dengan satu persatu itu sulit, kau tidak memikirkan kondisi tubuhku nantinya, sekarang saja rasa lelah juga sakit selesai bekerja dari sana masih membekas di dalam diriku. Tolong mengerti Kak, mengambil seraya menghitung belum lagi mencari, d..dan jumlahnya itu bukanlah sedikit Kak, apa kau tidak beri aku sedikit saja kemudahan? " keluh-Nya.
" Yang berat akan menjadi ringan jika kau terus lakukan, kenapa hidupmu begitu banyak berkeluh? Aaarrggh... Gadis ini " jengkel Lee seraya berjalan dengan menggendong perempuan tadi.
Lee pun membaringkan-Nya di tepi jalan, sedangkan Zuu sedang menggerutu sambil mengumpulkan buah-buahan milik wanita tadi.
" Aaarrggh...!! Aku benar-benar geram akan sifat-Nya itu, hal ini sangat mustahil untuk bisa diselesaikan!!? setidaknya bantu..., " gerutunya terhenti.
" Aku juga sedang membantu-Mu, kau tidak melihat dia terluka? " teriak Lee.
Zuu hanya menoleh sejenak ke arah-Nya, dan melanjutkan kembali mengumpulkan buah.
Ditengah mengerjakan Zuu sudah merasa kelelahan juga kesakitan.
" Aw... ahh pinggang-Ku! ahh lengan ini rasanya juga ingin lepas dari tubuh-Ku, kenapa dia bisa setega ini? buah ini baru hitungan ke 60 tapi rasanya seperti ingin mati, bagaimana caranya untuk mencapai akhir? Aaarrggh...!! " keluh kesah Zuu.
Disaat berkeluh-Nya Zuu ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Lee dengan wanita itu.
" Aku benar-benar minta maaf Kak karena kecerobohan kami kau menjadi korban seperti ini. " ujar Lee seraya mengobati.
Wanita itu pun menyahut dengan tersenyum.
" Tentu saja tidak mengapa, mungkin ini sudah menjadi nasib-Ku, oh tunggu, jangan memanggilku Kakak seperti-Nya usiamu lebih tua dari aku. " ujar-Nya.
" Memang-Nya usiamu berapa?? " tanya Lee.
" Aku tahun ini 25 , lalu kamu? " tanya perempuan itu.
" Oh, haha... Benarkah?? ah aku kira kau lebih tua dariku. 39 ditahun sekarang. " sahut Lee seraya tersengeh.
Zuu yang melihat juga mendengar merasa risih akan obrolan mereka.
" Pertanyaan konyol apa itu?? bertanya seperti sedang berkenalan saja, umur berapa? oh aku kira nyinyi!! Dasar pria genit tidak tahu diri!!! Aaarrggh...!! " celoteh-Nya dengan geram.