
ini kelelawar di waktu seperti ini bangun dan berkeliaran. gumam Zuu.
Ketika Zuu ingin mematikan alarmnya itu tidak bisa dan ada tulisan yang seperti ini. *KETUK UNTUK MEMATIKAN *
Zuu langsung menekannya, seketika Zuu terkejut sigap loncat dari Atas Ranjang, karena setelah diketuk muncul seorang Wanita bermuka seram dilayar HP itu. Zuu langsung berteriak dan lari, karena keadaan sedang gelap, Zuu kesulitan untuk mencari Pintu keluarnya. Akhirnya pun gagang Pintu telah dipegang oleh Zuu dan dibuka, TERHENTI. Karena tiba-tiba Zuu seperti ditarik dari bawah, Zuu sigap berteriak dan terus memanggil Lee Su.
" Kak. Kakak Lee Su!!! Tolong aku!! Kak!! " lantangnya.
Tarikan itu membawa Zuu ke Bawah Ranjang, Tapi Dia tetap bertahan dan terus bertahan. Dengan sekuat tenaga Zuu menarik kakinya dan akhirnya pun keluar Zuu dengan panik langsung keluar kembali dan mebukakan Pintu dengan secara bersamaan Zuu juga Lee saling terkejut. Zuu langsung tidak sadarkan diri. Lee panik.
" Zuu... Zuu!! Ada apa?? Apa yang terjadi? Hey tolong segera benarkan lampunya. " ujar Lee.
Setelah lama tidak sadar, Zuu siuman dipangkuan Lee. Sigap Zuu memeluk karena rasa takut ia masih syok dengan kejadian tadi.
" Ada apa? Kau baik-baik saja kan? " panik.
" Ada seseorang di Dalam Hotel itu, aku tidak mempercayai dia akan membunuh-Ku. " jelasnya.
Seketika itu membuat Lee tercengang.
" Ada apa? Siapa yang berani membunuhmu Zuu? Jika yang menjadi targetnya kau, itu sama saja si penjahat mengirimkan nyawanya. " celanya.
" Ah diam kau!! Kenapa disituasi seperti ini Kau malah berkata begitu. Aku bersungguh-sungguh, tadi nyawaku hampir melayang. " sahutnya.
Lee hanya terdiam dengan kebingungan.
" Yasudah, ayo masuk ke Dalam. Disini sangat dingin. " ajak Lee.
" Hah! Hey apa kau tak mendengarkan cerita-Ku tadi?? " bentaknya.
" Aku mendengarnya. Lalu kita harus apa, ayo cepat masuk. " sahutnya.
Lee pun menarik tangan Zuu dan masuk ke Dalam Hotel. Zuu terus memegang lengan Lee dengan ketakutan. Lee cengar-cengir karena ekpresi wajah.
Lee menghamparkan kasur lantainya.
" Yasudah aku akan tidur sekarang. Selamat malam. " ujar Lee.
" Euh... Baiklah selamat malam. " sahutnya.
Setiap Zuu menutupkan mata selalu mendengar sesuatu yang membuatnya merinding ketakutan, dan gelisah.
" Ah... Suara apa itu?? Ini benar-benar buruk " gumam Zuu.
Berbeda dengan Lee yang tidur dengan damai dan ketenangan. Zuu sangat gelisah, tiba-tiba ... Pyar... Ia terkejut dan lompat dari Ranjang ke Bawah hingga jatuh menimpa tubuh Lee, dengan terkejut Lee langsung merintih kesakitan.
" Aduh!! Perutku... Tertimpa apa aku ini, apakah reruntuhan batu besar masuk ke Dalam Kamar ini?? Ini sungguh berat. " rintihannya.
Zuu langsung memeluk erat tubuh Lee karena ketakutan dengan mengatakan.
" Ada suara piring jatuh di tengah malam, apa itu?? " bisiknya
Karena terkamannya yang begitu erat, sehingga Lee hanya menganga dan jantung Lee berdetak kencang.
" Euh... Sudahlah, itu mungkin hanya sebuah pukulan " gagap.
" Pukulan apa maksud-Mu hah!!? Apa maksud-Mu itu pukulan dari Hantu itu? " gelisah.
" Ah tidak. Maksud-Ku, pukulan antara kucing dengan teman mantannya. sehingga menimbulkan perdebatan. " sigapnya.
" Ah... Mengawur di situasi seperti ini. Sebaiknya Kau diam saja ah. " bentak Zuu.
Lee terdiam dan jantungnya terus berdetak kencang, berbeda dengan Zuu yang sedang setengah mati ketakutan.
" Kak. Aku haus " desah Zuu.
" Euh... Jika aku pergi, dia pasti melepaskan pelukannya. " gumamnya.
" Kak telinga-Mu itu masih berfungsi atau tidak!! Aku sungguh haus karena kegerahan, karena tidak ada angin di Ruangan ini ditambah dengan keadaan gelap menjadi bertambah-tambah panasnya. " desahannya kembali.
" Yasudah tunggu. " sahutnya.
Lee mengambil segelas air dengan menggunakan lampu telepon genggam untuk melihat jalan. Lee menyodorkan segelas air kepada Zuu.
" Ini minumlah. " ujar Lee.
" Terima Kasih " sahutnya.
Saat Lee ingin berbaring kembali, Zuu menyuruhnya untuk mengipasi tubuhnya.
" Kak. Kipasi dengan menggunakan ini " desahnya kembali.
Lee mengipasi. Kalian tahu dimana sebuah aktivitas dilakukan secara terus menerus, disitulah lelah akan datang. Lee pun mengeluh.
" Zuu. Apa Kau sudah tidur? " lesunya.
" Belum Kak. " sahutnya.
" Hah!! Lalu sampai mana aku harus terus begini? tangan-Ku sudah pegal Zuu. " keluhnya.
" Menunggu sesuatu yang tidak menentu itu bisa membuat seseorang gila "
" Apa maksud-Mu hah!! " lantangnya.
" Ah tidak-tidak, itu hanya sebuah ungkapan yang datang secara tidak ada niat. Sungguh...
" sigap Lee.
" Sudahlah berhenti. Kau tidur saja, kehadiran-Mu disini membuatku bertambah panas " celanya.
Seketika itu membuat hati Lee menjadi kecil dan sakit, Pagi tiba. Lee bangun dan terkejut saat melihat Zuu yang sudah bangun pagi.
" Waw... Luar biasa, sepertinya kau sekarang mempelajari menjadi seorang istri yang sesungguhnya. " terpukau.
Dengan ekpresi menyedihkan juga lesu, Zuu menyahut pujian Lee.
" Omong kosong, aku dari semalam tetap begini. " keluhnya.
" Hah!! Tidak tidur?? " terkejut.
" Aku sangat ketakutan untuk beristirahat. Aku merasa Dia mengasiku semalaman Kak " rengeknya.
" Huh... " menghela nafas.
Lee berdiri dari Tempat tidurnya dan duduk di Samping Zuu.
" Hey. Huh... Hantu itu memang ada, tapi siapa peduli itu. Mau mereka ada atau tidak. Pada intinya mereka tidak akan pernah menunjukkan wujud mereka, percayalah. Hey Tuhan itu Maha Penyayang. Jika, kita sekali saja melihat mereka, umpama tidak mati tapi terasa terbunuh. Kenapa? Itu karena seramnya mereka, tenang saja. Kita dan mereka itu mempunyai alam masing-masing. Jadi tenanglah. " nasihat Lee.
" Benarkah itu?? " tanya Zuu.
" Aku mendapatkannya dari orang terpercaya. " sahutnya.
" Lalu, bagaimana caranya agar aku..., Eumm... Setidaknya maksud-Ku itu, mengurangi rasa gelisah ini? " tanya Zuu kembali.
Lee berdiri dan menyahut pertanyaan Zuu, dengan masuk ke Dalam Toilet.
" Sibukan diri saja " sahut Lee.
" Benarkah itu jawaban yang benar? Dia ini sungguhan atau tidak? " bimbang.
Saat Lee keluar ia melanjutkan perkataannya.
" Percayalah. Ketakutan itu hanya bersifat sementara. " ujar Lee.
Zuu dan Lee keluar dari Dalam Kamar untuk berangkat bersama. Mendabak seorang petugas servis Hotel tadi malam datang dengan mengatakan.
" Bagaimana? Apa Kamar kalian masih dalam keadaan gelap? " tanyanya.
" Hah?? Oh... Benar, tolong segera benarkan itu Pak, itu sangat meresahkan kami berdua. " sahut Lee.
" Eumm sudah kuduga, itu pasti. Tapi Tuan bukankah itu ada untungnya juga untuk-Mu? " celanya.
Lee kebingungan dengan perkataan petugas itu.
" Maksudnya? " tanya Lee.
" Tuan ini, kita sama-sama seorang Pria bukan? Dia istrimu? " menunjuk ke Arah Zuu.
" Euh... Benar. " sahutnya.
" Haha... Waw Dia sangat cantik, Tuan ini benar-benar beruntung menikah dengan istri secantik dia. Aku sangat berterimakasih kembali dengan jasaku Tuan " ngelanturnya.
" A... Aku sungguh tidak mengerti maksud-Mu Pak. Apa itu? " kebingungan.
" Tuan... Malam tadi itu sangat seru bukan? Kenikmatan yang Tuan alami tadi malam itu karena-Ku sungguh. Menyenangkan bukan? " konyolnya.
" Oh... Jika memang benar begitu, Kau akan memberikan tanganmu padaku? " sahutnya Lee.
" Hah, apa maksud-Mu Tuan. " kebingungan.
" Kau tahu, karena ulahmu tanganku hampir putus semalam!! " bisiknya.
Tiba-tiba Zuu memegang bahu Lee dan menegurnya.
" Jika masih lama sebaiknya aku menelpon teman-Ku saja. " tegasnya.
" Ahaha... Tidak Zuu, aku akan mengantarmu. Bapak ini sangat penggoda ya, aku hampir saja terpeleset di Jalan yang sesat. Haha... " cengar-cengir.
Seketika petugas itu terkejut. Dan Lee pun berangkat sebelum langkahnya melanjut ia juga berterimakasih kepada petugas itu.
" Tapi, mau bagaimanapun itu, kepahitan itu ada sisi manisnya juga. Terima Kasih. " tersenyum.
...Tetap semangat untuk membacanya ya. ❤...
...Dan lihat terus perkembangannya, apa yang akan terjadi ke Depannya. ❣️🍭...