Blue Love

Blue Love
Mengerikan tolong hentikan!



" Baik-baik, baiklah aku masuk. " gagap-Nya dengan takut.


Lee pun menutup pintu mobil itu dengan keras karena rasa kesal-Nya terhadap Zuu, ia pun masuk dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga Zuu bergetar ketakutan.


" hey jangan seperti ini, perlahankan kelajuan-Nya!! " tegur ajar-Nya dengan merintih ketakutan.


Lee tidak mengacuhkan ucapan dari Zuu, ia malah semakin memperkuat kecepatan-Nya dengan geram. Zuu berteriak histeris seraya memegang jok mobil dengan erat.


" aaaaaaah!... Lee su!!! " lantangnya dengan memejamkan mata.


Tiba-tiba mobil Lee berhenti, saat Zuu membuka mata-Nya ternyata benar saja, mobil Lee hampir menabrak pepohonan di sisi jalan, ia pun langsung memarahi Lee juga mencela-Nya.


" hey Lee su!! Apa yang kau lakukan hah?! Kau ingin membunuh-Ku?? " bentak-Nya.


Lee juga langsung menyahut Zuu dengan amarah.


" Aku hampir gila karena-Mu! " bentak-Nya Lee.


" Apa maksud-Mu? sudah aku katakan perlahan-lahan saja! Apa kau tidak bisa melihat jalanan? Bagaimana bisa kau hampir menabrak pohon ini? " tegur-Nya dengan ketakutan.


Zuu yang melihat raut wajah Lee api kemarahan sudah naik di puncak kepala-Nya mulai menggigil keresahan, dan mencoba untuk memenangkan-Nya kembali.


" apa kau marah? Hey yang benar saja itu semua juga karena-Mu bukan? Lihatlah rambut-Ku berputusan! Aaarrggh...! A...aku yang seharusnya murka padamu. Kau ini memang pria tidak bermoral. Jika kau ingin mati sekarang, jangan membawa pengikut, aaarrggh... Psikopat. " cela Zuu kembali dengan meresahkan.


Perkataan Zuu baru saja hampir membuat Lee tidak sadarkan diri, ia langsung tertawa mengerikan dengan nada kecil seperti orang sarap.


" Hehe... Hehe... " tawa-Nya seraya melihat tembus kaca mobil depan.


Zuu yang melihat tingkah-Nya, merasa ketakutan juga khawatir, ia pun bertanya dengan rusuh hati.


" Hey! Ada apa dengan-Mu?? Jangan membuat-Ku menjadi seperti ini, hentikan itu! " ujar-Nya seraya bergemetar.


Lee pun menoleh ke arah wajahnya Zuu dengan ekspresi menggelikan juga tertawa menakutkan.


" sudah aku katakan hentikan! Kau tidak waras?! " tanya Zuu dengan menjegil.


" Hey Zuu, bukankah? Kau itu ingin membantu orang? " tanya Lee tertawa licik.


Seketika Zuu pun terkejut dan terheran-heran.


" Oh, benar. Lalu? " sahut Zuu.


" Lihatlah dibalik kaca mobil ini. " ujar-Nya seraya menunjuk ke arah depan kaca mobil.


Zuu kebingungan dengan maksudnya Lee.


" Ada apa dengan kaca ini? Apa ada masalah? Ah tunggu, kau menyuruh-Ku kembali untuk membersihkan kaca mobil ini? Uh, tidak! Itu sangat melelahkan hey Lee su. " ujar Zuu menolak dengan lesu.


Sontak Lee kembali digeramkan oleh tingkah-Nya Zuu.


" Aaarrggh...!! Apa kau benar-benar sebodoh itu??! Lihatlah dengan benar! " cela Lee kembali dengan kesal.


Zuu kembali menyahut juga dengan dongkol.


" Memang-Nya apa yang salah? Aku mengatakan dengan benar, apa lagi yang aku lihat dibalik kaca itu? Kau ini benar-benar aneh. " Zuu kebingungan.


Rasa jengkel-Nya pun meledak-ledak dan langsung menarik kepala Zuu untuk membenarkan posisi penglihatan-Nya seraya mengatakan.


" Lihat pekerja-pekerja disana itu!! Beliak-Lah!!!apa kebodohan juga menutupi mata-Mu?!! " cela Lee kembali dengan geram.


Kemudian Zuu pun melihat apa yang diucapkan Lee. Namun, tetap saja ia merasa kebingungan dan tidak mengerti yang dimaksud-Nya.



Kemudian Lee menarik napas dalam-dalam untuk melepaskan rasa kesal-Nya dan mengatakan


" Sebaiknya cepat turun dari mobil-Ku sekarang dan hampiri orang-orang pekerja disana, katakan begini permisi, dapatkah saya membantu kalian semua, saya cukup kuat untuk bekerja keras dengan baik. Begitu saja. Setelah kau mengatakan itu, aku tidak akan pernah meragukanmu lagi bahwa, kau itu adalah orang yang sangat dermawan juga baik, oh dan tentunya cantik. " ujar Lee seraya membelai-Nya.


" Tunggu-tunggu, lalu apa untung-Nya jika aku baik dimatamu? " tanya Zuu kembali dengan keheranan.


Lee kembali mendesah diri dan meledaklah murka-Nya.


" Aaarrggh...!! Bagaimana kau bisa bertindak sangat bodoh seperti ini hah!!? Hey kau bisa menolong para penjahat tadi lalu membantu orang-orang yang benar-benar dalam kesusahan kau berpaling?!! Apa itu?? Dasar kau!!! J****!! " cela Lee kembali dengan gusar.


" Hey harus berapa kali aku mengatakan-Nya padamu bahwa mereka itu benar-benar dalam kesulitan. Kenapa kau berburuk sangka begitu?? Tolong berpikirlah secara jernih. " ujar Zuu kembali dengan kesal hati.


Lee semakin lama berbincang dengan Zuu kesabaran-Nya pecah.


" Diam!! Sekarang cepat turun. Turun!! " bentak-Nya.


" Kenapa kau bertingkah seperti ini?? " kebingungan.


Lee pun langsung menoleh ke arah mata Zuu dan menatap dengan sorot yang tajam juga bengis.


" Keluar. Aku akan menjalankan mobil ini juga menurunkan-Mu jika kau tidak segera melakukannya, atau aku akan menunggu-Mu sampai kau selesai membantu orang-orang itu?? Cepat lakukan. " ujar-Nya dengan nada mengerikan.


Zuu yang melihat pun langsung merasa merinding bergetar dan sigap menuruti keinginan-Nya.


" Baiklah. Ini untuk-Mu. " sahut Zuu seraya memberikan Lee sebuah tisu sigap turun.


Lee yang kebingungan dengan barang pemberian dari Zuu pun berpikir dan melihat wajahnya ke depan cermin mobil, ternyata darah yang keluar dari hidung Lee tadi berhamburan kemana-mana, ia pun langsung mengelap-Nya dengan menggerutu.


" Aaarrggh... Darah-Ku bisa-bisa mengalami ketinggian drastis karena terus berdekatan dengan wanita picik seperti dia, aaarrggh...!! dongkol-Nya dengan mengelap hidung.


Ditengah membersihkan Lee dikejutkan kembali dengan tindakan-Nya Zuu yang demikian berjalan kembali menuju mobil-Nya dengan wajah senang riang.


" apa lagi sekarang?? " kebingungan setengah kesal.


Zuu masuk kembali ke dalam mobil dan Lee bertanya dengan tersenyum menahan dongkol.


" kenapa? Ada sesuatu yang tertinggal?? " tanya Lee tersenyum.


Zuu pun menyahut kembali dengan juga tersenyum bahagia.


" Tidak, bukan itu Kakak. Mereka menolak untuk aku bantu hehe... Mereka sangat baik bukan? " menghela napas tersenyum.


" Hahaha... Benarkah? " tertawa sumbing.


Kemudian ia pun keluar dari dalam mobil dan menarik Zuu untuk berhadapan kembali dengan para pekerja itu.


" cepat turun, ayo cepat turun. " gesa-Nya dengan menarik-narik tangan Zuu.


" Kau kenapa hah? Aku sudah melakukan hal itu sesuai dengan keinginan-Mu sendiri. " elak-Nya jengkel.


" Benarkah?? Hahaha... Seperti apa yang kau katakan kepada mereka?? Beritahu aku? " ujar Lee kembali.


" permisi, dapatkah saya membantu kalian semua, saya cukup kuat untuk bekerja keras dengan baik. " sahut Zuu kembali sesuai dengan gaya yang diperagakan Lee tadi.


Lee pun bersikeras tetap menarik-narik juga mendorong-dorong Zuu kembali berhadapan dengan para pekerja itu.