
Seketika saja terdengar suara seseorang dengan berkata seperti ini.
" Jika kalian hanya ingin membuat para pasien kehilangan nyawa mereka, lebih baik kalian matilah terlebih dahulu " tegur ajar tamu yang baru tiba itu.
Sigap Zuu dan Lee menoleh, kemudian tak lama orang itu mengoceh Zuu lekas berdiri, Lee berkata.
" Dia membuat kerusuhan di ruangan ini Pak! Grrr padahal aku sudah menyuruhnya pergi dari sini tapi dia sangat berkepala batu. Menjengkelkan sekali. " celetuk Lee.
Merasa tidak menerima sorotan dari Lee, jelas membuat Zuu marah.
" Hey Lee su!!! Kau benar-benar penjahat, kau memang sangat buruk dalam menangkap pribahasa!! Aku sudah berniat baik untukmu tetapi kau berbuat jahat seperti ini padaku?? " lantangnya.
" Menyedihkan... " pilu tamu.
" sudahlah biarkan saja dia memelihara sifat buruknya itu, lagi pula di jaman sekarang perbuatan baik sangatlah tidak dipandang oleh seorang manusia busuk, tenanglah adik perempuan. " ucap kembali tamu itu.
Keruan Lee terkejut langsung.
" Ada apa dengannya? Cepat sekali dia membelot? " gunyamnya.
Tiba-tiba,
" Blam!... " suara memukul.
Sekonyong-konyong saja datang seorang sekuriti dan mengatakan.
" Hey gadis ini!! Sudah berapa kali diingatkan oleh orang, meski manusia berpangkat apapun apakah dia akan terus berdiri sana dan menyangkal aturan dan perintah hah!! " bentaknya dengan berangnya.
" suaramu terdengar dimana-mana!! Kau ingin ditawan oleh orang hah!! Gadis gila!! " tegasnya mencaci.
Tanpa pikir panjang, seorang keamanan itu pun langsung mengusir Zuu dengan cara menyeretnya keluar dari ruangan tersebut, Lee tentu senyum girang atas kepergian Zuu, kemudian tamu mencelanya.
" Jika aku berada di posisi wanita itu, akan aku pastikan kakak-Ku tidak bisa mencium aroma air lagi. " sindirnya.
Lee terdiam sejenang karena berpikir kebingungan, tak lama Lee bertanya.
" Kenapa harus merepotkan diri seperti itu? Dengan alasan apa aku tertarik mencium air? dan juga, memangnya ada air yang mengeluarkan wangi? "
" Lalu air yang bercampur dengan tinja itu kau sebut apa?? Haha.... " gelakaknya.
Lee seketika terdiam dengan menatap tajam ke arah tamu itu.
" Apakah dia betul-betul pergi? " gunyamnya gundah.
Cerita beralih ke Zuu yang tengah ditarik-tarik oleh sekuriti tadi. Zuu meronta-ronta.
" Lepaskan!!! Lepaskan!! " bentaknya.
Keamanan pun langsung terhenti, kemudian Zuu berkata.
" aku akan keluar dengan sendirinya " ujarnya perlahan.
" Bagaimana bisa kau melakukan itu hah?? Jika aku tidak bertindak seperti ini, kau berkata apa tadi? Keluar dengan sendirinya??? Hey, memang benar kau bisa keluar dengan dirimu sendiri, tetapi entah apa lagi yang akan dilakukan gadis ini nantinya. Dengar hey!! Jika aku percaya lagi padamu, bisa saja aku dan keluarga-Ku mati kelaparan karena perbuatan-Mu, sebaiknya cepat pergi dari sini?? Kau itu masih anak SMA, belajarlah dengan giat juga baik! agar nantinya kau bisa menjadi seorang yang berguna bagi manusia mengerti! " tegurannya.
" Aaarrggh... Berhenti mengoceh!! Suasana hatiku sedang buruk!! Lihatlah orang-orang memperhatikan kita! Kau ini memang tidak tahu malu! Aku sangat tidak mengerti, mengapa kau begitu mengurusi hidup seseorang. " tangkis Zuu kesal.
" Apa!!? " kejutnya.
Tanpa pikir panjang Zuu pun beranjak pergi sembari meninggalkan kata ini.
" Dan juga... Untuk membunuh seseorang itu bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh siapapun, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum mencekam manusia, mengerti?! " ujarnya kembali berdesah.
" Aaarrggh...!! Anak ini! Siapa yang membiarkannya masuk begitu saja kemari? " merentan hati.
" eh tunggu, bukankah aku sendiri yang mengizinkan dia masuk, Aaarrggh... Tadi itu aku pasti sudah kehilangan akal!! Akh... Yang benar saja. " sadarnya, kesal.
" Benarkah ini??? Grrr!! Dasar Lee penodong!! Kemana aku harus pergi sekarang?? Bagaimana bisa aku berjalan di tengah pagi seperti ini?? " dongkolnya kebingungan.
Kemudian pandangan Zuu teralihkan ke sudut ruangan luar rumah sakit, dan memutuskan untuk tetap berada disana dengan pemikirannya sendiri.
" tunggu, baiklah! Kita akan lihat apa yang akan terjadi pada esok hari, semoga semuanya berpihak padaku. " ucapnya sembari beranjak duduk.
Alhasil Zuu tidur dengan waktu yang tersisa di luar rumah sakit meski, hujan deras sedikit menganggunya. Siapa sangka keputusan dirinya membuat sekujur tubuh Zuu di penuhi bekas gigitan nyamuk sepanjang waktu hingga pagi tiba, bukan hanya itu, Zuu juga terus-menerus merasa kedinginan, tetapi ia mampu lelap tidur dl keadaan begitu. Pagi tiba, sekonyong-konyong saja seseorang datang menghampiri Zuu dan berkata,
" Gadis ini benar-benar!! " murka.
" Pow!... Pow!... Pow!... " memukul kepala Zuu menggunakan tonfa.
Zuu pun akhirnya tersadar, kemudian sekuriti tersebut mengatakan kembali.
" Perempuan ini! Hey kau!! Telinga-Mu masih berfungsi bukan?? Aku sudah mengatakan padamu untuk pergi tadi malam! Tidak tahu malu!! Sudah di keluarkan dengan rasa tidak hormat masih mempunyai wajah untuk diperlihatkan hah!!? " celanya.
Zuu hanya terdiam, menatap malas kepada satpam tersebut.
" hey! Aku masih berharap telingamu masih dapat digunakan, tapi mengapa kau... " ocehnya diselang.
" Shush! Apakah pagi telah tiba? Berarti untuk hari ini aku belum mendapatkan jatah menengok pasien yang bernama Lee bukan? Akan aku lunasi sekarang. " ujarnya.
Sigap Zuu pergi berlari dan menghampiri Lee dengan perasaan marah. Satpam itu pun coba untuk menghentikan tindakannya Zuu.
" Hey kau mau kemana!! Hey!! Perempuan gila!! " cacatnya berteriak.
Zuu tidak menghiraukan ocehan dari seorang keamanan tersebut, dan tetap bersikeras berjalan menuju ruangan Lee tanpa henti dengan tatapan bengis seperti ingin menelan seseorang. Lalu,
" Brak... " menabrak pintu ruangan Lee dengan keras.
Tangkasnya Zuu langsung memegang leher Lee karena rasa berangnya meledak-ledak, ia keruan sekali terkejut juga getar ketakutan dan berusaha menenangkan Zuu.
" T...t...tunggu, ada apa ini? Hey Zuu!! Apa yang kau lakukan hah?! " kaku lidah membentak.
kemudian Zuu menyahut sembari masih memegang lehernya Lee.
" Kenapa kau tidak berlanjut saja tetap tidur hah!! " geramnya.
Seketika ia pun murka.
" Hah?? Hey Lee Zuu! Apa yang baru saja kau katakan hah!!! Perbaiki bicaramu!! Aku ini adalah seorang suamimu! " bentaknya resah.
" Suami mana yang senang hati membiarkan istrinya tidur di luar dengan keadaan lemah tak berdaya hah!! Kau tidak tahu semalam tadi itu hujan!? Kau tidak sedikit saja terpikir dengan diriku?? Padahal aku masih berharap seseorang menjemput-Ku untuk masuk kembali ke ruangan-Mu bukan ke alam lain!!! Karena aku yakin bahwa kau pasti masih mempunyai hati nurani, tapi sepertinya aku salah telah membiarkanmu tetap hidup di alam ini, akan aku lakukan sekarang!! " berangnya mencekik.
" T...t...tunggu, aku sama sekali tidak seperti itu sungguh! " elaknya panik.
Mendadak,
" Klontang... " suara benda aluminium jatuh.
Sontak Lee dan Zuu langsung menengok ke sumber bunyi tersebut. Mereka dibingungkan dengan tiba-tiba saja kehadirannya seorang perawat yang tengah membawa obat di atas benda itu jatuh mendabak seketika, juga satpam yang tadi mengikutinya tengah ternganga sembari mata membeliak di belakang Zuu. Tak lama kemudian,
" Gedebug!... " suara jatuh.
Sekuriti dan perawat itu mendadak jatuh pingsan.
" Eh... " terkejut, panik.
Sigap Zuu berlari menghampiri mereka.
" Eh, ada apa ini?? Mengapa kalian malah pingsan??? Hey Lee su!!! Apa yang harus kita lakukan?? Kenapa mereka ini?? " panik, kebingungan.