Blue Love

Blue Love
Kehormatan-Ku masih terjaga



Min-ah bertanya saat tengah makan di Kantin bersama.


" Apa yang mereka lakukan terhadapmu Zuu? "


" Ah... Dia hanya menyuruhku untuk menjauh dari temannya. " sahut Zuu.


" Benarkah itu? Ahh Dia ini memang tidak tahu m..., (terpotong) " ujar Megan.


" Stts... Hanya orang bermulut besarlah yang selalu merendahkan orang lain. " jelas Min-ah.


" Berbicara denganmu, memang tidak seru " sahut Megan Kembali.


" Hey Zuu, bukankah semalam Kau mengatakan, bahwa akan datang ke Rumahku, lama sekali ditunggu tidak kunjung datang. Apa Kau lupa? " tanya Min-ah.


Zuu tersadar bahwa Dia memang lupa soal itu.


" Ah Kau benar. Haha... Aku sungguh minta maaf karena lupa soal itu. Mungkin malam ini aku akan datang, mungkin! " tersengeh.


Zuu juga Min-ah langsung menatap ke arah Megan.


" Ah, aku ingin sekali ikut bergabung. Tapi, sangat disayangkan malam ini, aku ada kencan dengan pacarku " tersengeh.


" Jika, memang tidak bisa. Tak usah memberi jawaban. " sahut Min-ah.


" Aku sangat minta maaf "


Min-ah pun memperingati Zuu, untuk membawa Novel yang semalam Dia janjikan. Zuu seketika terbengang. Ia bingung, apakah Zuu harus kembali ke Rumah Ibunya atau tidak. Gumam Zuu.


" Tenang saja aku akan membawanya " sahut Zuu.


Megan bertanya-tanya soal Lee kepada Zuu.


" Oh ya, sekarang ini Kau tinggal bersama Keluarganya Alee, atau tinggal di Rumah Ibumu? "


" Ah benar, aku ingin menanyakan itu tadi. Tapi, apakah Ummahmu sudah mengetahui soal ini Zuu" tanya Min-ah.


" Soal itu, pada malam kejadian itu juga, aku dengan Tuan itu tinggal di Hotel. " jawab Zuu.


" Hotel!! Wah... Sangat luar biasa, setelah menikah pada malam itu juga Dia mengajakmu, langsung berbulan madu kah? " celetuk Megan.


Min-ah terkejut dan langsung menatap tajam Ke arah wajah Megan. Begitupun Zuu langsung tersedak mendengar ucapan Megan dan berkata.


" Apa maksud-Mu, aku dengannya itu sama sekali tidak menikmati dan menerima pernikahan ini. Lagi pula, aku dengan Tuan itu tidak berseranjang. Aku masih menjaga kehormatan-Ku sebagai seorang Pelajar. " jawab Zuu.


Seketika Min-ah juga Megan terkejut dan ternganga.


" Oh aku bisa mengerti tapi, apakah Dia memperlakukanmu dengan baik? " tanya Min-ah.


" Iya... Tuan itu memperlakukan-Ku dengan baik, dan terkadang juga, Dia membuat-Ku tertawa. Hanya saja, aku merasa kesal dengan tingkah memalukannya Dia. " jawab Zuu.


" Aku sudah menduganya. Tapi, ibumu sudah mengizinkan kalian tinggal bersama? " tanya Min-ah kembali.


" Aku sangat sedih, huahhe...hiks...Ibuku sama sekali tidak mempercayai-Ku dan bahkan Dia mengusirku dari Rumahnya. " tersenyum


" Kau sangat sedih? " ternganga.


" Tentu saja, hiks... " tersenyum.


Megan dan Min-ah saling menatap dengan tercengang bengang. Meski merasa kebingungan Megan juga Min-ah mengusap-usap bahu dan kepala Zuu. Mereka geleng-geleng kepala. Bel pun berbunyi menandakan masuk tiba kembali. Mereka bertiga pun berpisah dan ke Kelas masing-masing.


Zuu masuk ke Dalam Kelasnya. Ternyata, Gurunya belum tiba, saat Zuu berputar arah, dengan tidak sengaja ia menabrak teman se-Kelasnya. Temannya pun langsung membentak dan mendorong Zuu dari depan secara langsung. Zuu kehilangan keseimbangan dan jatuh pada titik akhir yaitu jatuh kepelukan Iz' dengan sigap Zuu melepas Iz'.


" Ehem... Hey, bertindaklah secara lembut apa tidak bisa? " tanya Iz'.


Siswa itu hanya menatap risih, dan pergi tidak menghiraukan perkataan Iz'.


" Apa Kau tidak apa-apa Zuu " tanya Iz'.


Saat Iz' melemparkan sebuah pertanyaan tadi, dengan seketika Zuu pergi juga. Iz' menahannya, dan memanggilnya.


" Zuu... "


Zuu pun langsung menatap keheranan dan bertanya.


" Ada apa? " sahut Zuu.


" Mmm... Anu bukankah Kita sudah bersepakat untuk bertemu tadi malam. Mmm aku menunggumu. Lalu, Kamu kemana? " tanya Iz'.


Dan Zuu sadar kembali. Bahwa, Dia juga mempunyai janji dengan Faiz.


" Ah tidak, aku benar-benar minta maaf padamu. Tak kusangka aku juga melupakan itu. Maafkan aku!? " jawab Zuu.


Iz' sangat kecewa dengan sifat Zuu, tapi Iz' tersenyum agar menutupi rasa kekecewaannya itu.


" Itu bukan masalah Zuu " ujarnya kembali.


" Yasudah. Jika begitu, kenapa tidak katakan saja sekarang? Yang mau Kau sampaikan padaku? Ada apa? Kenapa? " tanya Zuu.


Seketika Wajah Iz' memerah dan merasa canggung.


" Mmm... Aku tidak bisa mengatakan itu disini, ini sangat memalukan " gugup.


" Yasudah, akan kubuat kembali, pertemuan kita nanti malam. Bagaimana? " tanya Zuu.


" Baiklah, sampai nanti "


Bel berbunyi kembali dan waktunya pulang untuk para Siswa-siswi di Sekolah, begitupun juga Guru-gurunya. Tetapi, tidak untuk Zuu. Ia kembali membersihkan kawasan Sekolah dan Faiz ikut membantu kembali.


" Iz' tapi, untuk hari ini. Aku tidak akan mentraktirmu, Kau bisa pulang. "


" Aku akan membantu-Mu Zuu. Sebagai upahnya, tepati janji-Mu nanti malam. " sahut Iz'.


" Tentu, aku akan datang " sahut Zuu kembali.


" Dan satu lagi yang aku inginkan. " tersenyum.


" Sepertinya Kau ini banyak meminta yah? Baiklah, Karena Kau sangat baik aku menerimanya " sigap Zuu kembali.


" Aku ingin Kamu untuk malam ini saja, hanya berkata Ya. Bagaimana? Apakah bisa? "


Zuu tersengeh dan sedikit tertawa.


" Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Tapi, itu sangat menarik. Baiklah aku Terima " tersenyum.


Selesai sudah mereka berdua pun keluar dari Sekolah. Saat tiba di Depan Gerbang Sekolah, Zuu bertemu dengan Lee yang sepertinya Ia sedang menunggu Zuu.


" Apa yang sedang Kau lakukan disini? " merangkul membisik.


" Tentu saja aku disini menjemputmu " sahut membisik.


" Ehem... " Iz' mendeham.


" Zuu. Aku pulang terlebih dahulu " kata Iz'.


" Oh... Baiklah, sampai bertemu " sahut Zuu.


Iz' pun pergi dan mereka pun juga pergi. Di Dalam Mobil Lee menggumam sambil melihat ke arah Zuu.


" Siapa Pria tadi, sepertinya Ia sangat dekat dengan Zuu "


" Ada apa? Ada yang lucu dari wajahku? " tanya Zuu.


" Tidak. " sahut Lee.


Zuu pun merasa kebingungan. Saat ditengah perjalanan menuju Hotel, Lee menawarkan makanan.


" Ingin makan dulu? " tanya Lee.


" Ah tidak-tidak " jawabannya.


" Wah... Benarkah ini? Kau menolaknya? Wah ini baru pertama kalinya, Kau menolak sebuah makanan? Ini sungguhan? " tercengang bengang.


" Maksud-Mu aku rakus begitu? " bentak Zuu.


" Haha... Memang benar bukan? " ledek Lee.


Zuu langsung menarik rambut Lee, dan Lee merintih kesakitan dengan tertawa. Malam tiba, jam menunjukkan pada pukul 19:08. Zuu terus mengetuk pintu Kamar mandi.


" Hey Lee Su!! Sedang apa Kau didalam. Kenapa lama sekali!!? Cepat buka Pintunya!! Kau membuat-Ku terlambat!! " lantang Zuu.


" Tunggu, ini masih dibagian atas. Aku belum membersihkan bagian bawah, adiak manih " sahut Lee.


" Apa yang sebenarnya Kau lakukan hah!? " bentak.


Waktu terus berlalu, jam menunjuk pukul 19:45. Lee keluar Zuu masuk dengan sigap.


" Jika saja Kau itu bukan manusia, sudah kulempar jauh dari tempat ini! Minggir. " risi Zuu.


Lee sangat tertawa bahagia melihat ekpresi Zuu yang begitu lucu. Selesai mandi Zuu pun langsung cepat bersiap, dan Lee bertanya.


" Sebenarnya, Kau ini mau pergi kemana? " tercengang bengang.


" Aku akan bertemu dengan seorang teman, aku yakin sekarang Dia sedang menunggu, itu semua karena-Mu! Awas saja jika, usahaku ini sia-sia! Akan kutendang Ginjal kananmu, Kau dengar!? " lantangnya.


Lee tertawa dan berkata dengan meledek-ledek meragukan.


" Hadehh, memangnya siapa temanmu itu, aku sangat tidak yakin, Kau mempunyai seorang teman " ujarnya.


" Apa maksudmu hah!? Coba Ucapkan sekali lagi! "


" Benar dengan ucapan-Ku itu, siapa yang mau berteman dengan Wanita beringas sepertimu. " sahutnya kembali.


Zuu melotot dan kesal Ia pun langsung menghela nafas.


" Huh... Berhenti bertingkah seperti itu, saat ini aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu, perutku sangat lapar, dan nanti sebagai gantinya Faiz akan mengisikan perutku ini, tolong mengerti " lesu.


" Oh. Memangnya dengan siapa Kau akan bertemu? " tanya Lee.


" Seorang teman Pria " jelas Zuu.


Jangan mau jadi seperti Dia, dengan pergi tanpa meninggalkan jejak 👣❤


(´✪ω✪`)♡