Blue Love

Blue Love
Mencekam



" Wah... seperti-Nya karena wajah cantik kamu tamu saya berdatangan kemari, bahkan ada yang bukan biasa makan disini jadi ikut juga. Ini untung dadakan, terima kasih... Tidak perlu dikhawatirkan minuman yang tadi, ini semua sudah tergantikan. Sekali lagi terima kasih banyak. " ujar Ibu warung itu.


Zuu kebingungan dengan apa yang dibicarakan Ibu itu tapi, mau bagaimanapun itu. Jika, makanan gratis datang secara tiba-tiba sangatlah jangan kita tolak. Iapun melanjutkan makannya. Salah satu Pria itu bertanya.


" Halo... Eumm... Asal kamu darimana?? " sapa Pria itu dengan tersenyum.


" Asal aku dari tanah. " sigap Zuu menyahut sambil makan.


" Wah haha, euh... Apakah kamu blasteran? " tanya Pria itu kembali.


" Ah... Benar, aku blasteran. Hidung mancung ini aku mendapatkan-Nya dari Indonesia, sedangkan mata kecil juga kaki panjang ini aku mendapatkan-Nya dari Jepang, dan aku mendapatkan bibir seksi ini dari Korea, yang paling aku sukai dari tubuhku ini adalah kekuatan yang besar, aku memiliki-Nya karena blasteran dari Amerika, Texas. " sahut Zuu sambil berbenah selesai makan.


Sontak semua Pria yang sedang mendengarkan pun tercengang bengang dengan pembicaraan Zuu.


" Wah sangat luar biasa. Pantas saja, kau itu terlihat sangat sempurna ternyata, dirimu itu menyatu dari berbagai negara. " puji Pria itu.


" Tentu saja, kau ingin melihat kekuatan besar-Ku? " tanya Zuu.


" Aku menginginkan-Nya... " sahut Pria itu.


Zuu pun mendekati Pria itu dan memutarkan tangannya, dan dengan secara langsung tangan Zuu melayang ke wajah pria itu. Bang!!


" Aduh... " merintih kesakitan.


Zuu pun pergi dari tempat itu dan berjalan menuju pulang ke Hotel. Ditengah berjalan ia melihat ada sebuah Tempat Makan.


" Wah... Nasi Goreng, sudah lama sekali aku tidak memakannya. Tapi, sangat aneh bukan? Ada tempat makan dijalanan yang tidak terlalu ramai begini, siapa yang akan membelinya nanti? " ujar-Nya.


" eh... Ada juga ternyata yang membeli. Aku tidak melihat orang itu karena saking tergoda-Nya melihat Nasi Goreng. Seperti-Nya bukan hanya aku saja yang melihat disini. " gumam Zuu.


Ia pun berlari dan istirahat sejenak, dan memesan.


" Ibu, Nasi Goreng dadakan-Nya satu. Eumm aku ingin menambahkan cabai rawit-Nya 3 buah. " ujar-Nya.


Ibu itu hanya berdiam saja. Tapi, Zuu tak menghiraukan sahutan-Nya, ia mengira itu bukan masalah dan Zuu pun menunggu pesanannya. Lama menunggu, pesanan Zuu belum kunjung datang, ia merasa terheran-heran melihat pengunjung yang masih anteng berdiam sambil makan.


" itu makan atau bagaimana?? Kenapa ia daritadi posisi-Nya tetap seperti itu, makan-Nya ditutupi oleh rambut, apakah dia baik-baik saja? " gumam Zuu.


" euh... Halo. Bagaimana makanan-Nya? Apakah makanan disini lezat? " tanya Zuu.


Tidak ada sahutan dari Wanita itu. Zuu memutuskan untuk berdiri dan menghampiri-Nya, saat mendekati, wanita itu berbalik ke arah Zuu dengan sangat terkejut Zuu berteriak.


" ehh... Wajahmu kenapa dihiasi darah begitu? " lantangnya Zuu.


Ia meneliti wajah wanita tersebut dan sepertinya Zuu mengenali-Nya.


" eunoia?? Kau? " Zuu melotot karena kebingungan juga panik.


Saat Zuu melihat ke arah ibu itu, ternyata dari tadi yang ia sedang lakukan adalah memotong sebuah tangan manusia.


" wa...wa... Wah... Apa itu?? Dia... Dia lagi? " terkejut.


Sontak Zuu merasa mual dan muntah secara langsung. Tanpa pikir panjang Zuu langsung merangkul tangan Eunoia dan menggendong-Nya pergi dari tempat itu.


" Mau dibawa kemana pelanggan-Ku?? Kembalikan dia padaku! " ujar Ibu Warung itu dengan nada serak dan seram.


" Apa ini? Kenapa dia terus mengganggu-Ku?? Hari ini dia melakukan-Nya dengan secara gila. Bahkan dia juga mengganggu teman-Ku. " gumam Zuu dengan terengah-engah.


Tiba-tiba...,


" Dia adalah pelanggan-Ku kembalikan ke tempat semula! " teriak Ibu itu.


Ia mendabak muncul diatas kepala Zuu, dengan sigap Zuu lari kembali. Ia berteriak kepada Ibu itu.


" Dia ini adalah teman-Ku... Jangan ganggu dia!! " sahut Zuu dengan terengah-engah.


Dengan sekuat tenaga Zuu mempertahankan Eunoia, Ibu itu terus saja mengejar dan mengejar Zuu tanpa henti. Zuu semakin takut dan juga panik tak terkendali. Tiba-tiba, jeger!!


" Ya ampun bagaimana ini?? Kita menabraknya " seru orang di dalam Mobil itu.


Orang yang berada di dalam Mobil itu terkejut ketika melihat seorang Ibu yang dilumuri darah dengan membawa sebuah senjata tajam ditangannya, juga membawa sepotong lengan yang mengerikan berlari ke arah Mobil mereka.


" a...apa itu?? Kak itu mengerikan!! Ayo cepat pergi dari sini!! " gesa-Nya dengan panik juga takut.


" Lalu bagaimana dengan orang yang kita tabrak tadi?? " sahut-Nya dengan bimbang.


" Hey Kak! Bagaimana jika itu hanya modus si hantu itu saja, bagaimana kalau itu adalah guna-guna, maksud-Ku barang yang seharusnya kita tidak pegang. Cepat jalan!! Dia semakin mendekat. " gesa-Nya sambil menepak-nepak bahu dengan panik.


Tiba-tiba bleg!! Zuu tersadar dan menggebrak depan Mobil mereka. Sontak mereka terkejut melihat-Nya yang wajahnya dihiasi darah yang berceceran.


" Wah!!! Cepat jalan!! " lantangnya.


" Tunggu! Zuu!!! " ujar-Nya.


Siapa sangka ternyata mereka itu adalah Lee dan Amerta yang demikian sedang berjalan untuk pulang. Sesegera Zuu berjalan dan membuka pintu Mobil untuk masuk.


" Cepat jalan Kak!! Tabrak saja!! " gesa Amerta.


Lee pun langsung menabrak dan pergi dengan kecepatan penuh. Mereka bertiga pun menghela nafas karena lega, Lee begitupun juga Amerta terkejut juga sulit mempercayai apa yang telah terjadi dengan mereka tadi.


" Zuu! Ada apa ini?? Kenapa kau bisa dikejar-kejar oleh-Nya?? Apa yang telah kau perbuat sehingga ia marah? " ujar Amerta.


" Aku tidak melakukan apapun, sungguh. Aku tidak tahu kenapa dia mengganggu-Ku. " sahut Zuu dengan terengah-engah.


Saat Amerta menoleh ke arah belakang sontak terkejut karena melihat darah yang berceceran di wajahnya Zuu.


" Mana mungkin ia..., " terhenti.


" ya ampun!! Zuu kau tidak apa-apa?? Kak Lee bagaimana ini? " Amerta panik.


Seketika itu juga membuat Lee terkejut juga panik.


" Aku baik-baik saja, tenang saja. " sahut Zuu dengan lesu.


" Bagaimana kau bisa mengatakan kau tak apa-apa hah!! Darah-Mu terus keluar, aku akan segera membawa-Mu secepatnya ke Rumah Sakit. " tegas Lee dengan tegang.


" TIDAK!! Jangan! Jangan ke Rumah Sakit justru, itu sangat membahayakan kita semua. Hari juga sudah malam. Bawa saja kita pulang, untuk malam ini Amerta tidur bersama kami. " selang Zuu dengan mendesah.


" Hah?? " Lee dan Amerta kebingungan.