
Di nyalakanlah lampu tersebut, saat melihat Zuu seketika tertegun karena terkejutnya ruangan itu sangat begitu kacau balau, ia menoleh ke berbagai celah-celah bagian rumah dan ternyata memang benar-benar kotor di tambah dengan adanya aroma tak sedap membuat Zuu rasanya ingin muntah. Ia pun berjalan perlahan-lahan menuju meja di ruangan tersebut. Di sinilah Zuu terperanjat amat terkejut karena melihat banyak sekali bekas minuman keras di hadapannya sekarang.
" apa ini?? " terbeliak syok.
Zuu berpikir hal yang tidak-tidak tentang Lee.
" ah... Hahaha itu tidak mungkin, ah mana mungkin dia melakukan hal bodoh seperti ini. " gunyamnya.
" ah bau sekali. " risinya menutup hidung.
Zuu pun mencari keberadaan Lee.
" kak... Kak kamu dimana? " panggilnya.
Ketika berniat melangkah lebih maju lagi tiba-tiba terhenti, karena seperti ada yang mengganjal di bawah kaki Zuu, saat menoleh ke bawah sontak terkejut ia melihat ada sebuah tangan tergeletak di belakang sofa. Zuu menulusuri lebih dalam dan ternyata itu adalah bagian tubuh dari Lee yang tengah tidur di lantai. Zuu membangunkannya.
" hey Kak kenapa kamu tidur di sini apa yang sudah terjadi?? " tanyanya panik sembari menggoyang-goyangkan badannya.
Pada akhirnya Lee pun tersadar dan melihat ke wajahnya Zuu mengatakan dengan tertawa seperti orang gila.
" Haha... Hey lama sekali kau ini yah, aku menunggu-Mu dari tadi!! Grrr!! Dasar perempuan biadab haha.... " cela-Nya.
" Aaarrggh... Apa kau sungguh-sungguh bertindak seperti ini?? " paniknya seraya membangkitkan Lee supaya berdiri.
Zuu mencoba membantu tetapi ia malah menangkisnya sehingga Zuu hampir tergeblak karena dorongan Lee yang kasar.
" Aaarrggh...!! Lepaskan!! Najis sekali!! Berani-beraninya kau menyentuh!! " bentaknya.
" Sudah-sudah, aku tidak mengerti kenapa kau berbuat begini tapi sungguh! Ini menjadikan diriku jengkel juga kecewa padamu. Aku akan mengantarmu. " tuturnya gundah sambil mencoba menggandengnya.
" Aku katakan sekali lagi tidak perlu!! Hey Lee Zuu!! Haha... Lee Zuu itu lucu sekali. Dengar, aku menunggu itu bukan untuk mendapatkan perhatian darimu, tapi aku ingin kau untuk membereskan kembali rumah ini. Lihatlah Zuu semuanya menjadi berantakan entah sebab apa orang itu menghancurkan barang-barang berharga di rumah ini, aku sangat berdukacita hiks... " olok-olok Lee mabuk.
" Aku akan lakukan, ayo cepat ke kamar-Mu. " bujuknya seraya menggandeng Lee.
Zuu pun membawanya, di tengah berjalan ia berceloteh kembali.
" Oh tunggu, tadi aku sempat ingin berenang di kolam sana, tapi suasananya sangat kotor aku ingin kau juga melakukan-Nya Zuu. " suruhnya.
" Iya, iya baiklah aku mengerti. " sahutnya.
Tiba-tiba ia tak sengaja mengincak bagian ujung kaki-Nya Lee, sontak berteriak merintih kesakitan.
" Aaarrggh...!! " teriaknya sambil mendorong Zuu dengan kencang.
Gedebug!... Sehingga menimbulkan Zuu terjatuh.
" Aw... Ada apa lagi sekarang hah!? " kesalnya.
" Tunanetra dasar bebal kau Zuu!! Dimana matamu hah!! Kau menginjak kakiku. Aku sudah mengatakan-Nya tadi bahwa aku tak membutuhkanmu he Zuu!! Kepala batu, jika tidak becus sebaiknya diam saja!! Hal begitu saja bodoh. " cacatnya dengan bentak keras.
Zuu berdiri dan amat terkejut akan celaan yang dikeluarkan Lee kembali. Ia melawan ucapannya.
" Apa?? Huh... Yang bodoh itu kau!! Hey Lee su!! Akalmu sebenarnya masih berfungsi apa tidak hah!? Kenapa tindakan-Mu benar-benar gila seperti ini!! Aku juga jijik jika berdekatan dengan orang yang hilang kesadarannya kau tahu Lee su!! Mati... " caciannya terhenti.
Ia pun berusaha berdesah agar menghilang amarahnya.
" ahh... Kenapa aku berkata begitu. Dia itu sedang mabuk, jika aku berbicara dengan dia itu berarti aku sama gila. " kesalnya.
Zuu mengalah dan meminta maaf secara lembut kepada Lee.
" aku minta maaf. " tersenyum.
" Itu saja tidak cukup he Zuu!! " bentaknya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan? " dongkol Zuu.
" Mendekatlah. " suruhnya.
Ia pun kebingungan, dan menuruti keinginannya.
" Ada apa? " tanyanya kesal hati juga lesu.
Lee berbicara dekat telinganya Zuu secara perlahan.
Tiba-tiba Lee muntah ke bajunya Zuu, seketika Zuu terperanjat juga murka.
" Aaarrggh...!! Apa yang kau lakukan Lee su!! Hoek busuk!! " risi-Nya marah.
" Haha... Ah... Lega rasanya, aku minta maaf Zuu. Sebenarnya tadi aku ingin menyuruhmu untuk mengambilkan kantung keresek tapi aku sudah tak tahan jadi..., haha... Huh... Aku minta maaf Zuu, aku..., " ujarnya mabuk.
" Diam!! Ahh... " geramnya.
Zuu menarik napas dalam-dalam agar bisa mengendalikan emosinya.
" Huh... Huh... Lupakan saja. Ayo cepat, aku akan mengantar-Mu ke kamar. " desah-Nya seraya jongkok dan menggendong Lee ke punggung.
Sampainya di tempat tidur Lee, ia pun langsung menggeblakan Lee ke kasur.
" huh... Diamlah di sini, aku akan melakukan apa yang kau suruh tadi. " tuturnya engap-engap.
Zuu pun mengambil alat-alat untuk membersihkan rumah-Nya. Waktu pukul 2 pagi, ia baru selesai menyapu dan sigap melanjutkan dengan mengepel. Di sela-sela mengepel tiba-tiba terdengar suara seruan yang tidak lain itu adalah Lee.
" Zuu!! Zuubai!!! Zuu!! Aku memanggilmu. " lantangnya.
" Ada apa lagi dengan-Nya. " dongkol.
Alhasil Zuu menghampirinya.
" kenapa? Aku di sini. " sahutnya lesu.
" Panas!! Panas!! Aku panas!! " bentaknya.
Jelas sekali Zuu kebingungan maksud dari ucapannya.
" Panas?? Euu... Maskudmu?? Kau kepanasan? " tanyanya.
" Hey hey!!! Kau tidak pekak kan? Telingamu masih berfungsi??! " bentaknya kembali.
" Euu... Iya tentu saja pendengaran-Ku masih baik, euu... Jadi apa yang kau inginkan? Apa perlu aku ambilkan air untuk-Mu?? " tanyanya tergagap-gagap.
" Dasar tunarungu, tuli!!! Aku kepanasan bukan kehausan!! Sebodoh itukah kau menyimpulkan?! " cacatnya murka.
" Lalu apa lagi?? Aku... Aku... " gemetar ketakutan juga kaku lidah.
" oh itu ada AC-Nya, mana remotnya. " geger Zuu.
Ketika ditekan AC tersebut tidak mau menyala dan itu malah membuat Zuu heboh gemetar tak keruan, mungkin karena ketakutan mencekam dirinya.
" ini kenapa tidak mau menyala??!!! Apa ini? Bagaimana ini?? AC-Nya tidak berfungsi. " keluh kesah Zuu.
" Ahh kau ini memang wanita bodoh, jika sesuatu itu tidak merespons-Mu berarti ada sesuatu di dalam dirinya, coba lihat dan perbaiki. Kau ini begitu saja tidak mengerti. " tegur ajarnya.
" Euu... Haruskah aku melakukan-Nya?? Tapi aku tidak mengerti soal begitu. Bagaimana bisa aku memperbaikinya? " keluhannya.
" Apa gunanya kau hidup hah?! Banyak sekali orang yang memanggil-Mu seorang wanita pintar, hal enteng seperti itu saja sulit untuk dimengerti?? " bentaknya seraya berdiri.
Zuu yang merasa kesal pun tak tahu harus berkata apa ia hanya pasrah menerima suruhannya.
" Bukan berarti kepintaran mengerti di berbagai bidang. Aku ini hanya manusia biasa. " gumam Zuu rentan hati.
Ia mengambil kursi untuk melihat AC tersebut tapi niatnya terhenti dan turun kembali.
" kak dimana alat-alat untuk membongkar benda itu. " tanya Zuu.
" Hah? Belum selesai juga? Ahh memang lamban kau ini. Buka laci itu. " tutur Lee.
Saat di lihat ternyata di dalamnya hanya terdapat sebuah buku, ia pun bertanya-tanya.
" Apa ini maksudnya?? " linglung.
" Jika menunggu-Mu sampai selesai bisa-bisa aku mati kepanasan. Sudah, gunakan itu saja untuk menyejukkan tubuhku. " suruhnya.
" Hah?? " terkejut.