Blue Love

Blue Love
Kompetisi



Lee menatap wajah Zuu, dengan bergumam.


" akankah dia meninggalkan-Ku? " gumamnya.


Tiba-tiba, terdengar suara dengan mengatakan.


" Waktu yang sangat kita tunggu-tunggu akhirnya, telah tiba. Mari kita mulai acara kompetisi tari seni modern ini. Huhh... " seru MC di dalam Ruangan.


" Wah... Akan dimulai ini. " Lee panik.


Ia memikirkan cara untuk membangunkan Zuu, kemudian ia tersenyum nakal. Lee menutupi hidup Zuu dengan jari tangan-Nya. Zuu tersengal-sengal, kesulitan untuk bernafas.


" Emm... " sengal Zuu.


Zuu pun langsung menarik rambut-Nya Lee.


" Aduhh!! Lepas lepas. " rintih Lee.


" Kau ini kenapa sih hah!! Begitu dendam-Nya kah dirimu pada-Ku?? " bentak Zuu.


" Kompetisi-Nya Zuu... Mereka sudah memulai-Nya. " sahut Lee sambil mengelus-elus kepala-Nya.


Sontak Zuu terkejut.


" Hah?? Mereka sudah pergi lebih dulu?? Kenapa tidak ada yang membangunkan-Ku? Kenapa aku ditinggal seperti ini. " dongkol-Nya dengan lesu.


" Hey hey... Aku sudah berusaha menyadarkan-Mu. Tapi, kau sangat sulit untuk dibangunkan kembali. Hah... Entah apa yang telah kau telan sehingga, mabuk tak sadarkan diri begitu. " dongkol Lee dengan menghela nafas.


Seketika Zuu langsung melihat ke arah Lee dengan sorotan yang tajam.


" Hey... Ini semua itu juga karena-Mu. Aku mabuk melek dari semalam hanya untuk menunggu kedatangan-Mu saja. Jika, bukan karena persyaratan konyol ini. Siapa yang akan mau berbuat hal ini. " cela-Nya.


" Wah... Apa dari semalam Zuu menunggu kedatangan Lee suha? " Lee tercengang bengang.


" Tentu saja. Ayo cepat! Kita harus segera masuk sekarang. " gesa Zuu sambil menarik tangan Lee.


Mereka berdua berjalan menuju tempat tersebut dengan saling bergandengan tangan. Lee tercengang bengang dengan perilaku Zuu.


" Zuu menggandeng tangan-Ku lebih dulu? Dan ia memegang-Nya dengan begitu erat? Apa ini... Apa ini? " gumam Lee.


Zuu pun ikut berkumpul dengan teman yang lainnya. Lee di perintahkan oleh salah satu Staf disana untuk berpisah sementara dari Zuu.


" Mohon maaf. Apa Anda juga mengikuti kompetisi ini? " tanya Staf itu.


" Ah tidak tidak. Tapi, saya ikut mendukung untuk-Nya. " sahut Lee dengan menunjuk ke arah Zuu.


" Meski begitu jika, Anda merasa sebagai pendukung dari salah satu tim terkait. Mohon untuk keluar dan memberikan kekuatan di depan Panggung saja. Terima Kasih. " teguran Staf itu.


" Maafkan saya. Terima kasih banyak. " sahut Lee.


" Zuu... Dia benar-benar idamanku, mmm... Aku tak akan pernah melepaskan helaian bunga indah yang sudah jatuh dipelukan-Ku... " greget Amerta sambil merangkul lengan Zuu.


" Benar-benar, dia sangat cocok dengan-Mu. " sahut Zuu dengan tersenyum.


Zuu menukar topik.


" oh ya. Amerta, aku tadi bertemu dengan Arun di Sekolah sebelum kita berangkat. Ku-kira dia juga akan ikut kemari tapi, nyatanya tidak ada. Sayangnya aku tidak sempat bertanya apa-apa karena ia dipanggil oleh Guru.


" Mmm... Aku juga tahu. Kedatangan-Nya kemari itu mungkin, Guru itu memerlukan bantuan Arun. Hari ini akan menjadi hari libur bagi Arun, selama ini ia sangat bekerja keras menjadi OSIS di Sekolah. Aku tak masalah, itu balasan yang pantas untuk-Nya. Yang lain juga mendapatkan cuti, lalu kenapa Arun tidak. " sahut Amerta.


" Mmm... Kau benar. Aku sangat salut dengan suara-Nya, kenapa ia tidak ikut bergabung? bukankah selama ini dia juga ikut berlatih bersama kita, lalu untuk apa usaha-Nya selama ini?? " Zuu bertanya-tanya.


" Bukan berarti usaha-Nya selama ini akan sia-sia bukan? Mungkin, dia mempunyai rencana yang lain atau bisa itu menjadi pengalaman yang bagus untuk-Nya. Berpikir positif saja " sahut Amerta kembali.


" Aku sangat gugup. Ini sangat berbeda perasaan ketika berlatih dengan disini. " gundah Zuu.


" Haha... Ekspresi-Mu sangat lucu. " ujar Amerta sambil menepak-nepak pipi Zuu.


Dan tiba pada waktunya Grup dari Sekolah Zuu dipanggil. Mereka pun tampil dengan sangat baik sehingga, mampu membuat para Juri dan penonton sebagian berdiri. Mereka sangat terharu dengan seruan pendukung dan yang lainnya. Kembali ke belakang Panggung, mereka istirahat dengan meminum air masing-masing. MC itu pun memanggil Grup dari Sekolah yang lainnya. Sontak itu membuat Zuu terkejut saat tengah minum langsung melotot.


" Mari kita panggil dari Sekolah yang lainnya, SMA Mawar Biru. Wuw... Huhu... " seru-Nya.


" Mawar Biru?? Tak mungkin mereka. " gumam Zuu.


Ia pun langsung melihat dari sisi lain Panggung dan ternyata itu memang benar. Mereka adalah teman-teman Zuu yang tidak lain adalah Aminah juga Megan dari salah satunya, yang menjadi pemimpin di Grup itu adalah Sunny. Ini sangat menggelegarkan, ia tidak menyangka bahwa, mereka akan menjadi saingan tersulit bagi Sekolah Zuu. Koreografi dari Sekolah Zuu terdahulu memang populer dengan seni tari yang baik dan bagus. Salah satu dari temannya merasa gundah dengan penampilan dari Sekolah SMA Mawar Biru.


" Hah... Lihatlah cara mereka menari, itu sangat bagus dan rapih. Tarian mereka juga dihiasi judul dan musik yang sesuai dengan tarian-Nya, disaat reff mereka semua terpukau dan langsung berdiri. Sedangkan, kita diberi tepukan saat selesai menari. Apakah ini akan menjadi saingan yang panas? " ujar-Nya.


" Tentu saja. Bagaimana mereka tidak mungkin sebagus itu, mereka berlatih setiap hari dan selalu dihadiri dan diperhatikan oleh pelatih, setiap mereka hapal dari gerakan terdahulu pelatih itu selalu dengan cepat memberikan kembali pelajaran yang baru. Mereka di latih dengan sangat tegas dan berbuahlah manis seperti itu. Sedangkan, Sekolah kita hanya berlatih seminggu sekali, pelatih kita juga jarang memperhatikan kita. " Zuu menjelaskan.


Perkataan Zuu sontak membuat semua terkejut juga keheranan.


" Hey... Bagaimana kau tahu tentang mereka?? Dan sangat parah kau membandingkan Sekolah kita dengan mereka?? " cela salah satu teman Zuu.


" Euh... Tunggu, aku mengetahui itu karena membaca artikel mereka, bahkan di internet mereka juga populer dengan koreografi tari-Nya, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui itu semua. Dan soal membandingkan bukan maksud-Ku begitu, sungguh... Jadikan ini sebagai pelajaran saja bahwa, usaha tidak akan menghianati hasil seperti itu maksud-Ku. " elak Zuu dengan gagap.


Untung-Nya ada salah satu dari mereka yang mengetahui tentang Sekolah itu.


" Benar, itu memang benar. Aku juga membaca artikel-Nya, mereka mempromosikan di internet dan banyak sekali yang bertanya-tanya untuk meminati Sekolah itu. Dan pada akhirnya banyak juga yang bersekolah disana. " ujar-Nya.


" Benarkan? " Zuu tersengih karena rasa lega.


Dari semua cerita ini hanya fiktif Author saja hihi 🙊🙏😌


...❣️❣️ᏝᎾᏉᎬ ᎽᎾᏬ ᎯᏝᏝ ❣️❣️...