Blue Love

Blue Love
Zuu... Zuu...



Malam tiba kembali dan telepon Lee berdering menunjukkan alarm jam sudah malam. Lee terbangun karena-Nya dan melihat ponsel.


Seketika Lee terkejut juga terjegil.


" aku tidak menyadari malam sudah tiba, ini sudah pukul 22:14, apa Zuu sudah datang? " tanya Lee tegang.


Ia pun naik ke atas kembali dan mencari Zuu dari berbagai arah, tapi pada kenyataannya Zuu belum pulang, Lee berpikir bahwa, sudah terjadi sesuatu yang menimpa-Nya.


" tunggu, apa Zuu ditangkap oleh mereka? Mungkin saja Zuu keluar pagi buta tadi untuk membelikan-Ku sarapan, ia juga melakukan itu kemarin di Hotel, ahh dia ini sangat ceroboh!! Bagaimana bisa dia melakukan hal itu demi aku?! " gerutu Lee dengan kesal juga panik.


Ia pun mengambil jaket dengan masker serta topi untuk melindungi dirinya agar tidak diketahui oleh siapapun. Lee bergegas pergi keluar untuk mencari. Lee mendatangi Hotel itu kembali dan mencari Zuu dengan mengendap-endap. Tapi Lee tidak melihat ataupun mendengar percekcokan di dalam Hotel juga luar, ia merasa kebingungan dan bertanya-tanya dimana keberadaan Zuu. Lee berpikir kembali bahwa Zuu pergi ke Rumah Ibu-Nya.


" oh benar, apakah Zuu pergi ke Rumah Ummah-Nya? Tapi, itu sedikit tidak yakin, bukankah? Hubungan mereka sedang tidak sehat? " gumam Lee.


Pada akhirnya pun Lee berangkat menuju Rumah Ibu-Nya Zuu. Tapi, saat Lee sampai disana, ia melihat Zeeland masuk ke dalam, kemudian Lee membuntuti dari belakang dan melihat-lihat di balik jendela, ia melihat Zeeland sedang duduk di sebuah sofa, Lee melihat-Nya terbangun dari kursi itu karena merasa terkejut juga terheran-heran melihat ke atas meja. Kemudian Zeeland seperti mengambil sesuatu dari atas meja itu. Penglihatan-Nya, ia seperti memegang sebuah cincin didalam kotak. Tiba-tiba, Ibu-Nya Zuu datang.


" Adik... " panggil-Nya.


Kemudian mereka berdua saling terkejut dan bertanya-tanya.


" Apa ini sepasang cincin? Untuk apa?? Ini terlihat seperti cincin pernikahan pada umumnya untuk dipakai? Aku merasa ini bukan cincin Ummah. " tanya Zeeland dengan kebingungan.


Ibunya Zuu pun langsung mengelak dan menyahut dengan gagu.


" Itu cincin..., cincin itu " gaga Ibu-Nya.


Zeeland menyelang.


" Oh. Apakah ini untuk Kak Zuu juga suaminya?? " tanya Zeeland kembali.


Ibunya Zuu langsung mengambil cincin itu dari tangan Zee dan membawa-Nya keluar, kemudian ia pun melempar dengan jauh. Zeeland sangatlah terkejut juga marah dengan tindakan Ibunya.


" maksud Ummah apa itu?? Kenapa dibuang?? Itu untuk Kakak bukan?? Ada apa Ummah?? " tanya Zee kembali dengan kecewa.


" Itu benar, cincin itu memang untuk Zuu. Jika saja dia tidak melakukan hal itu. Ummah menyimpan-Nya selama ini untuk pernikahan Kakak-Mu. Di waktu Ummah masih muda, cincin itu adalah perhiasan pertama yang membuat Ummah jatuh cinta kepada-Nya, sehingga Ummah berharap sekali Abun kalian memberikan itu, tapi kenyataannya tidak. Pada akhirnya pun Ummah bersikeras untuk membelinya, saat Ummah membawa cincin itu pulang, Abun kalian sangat murka kepada Ummah, ia berpikir Ummah pulang terlambat karena berselingkuh dengan Pria lain, ditambah keyakinan-Nya itu, Ummah mengenakan sebuah cincin di jari ini. Malam itu sangat mengerikan sekali bagi Ummah, Abun kalian terus menganiaya tanpa henti, cincin itu dilempar keluar oleh-Nya, Ummah pun berlari dan mencari cincin itu. Saat itu hujan sangat deras sekali, ketika Ummah menemukan-Nya pun langsung berlari kembali untuk masuk ke dalam Rumah, tapi sayangnya Abun mengunci Pintu itu hingga pagi. Ummah terpaksa tidur diluar, dan menunggu kedatangan Abun kalian. Itu benar-benar kenangan yang buruk juga mengerikan bagi Ummah. Aku akan sangat jijik jika cincin itu dikenakan oleh pria yang menodai Zuu, ibu lebih baik kehilangan cincin itu. " sahut Ibu-Nya dengan teresak-esak.


" Maafkan aku, maafkan aku... Apa kau tidak apa-apa? " tanya Lee dengan panik.


Tiba-tiba, seseorang dari belakang memukul leher Lee dengan sangat keras, sehingga Lee merasakan sakit yang tak biasa. Blam!!!


" Aaaaaaah!... Sakit aaaaaaah!... Sakit!!! " Lee merintih kesakitan.


Orang itu pun langsung memeriksa dari berbagai kantung saku Lee, ia menyuruh temannya yang berpura-pura tertabrak tadi untuk segera menyalakan mobil Lee. Orang itu benar-benar merasa keheranan karena tak ada satupun uang menyelip di kantung saku-Nya Lee.


" Kau ini aneh! Memiliki mobil tapi, tak memiliki uang sepeserpun, huh... Bangkrut! " cela orang itu.


Saat ia meraba dibagian kantung celana, orang itu pun merasa ada sesuatu di dalam-Nya, dan ternyata itu adalah sebuah kotak cincin milik Ibu-Nya Zuu tadi.


" hahaha... Ternyata ada, biar aku menebak-Nya... Ini hasil curian bukan? hahaha... Kacau sekali kau ini, tukang mencuri dicuri hahaha... Eh bukan-bukan, tukang mencuri dibegal itu baru benar hahaha... " gelakak nya.


Saat penjahat itu ingin membuka pintu-Nya, tiba-tiba Lee bangun dan sigap menarik kerah baju orang itu dari belakang, sehingga orang itu tergeblak ke belakang. Ia pun berdiri kembali dan melawan Lee. Perkelahian seri, saat Lee memukul dibagian wajahnya, kotak cincin itu jatuh ke tanah dan segeralah diambil oleh-Nya. Penjahat itu pun merasa tidak menerima kekalahan-Nya, ia berdiri kembali dan memukul Lee habis-habisan. Lee hanya terdiam dengan memeluk kotak cincin itu dengan terlentang. Kemudian, Lee merasa tidak tahan dan berteriak minta tolong dengan keras juga sekuat tenaga.


" Tolong!! Tolong " lantang-Nya.


Akhirnya pun 2 orang warga datang dan ikut berteriak, dan berdatanganlah para warga dengan langsung berlari ke arah orang jahat itu untuk menyelamatkan Lee. Mere berdua pun akhirnya pergi dengan menggunakan mobil milik Lee. Warga pun menolong Lee dan memberdirikan-Nya.


" Kamu tidak apa-apa? " tanya salah satu warga.


" Tidak Pak, terima kasih banyak atas bantuannya, saya sangat berterima kasih. " sahut Lee dengan lesu.


Para warga itu merasa sangat khawatir dengan kondisi-Nya, mereka menawarkan untuk Lee segera ditangani dokter, karena banyaknya goreskan juga darah yang keluar di berbagai celah tubuh Lee, tapi Lee menolak bantuan dari warga.


" tidak usah Pak, saya baik-baik saja. Terima kasih banyak, dan saya harus bergegas kembali untuk mencari istri saya. " sahut Lee kembali.


" Bagaimana cara kamu pulang hah? Bagaimana jika peristiwa seperti tadi terjadi kembali? Kami akan melaporkan mereka ke kantor polisi, mobil kamu juga telah dirampas oleh mereka. " ujar warga itu kembali.


Lee tetap bersikeras menolak bantuan dari para warga. Dan memutuskan untuk berjalan kaki untuk mencari Zuu.