Blue Love

Blue Love
Baku hantam



" Akh!!! Akh!!! Lepaskan! " rintihnya.


Siapa sangka Lee tidak mau kalah dari Zuu dan malah melawannya juga dengan cara yang sama. Alhasil mereka berdua malah saling menjambak. Semakin lama bertengkar semakin terdengar jelas suara percekcokan mereka, dan pada akhirnya,


" Blam!... " suara pintu di pukul keras.


Saat Zuu juga Lee menoleh ke arah tersebut sigap terkejut juga panik, karena ada orang yang masuk ke ruangan mereka dengan cara kasar lalu mengatakan.


" Hey kalian berdua! Sebaiknya pergi dari rumah sakit ini!! Tidak memiliki otak atau bagaimana? Kalian berniat ingin membunuh semua pasien disini hah!!? Jaga perilaku kalian!! " tegur ajarnya membentak.


Seketika Lee dan Zuu terdiam lekas meminta maaf kepada orang tersebut.


" Kami minta maaf. " ucapnya menundukkan kepala.


Kemudian ia pun pergi keluar dari ruangan sembari berkata.


" Kakak dengan adik sama saja! Tidak tahu malu. " sindirnya.


Alhasil mereka menghentikan peperangan tersebut. Kemudian, Lee dan Zuu malah saling menatap dengan bengis juga sinis.


" Grrr!!! Aku marah. " dongkol Zuu sambil menggeblakan kepala ke depan di atas ranjang Lee.


" menyedihkan sekali kehidupan-Ku ini! Hiks... Hiks... " rintihnya lebay.


Lee yang menyaksikan pun merasa risih. Lama waktu berselang, rasa jemu Zuu pun mulai menghantui dirinya. Lee angkat bicara.


" Kau tidak ingin tidur Zuu? " canggung.


Ia tak menyahut pertanyaan dari Lee dan hanya menoleh ke arah matanya sejenang dengan penuh kejemuan. Karena tidak ada tanggapan dari Zuu jelas membuatnya marah.


" hey aku sedang bertanya padamu!! Apa kau tidak mendengar? " dongkolnya.


Zuu menyahut.


" Bagiku tidak ada yang perlu aku jawabkan. "


" Wah ha... Kau memang buruk, dasar tunarungu!!! " cacatnya.


" Apa!!? Dasar kau bajingan!! " makinya kembali sembari langsung menghantam Lee.


Zuu malah menyerangnya dengan cara menjambak rambut Lee, ia pun jelas sekali tidak ingin kalah dari Zuu juga menangkis serangannya.


" Akh!!! Lepaskan!! Kau pikir aku takut dengan-Mu hah!! Dasar kau!!! " ujar Lee merintih kesakitan.


" Akh!!! Jangan menarik rambut dibagian sana!! Akh dasar kau Lee su!! " sahutnya juga Zuu merintih kesakitan.


Lama berkelahi, itu malah semakin membuat tubuh Lee panas dan malah bersemangat untuk menyerang Zuu, alhasil Lee hilang kendali sehingga membuat Zuu terpental dan menabrak seorang perawat yang terlihat baru saja tiba di ruangan tersebut.


" Bruk... " suara menabrak.


Siapa sangka yang lebih mengejutkan bagi mereka semua bukanlah hal tabrakan itu, tetapi makanan juga minuman yang dibawa si perawat malah jatuh pas di wajah seorang dokter yang datang bersama perawat tersebut. Keruan sekali ia murka.


" Apa yang tengah kalian lakukan? " tanyanya lembut.


" Euu... Kami minta maaf dokter, sungguh ini... Ini... " Zuu kaku lidah.


" Shush! Mohon maaf sebelumnya, sebaiknya anda cepat keluar dari ruangan. Bagaimana bisa gadis seperti anda terlalu suka menghabiskan waktu di tempat yang seharusnya tidak di layakkan bagi mereka. Pada intinya, waktu untuk menjenguk sudah lama habis mengapa anda begitu betah tinggal disini, cepatlah segera pulang keluarga pasti sudah menunggu dari tadi bukan? " kritik-Nya merentan hati.


" Benarkah?? Lalu bagaimana bisa aku meninggalkan pria ini dokter, siapa nanti yang akan menjaganya. " elaknya.


" Ini Rumah Sakit, apakah kami akan membayar para tamu atas jasa pengawasan mereka disini? Lalu gunanya perawat itu untuk apa? " tangkisnya.


" Maksudku... Apakah salah satu keluarganya tidak bisa tetap diperbolehkan diam disini? " ujar Zuu kembali.


" Hah? " kejutanya.


Tiba-tiba,


" Dokter dokter!!! Tolong dokter!!! " hura-haranya.


Mendabak saja salah satu tamu di rumah sakit datang dengan rusuh, panik sembari mengatakan.


" tolong dokter, adik saja kejang-kejang tak keruan!! Sebelumnya ia juga mengatakan sesak napas, dari mulutnya juga keluar busa dokter!! Tolong!! " resahnya.


Dengan sigap dokter pun langsung menuju ruangan pasien tersebut. Perawat terlihat masih berdiam disana dan mengatakan.


" Sebaiknya kamu segera pulang saja, wakilkan dia oleh anggota keluarga yang lebih pasti dari kamu. " ujarnya mengkritik.


" Suster!!! Suster cepat kemari. " teriak dokter itu.


Perawat itu pun lekas berlari menuju keberadaan dokter tersebut.


" Haruskah aku pergi sekarang? " bingungnya.


" Bukankah kau itu sangat tidak menyukai keberadaan-Nya rumah sakit, lalu... Mengapa kau bisa tetap disini? Sulit untuk aku percaya. " ujarnya


Zuu terdiam, kemudian menyahut-Nya.


" Aku tidak mengira kau malah bertanya begitu. Sejujurnya, aku mulai menyadari bahwa yang bersalah itu adalah orang penjahat bukan rumah sakit. "


Lee tepekur akan perkataan Zuu baru saja.


" aku pulang lebih dahulu. " ucapnya sembari beranjak pergi.


" Tunggu! Biar aku saja yang menjelaskan kepada orang di rumah sakit ini, sangatlah mustahil untuk kau harus pergi dari sini. " selangnya.


Zuu menolak.


" Tidak perlu, aku akan dengan cepat kembali kesini di siang hari, jangan khawatirkan apapun. " sahutnya.


" Bagaimana bisa kau malah berkata begitu! Jelas ini sudah lewat tengah malam! Apa yang akan kau lakukan ditengah perjalanan nanti menuju rumah, tidak apa-apa ada seseorang mengawasi-Mu! Kendaraan mana yang masih bisa berjalan di waktu begini?? Mereka juga manusia bukan siluman! " tangkisnya.


" Memangnya siluman tetap berjaga?? " tanyanya.


" Malah bertanya! Sudah lupakan saja, jangan pernah kamu dengarkan ucapan orang-orang di rumah sakit ini mengerti!? " tegasnya.


" Iya, baiklah! Tentu aku mengerti. " sahutnya kembali.


Zuu dengan sigap pergi keluar dengan terkejut Lee menahan kembali.


" He!! Kau mau kemana?? Kenapa malah keluar?! " bingungnya.


" Bukankah tadi baru saja kau mengatakan jangan dengarkan ucapan orang-orang di rumah sakit ini?? Kau ini bagaimana?? Aku jadi bingung. " kesalnya.


" Idiot!! " cacatnya.


" He!! Kenapa kau malah mengata-ngataiku!? " ujar Zuu murka.


Lee menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa geramnya kepada kepada Zuu.


" Yasudah pergi saja sana! Tanpa ada restu dariku juga kau akan tetap pergi, jika perlu tak usah kembali lagi kemari mengerti! " bentaknya.


" Betulkah?? " kejutnya membeliak.


Zuu terdiam sejenak, kemudian berjalan menghampiri Lee dan duduk kembali di kursinya.


" Kenapa kau malah duduk? Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi?! " sindirnya.


" Bukan begitu, aku hanya merasa tidak yakin saja dengan apa yang kau katakan baru saja. " sahutnya.


Sontak itu membuatnya berdesah dan geram kepada Zuu.


" Wah haha... Wah haha...!!! Sulit dipercaya kau malah mengatakan aku adalah seorang manusia munafik. Ha... " gelakaknya kesal.


" Eh? " bingung.


Tanpa pikir panjang Lee langsung mengusir Zuu dengan menggunakan kakinya.


" Sudah kau pergi saja dari sini!! " berangnya.


Zuu menangkis untuk tetap bertahan ditempatnya.


" Apa maksudmu!! Aku juga sudah mengatakan bahwa tidak meyakini dengan ucapan-Mu. " ujarnya sembari menahan kaki Lee.


Terlihat mereka malah saling baku hantam dan menahan, Lee semakin menjadi dengan terus bersikeras penuh tenaga mendorong tubuh Zuu agar pergi, sedangkan Zuu membelot, menangkis menggunakan tangannya agar tetap berdiam disana.


" Aku sudah menyuruhmu pergi jadi pergilah!!! " bentaknya berkeringat.


" Tidak!! Aku tidak mau!!! Aku tidak ingin mati sekarang!!! " sahut Zuu terengah-engah.


" Hiyaaaa!!! " teriak Lee.


" Blam...!! " memukul.


" Aaarrggh...!!! " rintihnya kesakitan.


" Bruk!! " terjatuh.


Alhasil Zuu pun kalah dan jatuh dari kursinya.