Blue Love

Blue Love
Arogan #3



Lee seketika tersadar.


" ja..jangan kau katakan..., " terhenti.


" Aku menjual kucing itu. " selang-Nya dengan polos.


Tentu saja Lee amat murka dibuat-Nya lagi.


" Ka..ka..kau!!! Hu...huh... " berdesah.


" Ke..kenapa?? " Zuu kebingungan juga panik.


" Keluar, huh... Keluar dan ambil kembali cepat. " suruh-Nya berdesah.


" Ahh tidak-tidak, aku tidak mau keluar lagi. " tangkas elak-Nya.


" Apa??! " Lee terkejut dan membeliak ke arah Zuu dengan bengis.


Zuu berusaha menenangkan-Nya.


" Kak, anak itu sangat senang ketika ibunya membeli kucing-Mu, aku tidak bisa mengambil kembali. Dan apakah kau ta..., " penjelasan Zuu terhenti.


" Aku tidak peduli!! Wah ternyata begini hati asli-Mu Zuu, tidak aku sangka kau terpilih golongan wanita nomor 2, Aaarrggh... Aku sa..., " cela Lee terhenti.


" Aku tidak cantik, dan juga memiliki hati yang busuk aku mencabutnya, aku tidak cantik, aku tidak cantik. Kau benar-benar membuat-Ku gila, hiks... " keluh kesah-Nya seraya menutupi wajahnya dengan tangan.


Lee yang melihat tingkah Zuu yang lucu pun tergelak.


" Hahaha... Hahaha... " gelakak-Nya.


Karena terlalu senangnya ia tertawa sehingga Lee tersedak.


" Ukhuk... Ukhuk... A..a..ambilkan aku... Ukhuk. " sedak-Nya.


Lee yang tengah sibuk mencari minuman, sedangkan Zuu malah menertawakannya karena peristiwa yang menimpa Lee.




Ia pun meminum air putih di belakang jok-Nya Zuu.


Pada akhirnya Lee memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah sangat gelap. Sampai-Nya di dalam Rumah, Lee entah sebab apa? tiba-tiba saja menahan Zuu untuk jangan masuk dulu ke Kamar.


" tunggu Zuu. " panggil-Nya.


" Hah?? Oh ada apa?? " tanya Zuu kebingungan.


Wajah dari Lee benar-benar mengeluarkan aura kelicikan, tapi Zuu tidak memperhatikan pergerakan apa yang akan direncanakan Lee. Ia memanggil dengan wajah sangat murka atas kejadian tadi, tentu saja Lee kesal terhadap Zuu bukannya menolong melainkan malah menertawakannya.


" Kemari cepat!! " teriak-Nya membentak.


Ia pun menghampiri dengan penuh kegelisahan juga gemetar tak karuan.


" A..ada apa?? " sahut Zuu gugup.


" Zuu, apa kau tahu? Aku sangat lelah terus bersikap seperti ini padamu?? Aku ingin diriku kembali yang dulu. " belaian-Nya.


Zuu yang melihat tingkah Lee benar-benar membuat bulu punduk-Nya merinding ketakutan juga ngeri.


" Glup!... Ada apa lagi ini?? " gumam Zuu seraya menelan ludah.


" Kau juga menginginkan-Nya bukan? " tanya Lee membisik.


" Oh ya, tentu saja. " sahut Zuu dengan sigap.


" Haha... Aku sudah menduganya, letih sekali menjadi diriku yang sekarang, aku selalu membentak-Mu, menyuruh-Mu yang tidak jelas asal usul, menghinamu asasnya semua itu. Aku ingin berhenti. "


Sontak Zuu benar-benar kaget dibuat-Nya.


" Wah benarkah?? Apa kau akan berhenti, dan menyesalinya? Itu sangat bagus!! Berhenti saja Kak.


Lee mendekati Zuu dan membisikkan sesuatu ditelinga-Nya.


" Akan aku hentikan setelah kau benar-benar membersihkan kolam-Ku untuk besok pagi. " ujar- Nya tersenyum licik.


Saat itu juga Zuu sungguh-sungguh terkejut dan terbeliak matanya akan ucapan Lee.


" Tunggu, hah?? Apa maksud-Mu?? Apa kau masih waras?? " Zuu amat syok.


" Oh tentu aku masih waras, dengar besok adalah hari minggu dan pada biasanya aku selalu ingin liburan ke pantai, tapi takdir begitu jauh dengan harapan-Ku dan pastinya tidak jauh karena perubahan semua takdir ini karena-Mu, aku tidak mempunyai uang untuk bisa pergi, tapi untuk apa?? Bepergian sedangkan dirumah aku memilikinya, kolam itu cukup luas untuk memenuhi keinginan-Ku, karena sudah lama sekali aku tidak memakai-Nya dan itu semua pasti ada sangkut mautnya dengan-Mu ya? Kau bersihkan sekarang agar bisa aku nikmati besok. " serunya.


" Yasudah kalo begitu kau saja yang bersihkan, bukankah ini keinginan-Mu juga?? " elak Zuu.


Itu membuat Lee merasa geli hati juga kesal akan perkataan-Nya.


" Hahaha... Itu lucu, aku tidak mempercayai-Nya bahwa kau mengatakan itu? Wanita tidak tahu diri! Amat dongok kau ini rupanya. " cacat Lee kembali.


Zuu terkaget-kaget dengan ucapan-Nya.


" Apa?? Hey bukankah kau baru saja mengatakan untuk tidak akan berkata-kata kasar lagi, lalu itu apa?? " tangkis Zuu.


" Aaarrggh...!!! Kau ini benar-benar dungu, tolol, bebal, apa lagi? Oh teramat payah. Aaarrggh... Entahlah!! Hey dengar Zuu apa kau sungguh sebodoh ini hah?? Aaarrggh... Aku benar-benar akan dibuat dosa karena-Mu, kau sungguh membantai kesucian-Ku. Dengarkan baik-baik, huh. Aku baru saja mengatakan-Nya bahwa, akan aku hentikan semua itu setelah kau benar-benar membersihkan kolam itu, besok pagi aku akan berendam disana untuk menenangkan diri, mengerti? " ujar Lee dengan alon-alon.


" Satu hal saja yang menjadi pertanyaan-Ku?? " tanya Zuu seraya menatap mata Lee.


" Apa itu? Apa itu?? " sigap Lee.


" Kenapa harus aku yang membersihkannya?? " tanya Zuu kembali dengan keluh kesah.


" Aaarrggh...!!! " geram Lee berteriak.


" Aku bahkan tidak tahu kesalahan-Ku apa? hingga kau bisa bertindak seperti ini, aku tahu kau begini karena marah? bisa kau beri tahu apa alasan-Nya? Aku katakan sekarang, karena sebab apa kau bertindak begini pada-Ku?? Aku benar-benar kehilangan sesuatu. " tanya Zuu dengan masygul.


Lee bukannya tersadar dan membuka pintu hati-Nya melainkan malah menjadi-jadi, karena saking terlanjur amat marah-Nya pada Zuu.


" Tidak perlu aku katakan apa kesalahanmu, tidak perlu. Aku bahkan tidak bisa menghitungnya karena terlalu sangat banyak-Nya kesalahan-Mu hingga aku benar-benar tidak menyukaimu seperti ini!! " seru-Nya.


Zuu seketika terdiam dan melihat ke arah Lee, entah kenapa saat Lee mengatakan itu rasanya benar-benar menusuk hingga ke benak hati, ia pun menghela napas dalam-dalam.


" aku tidak ingin mendengar keluh kesah darimu lagi, cepat lakukan sebagai membayar semua kesusahan-Ku. " gesa Lee terengah-engah.


Lee sangat berkeringat setelah mengeluarkan semua amarahnya. Zuu menyahut, lesu.


" Tolong hitungkan juga dengan tenaga-Ku yang tadi. " ujar-Nya sembari berjalan menuju kolam.


Lee pun pergi ke dalam kamarnya, sedangkan Zuu dihari yang penuh dengan kegelapan itu pun membersihkan kolam. Kedinginan juga gemetaran menghantam-Nya tapi Zuu tidak merasakan dan mengacuhkan-Nya. Ia malah menggerutu seperti ini.


" setidaknya beritahu aku dominan-Nya saja, aku benar-benar dibuat gagu juga gelisah karena-Nya. " gerutunya.


Setelah selesai pun Zuu kembali ke dalam ruangan-Nya.


" ini melelahkan tapi juga membingungkan. " lesu-Nya seraya tidur.


Zuu termangu-mangu dimalam itu ia bukannya istirahat melainkan berbicara sendiri dengan sedih.


" kak Lee sebenarnya kenapa ya? Apa dia marah karena memang aku banyak menghabiskan uangnya? Ahh itu tidak mungkin, meski aku bukan siapa-siapa pria itu, tapi aku sangat mengenal baik. Dia bukan tipe orang seperti itu, ahh ini pasti ada alasan yang sangat kuat sehingga membuat-Nya menggila begitu, aku benar-benar takut untuk kedepannya. " gundah Zuu.


Lama bergumam sendiri, akhirnya pun Zuu tertidur dengan dipenuhi pikiran yang membingungkan-Nya. Pagi tiba kembali jam menempatkan pukul 04:00 pagi. Sunyinya pagi ini tidak akan lama lagi, karena entah darimana datangnya?? tiba-tiba. Byurr...!!! suara air menerjang sesuatu.