
Ketika Lee melihat ke balik tembok itu, siapa sangka ternyata dugaan-Nya benar, mereka bertiga mempunyai niat jahat terhadap Zuu, Lee melihat mereka berjalan kesana-kemari seperti sedang mencari seseorang, karena suara Zuu tadi begitu keras sehingga, menghasilkan petunjuk untuk mereka.
" Kalian mendengar-Nya?? Itu suara wanita itu. Seperti-Nya dari arah balik tembok itu. " ujar salah satu penjahat itu dengan menunjuk.
Lee menarik tangan Zuu kembali dengan bergesa-gesa, dan beranjak pindah dari sana ke tempat yang berada di sebelah-Nya. Saat para penjahat itu melihat ke balik tembok itu ternyata tidak ada siapa-siapa. Mereka benar-benar diguncangi kebingungan dan saling menyalahkan satu sama lain.
" aaarrggh...!! Ini semua karena-Mu, sudah aku katakan langsung saja nyalakan mesinnya dan pergi. Aku yakin, dia juga tidak akan bisa keluar kembali. " gerutu-Nya.
" Apa maksud-Mu kau menyalakan aku hah??! Jika aku nyalakan kembali maka dia akan curiga kita hanya berpura-pura, seharusnya dia yang disalahkan! " elak-Nya dan menunjuk ke yang satunya.
" Apa maksud-Mu?? Kenapa aku disalahkan?? " elak-Nya juga dengan kebingungan.
" Tentu ini semua karena-Mu, seharusnya kau yang mengambil peralatan itu bukan dia, aaarrggh... Kita benar-benar kehilangan wanita secantik dia. " dongkol-Nya dengan berdesah.
Mereka bertiga pun memutuskan pergi dari tempat itu. Zuu yang dari tadi dibungkam olehnya langsung memukul perut Lee dengan keras sekali Blam!... Sehingga, menimbulkan Lee kesakitan seraya melepaskan bungkaman-Nya. Zuu yang demikian bisa bernapas kembali terengah-engah menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan lega. Lee meloncat-loncat karena kesakitan.
" Aaarrggh... Apa yang kau lakukan hah?! " teriak Lee dengan menahan sakit.
Zuu yang demikian juga kesal dengan perlakuan-Nya Lee justru berbalik bertanya.
" Aku yang seharusnya mengatakan itu, apa yang telah kau lakukan hah?! Kau ini memang berniat membunuh-Ku atau bagaimana?? Aku hampir saja kehilangan napas karena-Mu! " tanya Zuu dengan jengkel.
Lee mendekati Zuu dan bertanya dengan mendongak-dongakan kepala-Nya ke arah wajah Zuu karena saking dongkol-Nya Lee.
" Apa lagi sekarang hah?? Siapa yang berniat membunuh-Mu hah?? Aku atau kau?? Aku atau kau?! Jantung-Ku juga hampir berhenti karena pukulan-Mu!! Dasar sakit j***!! " geram-Nya.
" Hah? Hey aku yang seharusnya mengatakan itu!! Kau ini manusia atau bukan!? Dimana rasa berperikemanusiaan-Mu?? Apa kau tidak melihat aku sedang menolong seseorang yang membutuhkan tenaga-Ku, dan kau tanpa diundang dengan senang hati menarik tangan ditengah tanggung jawab-Ku, kau ini memang benar-benar menjijikkan!! Pria seperti apa kau ini?? " cela Zuu dengan menggerutu.
Lee yang mendengar tanggapan dari Zuu pun langsung jengkel sekali. Ia terbeliak karena saking terkejut juga tidak percaya-Nya Zuu mengatakan itu.
" Kau!! Hey apa mereka bertiga itu di matamu benar-benar merasa susah hati dan sedih? Ampun!! Wah kau ini sungguh wanita dewasa atau bukan? Apa kau masih anak kecil? Hey! Apa kau tidak bisa membedakan mana orang yang benar-benar berada dalam kesulitan atau penjahat? " cela-Nya dengan terheran-heran.
Zuu menyahut kembali dengan membalikkan celaan-Nya Lee.
" Tentu saja aku bisa membedakannya, sangat mudah sekali bagiku, ketika aku melihat mereka disana sangat terasa sekali kesedihan dan ketulusan hati mereka pada-Ku, bahkan aku sempat berpikir, mereka ini manusia atau bukan? Kenapa hati mereka begitu sangat baik, dan berbeda ketika aku melihat dirimu, itu jelas sekali dimata, dibenak hati-Ku bahwa kau memang orang jahat, bahkan benak kepala-Ku sempat berpikir seperti ini, kau ini manusia atau siluman. Kenapa kejahatan-Mu melebihi seorang penjahat, Aaarrggh...!! Itu benar-benar hampir membuat-Ku tidak waras. Kau itu layaknya menjadi serigala berbulu domba. " cela-Nya dengan menggigil ketakutan.
Amarah Lee semakin tingkat tinggi, ia berusaha berdesah mengatur berang-Nya. Zuu semakin mengoceh, dan Lee menyelang.
" aku tidak percaya dengan dirimu yang sekarang, kau..., " ocehan-Nya.
" Aku yang sekarang itu karena-Mu!!! Dasar wanita je****!! " cela-Nya dengan berteriak.
Seketika Zuu terdiam dengan menganga, ia berusaha berdesah karena ucapan Lee.
" Huh... Huh... Kau mengatakan aku apa?? " tanya Zuu berdesah.
Zuu semakin berdesah.
" ada apa? Kau marah?? Aaarrggh...!! Terserah kau saja, jika memang kau menganggap mereka itu baik, yasudah kembali kepada mereka, sana kejar, pergi saja sesuka hati-Mu aku sama sekali tidak memperdulikan apapun tentang-Mu, hampiri mereka bertiga. " gerutu Lee seraya mendorong-dorong Zuu.
Zuu pun berjalan dengan menoleh sejenak ke belakang untuk mengatakan,
" Kenapa tidak lakukan ini dari tadi? Aaarrggh...!! Dasar kau!! " ujar Zuu dengan kesal.
Ternyata Zuu memang benar-benar berjalan untuk menyusul para penjahat itu, Lee yang tidak mempercayai tindakan Zuu pun merasa jengkel, kemudian ia pun berlari dan menarik rambut Zuu dari belakang sehingga Zuu berjalan dengan keadaan membelakangi Lee.
" hey!! Apa yang kau lakukan hah!!? Jangan menarik rambut-Ku dibagian belakang!! Hey Lee su!!! " teriak-Nya dengan merintih kesakitan.
Lee tidak menghiraukan ocehan ataupun rintihan yang dikeluarkan Zuu. Hingga sampai di depan mobil, saat Lee ingin membuka pintu mobil tiba-tiba kaki Zuu tidak sengaja terbelingut sehingga Zuu terhenti dan hampir jatuh. Tapi Lee tidak ikut berhenti saat kaki Zuu terpelecok, ia hanya fokus jalan ke depan, kejadian itupun menimbulkan rambut Zuu semakin tertarik kencang, tanpa diduga tangan Zuu dengan sendirinya melayang dan memukul keras wajah Lee, ia pun merasa terkejut tindakan-Nya itu tanpa direncanakan, kemudian mengatakan.
" aku tidak sengaja melakukannya, tangan-Ku bergerak sendiri karena ada salah satu dari rambut-Ku ditarik kencang sehingga itulah yang terjadi. " ujar Zuu dengan rusuh hati.
Saat Lee membalikkan kepalanya, Zuu lebih dikejutkan kembali karena melihat darah yang keluar dari dalam hidung Lee, ia berkata dengan gagap.
" hidung, hidung..., hidung..., " Zuu bergemetar karena syok.
Kemudian Lee memegang hidung-Nya, dan ternyata memang benar di dalam hidup-Nya keluar darah. Zuu panik juga gelisah.
" t...tunggu, seperti-Nya aku masih menyimpan sebuah tisu wajah, ah ini dia. Aku akan membersihkan-Nya. " ujar Zuu dengan beresah-resah.
Tapi Lee menyingkirkan tangan juga niat Zuu untuk membantu-Nya, Zuu terkejut.
" ada apa? Kau tenang saja, aku akan sedikit mengobati-Mu. " ujar-Nya dengan panik juga kesal.
Lee membentak.
" Diam!! " lantang-Nya.
Sontak Zuu terdiam karena teriakannya.
" masuk. " ujar-Nya dengan berdesah.
" Hah?? " Zuu kebingungan dengan menganga.
" Masuk ke dalam mobil cepat!! " gesa-Nya dengan berteriak.
" Baik-baik, baiklah aku masuk. " gagap-Nya dengan takut.