
Pada jam 10:30 waktu siang, sudah terdengar kebisingan para Siswa SMA Mawar Biru, dengan kebiasaannya masing-masing. Terdengar suara memanggil dari Koridor Sekolah.
" El...el..., " Minah memanggil.
Minah yang sepertinya sudah kelelahan mencari temannya, bertanya kepada Elisa.
" el, apa kau melihat Zuu? " tanya Minah.
" Mmm... tidak" menjawab.
Minah terus mencari, dan mencari dengan kalimat yang sama. Apa kau melihat Zuu.
Sampai dititik akhir Minah bertemu dengan Bo, dengan menghela nafas sambil melotot, plus memegang kerah baju Bo,ia bertanya.
" Bo, huh... huh... apa kau melihat Zuu?! " terengah-engah.
dengan terkejut Bo menjawab.
" Uh. i... iya, tadi aku lihat dia sedang makan di depan Gerbang Sekolah. "
dengan terkejut juga gembira Minah pun berlari. Sesampainya didepan Gerbang Sekolah, betapa kebingungan nya Minah.
" Duhh... ini itu Sekolah atau Pasar malam?! kenapa banyak sekali tempat makan. "mendesah.
Minah memutuskan mencari satu persatu tempat makan. Dan pada akhirnya pohon-Pun berbuah manis, ia menarik kerah bajunya Zuu dari arah belakang, dengan terkejut Zuu tersedak.
" Eh... uhek. Tunggu... tunggu, lepas! Ah kau ini kenapa hah? Sangat tidak sopan menarik orang yang tengah makan " tanya Zuu kebingungan.
dengan muka suram Minah berbalik arah bicara sambil tertawa pahit.
" Ahaha... lucu sekali kau bertanya . Lebih tidak sopan lagi kau membuat banyak orang menunggu...!! Masih sempat-sempatnya kau makan?!. "membentak.
" Min-ah, aku tidak bisa menahan lapar, aku lanjut makannya ya. " duduk kembali.
Minah-pun menarik tangannya, Zuu meronta-ronta
" min... Min..., tapi itu mubazir Min... Min, makanan-Ku!!! "berteriak.
sesampainya di depan Tempat latihan, Zuu berbicara.
" Seharusnya kau lebih menghargai makanan. Aku membeli itu dengan keringat-Ku sendiri Min. Susah payah sekali... Kenap!?..., " terhenti bicara.
" Stt... stt... " (seseorang) mencolek bahu Zuu.
mereka berdua terkejut karna yang berdiri di belakang Zuu adalah Pak Sou (Soundah Fawwaz Fakhri) Pak Sou tersenyum.
" selamat pagi Bu, eh Pak. Maafkan saya Pak. " menundukkan kepala.
Ketika Zuu ingin masuk ke Ruang latihan, langkahnya terhenti karna Pak Sou menahannya. " Ingin kemana? " bertanya.
" Ingin masuk Pak. " kebingungan.
" Lari dari Lorong sana, kemari 11 putaran. " menunjuk.
" Hah!... tapi Pak, saya kan baru selesai makan, itu pasti akan sangat melelahkan. " berkomentar.
" Siapa peduli itu!?. Cepat!! " bentak Pak Sou.
" Baik... " setelah selesai berlari, Zuu pergi ke kelas dengan terengah-engah, tapi eh tetapi langkahnya terhenti lagi karna Pak Sou memanggil kembali.
" Mau kemana?? kau ini, latihan belum selesai, cepat kemari..." memanggil dari kejauhan.
" Tapi kan Pak saya sudah berlari?. " menjelaskan.
" Dimana masalahnya?? huh...,(menghela nafas) apa kamu tidak bisa membedakan mana latihan? mana hukuman? " tanya Pak Sou.
" Mmm... Tidak ada Pak " tersengeh.
" Arghhh!! Berbicara dengan-Mu bisa saja menjadikan orang tidak waras. " cela-Nya.
Melihat dari wajah Pak Sou sudah badmood.
" sudahlah masuk saja. " gesa-Nya dengan perlahan juga menghela nafas dalam-dalam.
" Terima kasih Pak. Permisi " menundukkan kepala.
Setelah selesai latihan vocal juga dance tubuh Zuu merasa seperti setengah nyawa melayang, bernafas juga seperti kurang oksigen. Ambrukk semua...!!
" Zuu, ke Kantin? "ajakan Minah sambil merangkul.
" Hah!!? maksudmu? aku ingin mengajakmu ke Kantin bersama, bukan ke Alam Baka Zuu. " terkejut.
" Sebelum berbicara pikirkanlah terlebih dahulu, sebelum bertindak lihatlah kondisinya telebih dahulu Min. Apa kau tidak melihat raut wajah-Ku yang menunjukkan lelah, letih, lesuh? apakah tidak terlihat? "
" Ah. Benarkah? mmm maafkan aku Zuu, wajah-Mu dalam mengekspresikan apapun, tidak sama dengan apa yang kau katakan. " jawab Minah.
" Yah... Memang benar. Aku memang tidak pandai dalam mengekspresikan apa pun, mmm... Tapi aku ingin menitip minuman yah Min? "
" Mmm... Baiklah. " pergi keluar ruangan.
" Tolong bawakan dengan cepat!!. "berteriak.
Ditengah sedang menunggu. Tiba-tiba ada notifikasi pesan baru dari pacarnya yaitu, Jay. Dia menyuruh Zuu untuk pergi setelah pulang sekolah, dan harus sesegera mungkin datang ke Tempat yang sudah Jay share loc. Awalnya Zuu bertanya-tanya tetapi, Jay mengatakan "ini sangat penting cepat datang. "
Usai Sekolah pun tiba. Zuu mengirimkan pesan kepada Aminah untuk pulang lebih dulu. Meski mereka berbeda Kelas tetapi Min-ah selalu pulang bersama Zuu, ditambah lagi karna mereka se apartemen. Zuupun mulai menulusuri Tempat keberadaan Jay, meski sebenarnya ragu juga takut, karna hari juga sudah gelap. Sesampainya di Tempat Jay berada, aku benar-benar terkejut karna tempat yang ia share loc, adalah sebuah bangunan hotel, ini sangat membingungkan.
" My!! kamu masih dimana!!? " Jay mengirimkan pesan.
" Aku sudah sampai By. Tapi bisakah kau mengatakan masalahnya pada-Ku, aku sangat ragu untuk masuk. Apakah tidak apa-apa?. " cemas.
" Tidak usah banyak bicara cepat datang!! mengerti?!! " membentak.
Ditengah sedang chattingan dengan Jay. Tiba-tiba seseorang menabrak Zuu dari depan, dia-Pun meminta maaf.
" KTP My, jangan lupa!! " ujar Jay di dalam pesan.
Setelah diperingati Jay, Zuu langsung memeriksa dompet yang berada didalam saku seragamnya. Setelah meraba-raba diberbagai saku, ternyata dompetnya hilang. dan tidak lama dari kejadian orang yang tadi menabrak Zuu itu masih berada dibelakang, ia merasa yakin bahwa, dompetnya diambil oleh Pria itu.
" Hey!!! ... Hey!!!... kau copet yah?!!! tolong!!! copet... copet.... " berteriak juga panik.
Orang itu-Pun dengan spontan lari karna segerombolan orang-orang yang berada di Lingkungan, berdatangan dan lari berarah ke pria tadi itu. Zuu ikut mengejarnya tetapi, langkahnya terhenti karena seperti menginjak sesuatu, dan Zuu pun terkejut karena dompetnya yang hilang itu terjatuh, bukan karena diambil orang. Dengan panik, ia langsung pergi masuk ke Hotel karena takut ada masalah terjadi. Dengan keyakinan hati. " Aku yakin dia pasti baik-baik saja, semoga saja" gumamnya.
" Ada yang bisa dibantu? " tanya pekerja hotel.
" Mmm... Anu Kak, apa di Hotel ini tidak terjadi apa-apa? baik-baik saja kan? " bertanya kembali.
" Maksud Adeknya apa yah? maaf sebelumnya, sepertinya anda seorang mahasiswa?ada apa kedatangan Anda kemari? jika Adek hanya ingin men interview untuk tugas Sekolah, sebaiknya Adek cepat pulang, hari sudah malam. "
" Eh... bukan seperti itu Kak, euh... Atas nama Jaynal? " jawab Zuu kembali.
" Oh. kenapa tidak bilang. Mohon maaf sebelumnya ya Kak. Dilantai 3, no. 304 " menjawab dengan halus.
" anak jaman sekarang main-Nya ke tempat ini, menjijikkan. " gumam-Nya dengan mencela.
Zuu bergegas pergi dengan rasa ragu, takut canggung, juga khwatir terhadap pacarnya. Ketika ditengah berjalan menuju lift, dengan secara mendabak pria yang tadi dikejar warga ada di depan jalannya Zuu, dengan terkejut Zuu langsung berlari cepat ke arah lift tersebut. Dengan tergesa-gesa Zuu memencet tombol lift dan masuk. Pria itu juga terkejut dan mengejar Zuu dengan ekpresi marah.
" Huh... Huh... dalam beberapa detikan aku hampir ditelan serigala huh... Tolong sayangi nyawa-Mu Zuu" panik terengah-engah.
setelah keluar Zuu mencari kamar no. 304.
" apa ini? dari tadi keliling pasar eh, hotel. Nomornya hanya 200an bukan 300an ini maksudnya kenapa ya? " gumamnya.
Zuu melihat sekeliling betapa terkejutnya ini, ia turun di Lantai 2.
" ah. menyebalkan, kakiku juga sudah pegal lagi. " mengerang.
Saat Zuu hendak berbalik arah, pria tadi itu ternyata masih mengincarnya. dengan spontan Zuu lari kembali, dengan terengah-engah kelelahan Zuu mencari Kamar yang tidak dikunci, hampir semua Kamar dikunci. untung saja masih ada Kamar yang tidak dikunci, dengan cepat Zuu masuk dan mengunci.
Pria itu menggedor pintu terus menerus, semakin keras suaranya Zuu mundur dan mundur dengan rasa takut, dan jatuhlah pada titik terakhir. Karena gedoran yang begitu keras, menimbulkan salah satu tamu hotel itu terganggu dan menegur tegas kepada Pria tadi itu.
" Hey kau!! ada apa tengah malam begini menggedor pintu orang hah?! apa kau mau merampok?! " membentak dari kejauhan.
penginap hotel itu mendekati Pria tadi dengan raut wajah marah.
" Tidak Pak... euh... itu Pak... Euh... jadi begini saya petugas hotel ini Pak, saya mendapatkan kabar dari Rekan bahwa, orang yang berada di Kamar ini sedang melakukan Z**** Pak. Tolong kerja samanya. " menjelaskan.
" Apa!!!? " dengan terkejut Bapak ini langsung mendobrak pintu tersebut. Alangkah terkejutnya saat mereka membukakan pintu, terdamparnya seorang manusia berlawanan jenis sedang tidur bersama diatas kasur.
" Bedebah!! apa yang sedang kalian lakukan hah!! " membentak sambil menarik tangan Zuu.
Bapak-bapak itu menampar juga menjambak Zuu.
" Dimana harga diri kamu sebagai seorang wanita hah!! hancur harapan kamu!! " membentak.
Zuu kebingungan juga ketakutan mendengar suara lantang Bapak itu, sehingga membuat jantung Zuu berjetak-jetuk tanpa henti.