Blue Love

Blue Love
crazy princess



" aku sangat kebingungan, lalu untuk apa selama ini perhatian-Nya pada-Mu? Apa maksudnya?? Dia memberikan sarapan diwaktu itu, dia menghadiri kompetisi agar kamu bisa masuk , dan untuk apa dia selalu memenuhi keinginan-Mu? Jika pada akhirnya kamu disakiti seperti ini? Lee itu memang benar-benar b****!! Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan kepada-Nya nanti. " geram Faiz berdesah.


" Aku juga berpikir seperti itu, awalnya aku merasa ganjil dengan sikap-Nya selama ini, kenapa ia begitu sangat baik padaku, tapi pada kenyataan-Nya manusia selalu seperti itu, tidak adakah yang benar-benar melakukan sesuatu dengan tulus dari hati? Itulah menjijikkan-Nya dunia ini. " dongkol Zuu seraya makan.


Tetapi Faiz berbeda pendapat dengan Zuu, ia menyahut-Nya dengan tersenyum.


" Sepertinya kamu salah. " ujar Faiz dengan menatap Zuu.


Zuu pun kebingungan.


" Hah??? " herannya.


" Benar, Zuu salah menilai seseorang, ada satu orang lagi yang sifatnya jauh berbeda dari pria biasanya, hanya Faiz yang bersungguh-sungguh melakukan semua-Nya dari hati untuk-Mu. " kelakar-Nya.


Sontak Zuu pun tertawa karena lelucon-Nya. Siapa sangka ternyata Lee yang dari tadi melihat, mendengar tingkah dan perkataan mereka berdua merasa geli juga risi. Kemudian Lee melihat Faiz yang berniat memegang tangan Zuu langsung terjegil, dan merasa ingin menghampiri-Nya. Tapi, tiba-tiba seseorang berteriak meminta tolong dengan mengatakan.


" Tolong!! Tolong! Copet!! " teriak seseorang.


Faiz yang sejenang lagi memegang tangan Zuu terhenti/terhalang karena teriakan itu. Zuu pun dengan sigap beranjak berdiri karena ikut panik, ia menyuruh Faiz untuk mengejar copet tersebut tapi Faiz malah melongo seperti kesadaran-Nya hilang setengah. Zuu pun menyadarkan Faiz.


" Faiz!! Hey apa yang kau lakukan?! " panggil-Nya.


Faiz pun tersadar.


" Hah? Iya kenapa?? " sahut-Nya.


" Kau yang kenapa?? Hey lihat orang itu, dia kehilangan barang-Nya karena penjahat itu, sebaiknya kau cepat mengejar-Nya sekarang untuk membantu. " gesa Zuu dengan menunjuk.


" Haruskah?? " tanya Faiz dengan menatap kosong.


Zuu pun menepak bahu Faiz dengan menggesa-Nya.


" Pertanyaan konyol seperti apa itu?? Hey jangan bercanda!! Cepat kejar dia!! " geram Zuu.


Faiz pun sigap berdiri dan mengejarnya. Zuu sungguh ganjil dengan tingkah-Nya Faiz. Lama menunggu Faiz belum kunjung-kunjung datang, Lee yang demikian masih mengawasi Zuu pun ikut jemu, ia pun mulai menguap juga ruyup tapi rasa kantuk-Nya tidak lama, Lee kembali membeliak karena tiba-tiba saja 3 orang pria datang menghampiri Zuu dengan mengatakan.


" Permisi, Kak bisa tolong kami bertiga?? " kesah salah satu dari mereka.


Zuu yang merasa kebingungan pun ikut sedih.


" Ada apa?? Apa masalah-Nya?? Katakan?? " tanya Zuu dengan resah.


" Mesin mobil kami entah kenapa seperti ada yang bermasalah, kami sangat tidak mengerti hal begitu, bisakah Kakak membantu kami?? " kesah-Nya kembali.


Zuu yang demikian merasa ganjil dengan perkataan mereka, itu sangat membuat Zuu terheran-heran karena, bagaimana bisa seorang pria meminta tolong tentang hal itu kepada seorang wanita.


" T...tapi... " gagap Zuu.


Pria yang satunya lagi malah semakin mengeluh dengan berkata-kata.


" Padahal kami sedang bekerja keras untuk Ibu yang selama ini merawat, memberi kami makanan diwaktu kecil, harapan kami pun menjadi besar itu semua karena adanya seorang Ibu hiks... Sekarang giliran kita bertiga ingin membalas semua jasa-Nya, tapi apalah daya kami, sekarang kedudukan semakin terpuruk hanya karena mesin itu rusak, lalu bagaimana cara kami membantu Ibu makan di pagi hari, di siang hari dan bagaimana jika Ibu meminta sesuatu di waktu tengah malam dengan merintih kesakitan hiks...!!! Tolong kami. " keluh-Nya.


Zuu yang mendengar pun langsung merasa beriba-riba,


Mereka pun merasa cengang dengan ekspresi yang dikeluarkan Zuu.


" Suara-Nya menunjukkan bahwa ia sedang bersedih hati, tapi mulut dan mata-Nya? Lihatlah. " cela salah satu orang itu seraya membisik.


Teman-Nya pun ikut tercengang juga ikut membisik.


" Kau benar, mulut-Nya tersenyum, matanya di pejamkan, air matanya juga tidak keluar, ekpresi seperti apa itu?? " cela temannya juga membisik.


Zuu yang merasa risi dengan tingkah mereka yang saling berbisik-bisik pun langsung bertanya kembali.


" Ada apa?? Bukankah kalian sedang bersusah hati? Kenapa kalian bertingkah begitu?? " tanya Zuu terheran-heran.


" Tapi meski demikian, kecantikannya melindungi keanehannya itu, dia tetap manis dengan wajah seperti itu. Hehe... " tawa mereka dengan berbisik-bisik.


Mereka bertiga pun dengan semangat menunjukkan mobilnya dan Zuu pun mengikuti. Lee yang melihat aksi mereka pun terkejut juga panik, ia langsung ikut kemana Zuu berjalan. Ketika bertanya kembali tentang mobil-Nya, Zuu dibuat bingung lagi oleh mereka.


" jadi, dimana masalah-Nya? " tanya Zuu dengan pecicilan.


" Di dalam mobil Kak. " sahut-Nya.


" Hah?? " terbelalak.


" bukankah... Pada umumnya mesin itu diluar, kenapa mereka mengatakan di dalam mobil? Apa ini? " gumam Zuu dengan terheran-heran.


Kemudian, orang itupun menyahut kembali.


" Mesin dalam kami Kak. Benar mesin yang berada di dalam bermasalah. " ujar-Nya panik.


" Owh... Kenapa tidak mengatakan-Nya dari tadi. Hahaha... " sahut Zuu kembali dengan tertawa kecil.


Ia pun masuk ke dalam mobil. Saat Lee melihat Zuu masuk ke dalam mobil itu, kepanikan-Nya semakin menjadi. Lee memutuskan untuk menghampiri dengan berlari, saat langkahan-Nya yang ke 11 ia terhenti karena Zuu kembali keluar dari pintu mobil itu. Lee dikelilingi kebingungan.


" Apa lagi ini oh!!!??? " gumam-Nya.


Ternyata Zuu keluar hanya untuk mengambil sebuah kotak peralatan di bagasi, Lee mengejar kembali. Saat Zuu ingin menaiki mobil itu, ia ditarik seraya membungkam mulut Zuu oleh Lee dengan sangat kencang dan berlari cepat menjauh dari tempat itu. Lee membawa-Nya di balik tembok bangunan tua, karena berhenti-Nya berlari Zuu semakin meronta-ronta dari bungkaman Lee, ia pun berusaha menenangkan dan membuka masker-Nya untuk menunjukkan diri bahwa dia adalah Lee.


" ini aku!! Ini aku!! Tenanglah " ujar Lee dengan terengah-engah.


" Kak Lee su?? Akh.. Sekarang apa lagi yang dilakukan oleh-Mu hah?? Kau sudah tidak waras?? " cela-Nya dengan geram.


" Kau bisa diam? " tanya Lee dengan kesal.


Karena suara Lee tidak terdengar ditelinga-Nya, Zuu pun sontak bertanya dengan keras.


" Hah??! " lantang-Nya.


Lee sigap kembali membungkam mulut Zuu dengan kencang.


" Ah g*** !! " geram-Nya dengan membisik