Blue Love

Blue Love
Malam Hari Dengannya



Dengan sekuat tenaga Lee melawan mereka, Zuu sangat terkejut melihat Lee yang sangat tangkas juga pandai membela dirinya. 3 Pria itu kalah tertelentang.


" Awuuh... " merintih kesakitan.


" Kesini cepat Kawan!! " berteriak.


Lee langsung menarik tangan Zuu dan lari bersama, Zuu pun bertanya.


" Kenapa tidak melawannya lagi? Kau sangat pandai itu Kak " terengah-engah.


" Diam, dan cepat lari. Apa Kau menginginkan untuk menyerahkan nyawaku?! Mereka memanggil teman-temannya, aku masih belum bosan hidup " terengah-engah.


Ditengah berlari tiba-tiba Zuu terhenti.


" Tunggu-tunggu sepatu-Ku lepas. " ujar Zuu.


" Apa yang Kau lakukan hah! Kenapa disituasi seperti ini masih memikirkan sepatu? " bentak Lee.


" Tapi sepatu itu aku yang membelinya, tunggu... " sahutnya Zuu.


setelah lama mencari akhirnya ketemu.


" Ah ini Dia " tersenyum.


" Hey... Kembali kalian!! " teriak para Pria penjahat itu. Zuu tercengang-bengang dan Lee menarik tangan Zuu dan berlari bersama kembali.


Mereka berdua pun bersembunyi lagi di Dalam Tong Sampah besar. Lee juga Zuu saling memegang erat Tangan.


" Kenapa di Dalam sini sangat bau? " risih Zuu.


" Ini Tempat Sampah, bukanlah hal yang aneh jika berbau busuk seperti ini, sudah tetap diam saja " bisik Lee.


Akhirnya, ketika sesuatu sudah tidak kuat untuk menahan lagi, maka disitulah jatuh akan datang. Brukk... Zuu pun merintih kesakitan.


" Ahh... Ini semua karenamu Kak. Memangnya tidak ada lagi tempat yang layak untuk dijadikan Tempat bersembunyi hah? " dongkolnya.


" Ya memangnya menurutmu dimana lagi kita akan bersembunyi disaat situasi seperti tadi hah? Aku sangat cemas juga panik. Itu sebabnya aku memilih tempat ini. " ujar Lee.


Mereka berdua pun pergi menuju Rumah Min-ah. Sesampainya disana.


" Eh, Kau mau kemana cepat pergi, kembali ke Rumahmu. Sekarang aku akan masuk " ujar Zuu.


" Baiklah, tidur dengan nyenyak Adiak manih " belainya.


" Berhenti menyebutku itu aku tidak suka "


" Baiklah sampai jumpa " ujarnya kembali.


Saat ingin masuk ke Rumah Min-ah, Zuu mendapatkan Notifikasi Chat.


" Hey. Jangan lupa Novelnya " tegur Min-ah.


" Ah... Menyebalkan. Padahal aku ingin langsung mendarat di Kasur yang empuk. " mengeluh.


" Kak.?? " memanggil.


Saat menoleh ke Belakang Lee sudah tidak ada, Zuu mencarinya dan berjalan terus maju Lee ternyata sedang tidur di sebuah Pos Kamling.


" Hey bangun. Apa yang dilakukan oleh-Nya, kenapa Kau malah tidur di Sini? " tanya Zuu.


" Zuu belum masuk Rumah? " tanya kembali.


" Huh... " menghela nafas.


Iapun pergi Lee menahannya dengan memegang tangan Zuu.


" Kau mau kemana lagi? "


" Aku mau ke Toko " jawab Zuu.


" Apa lagi ini? Apa Kau tidak bisa melihat, hari sudah tidak ada, matahari pun sudah tergantikan oleh bulan, Gelap-gelap seperti ini alangkah lebih baiknya digunakan untuk istirahat Zuu " sahut Lee.


" Ah Kau tidak mengerti. Aku akan tetap pergi " jawab Lee kembali.


" Ah tunggu. Aku akan ikut. "


" Terserah "


" Kau lihat aku disini menunggumu menanti... " bersenandung.


" Wah... Ternyata suaramu sangat bagus. Dari mana Kau belajar? " cengang Lee.


" Aku suka lagu ini, sangat bagus bukan? " jawab Zuu.


" Hemm... " sahut Lee.


Sampai nya di Toko Zuu memilih berbagai Buku.


" Wah sangat banyak sekali, tapi dimana ya Buku yang mau aku rekomendasikan ke Min-ah waktu itu.? " gumam Zuu.


" Ah ini saja. Aku memilihmu "


" Bagaimana sudah belum? " tanya Lee.


" Aku menemukannya, mari pergi " ajak Zuu.


" Eh tunggu, Zuu bukankah Buku ini cocok untukmu? " ujar Lee.


" Cara menjadi istri yang baik untuk suami yang tidak dicintainya. Ah tidak suka Cerita seperti ini, aku lebih menyukai cerita seram. Contohnya ini Bloody School. Bagus bukan? " tersenyum.


Zuu merangkul tangan Lee.


" Mari kita bayar " tertawa.


Zuu memberikan uangnya tetapi, Lee menarik tangan-Nya dan memberikan uang Lee kepada pemilik Toko Buku tersebut.


" Aku yang akan membayarnya " tersenyum.


" Oh haha... Itu sangat bagus, tapi ini bukan punyaku "


" Lalu? " gagap.


" Temanku menginginkannya, tapi itu bukan masalah anggap saja ini hadiah untuk perkenalan Kau dengannya. " sahut Zuu.


" Ah, kenapa Dia tidak bilang dari awal. Aku ingin sekali memberikan Dia kebahagiaan, padahal aku ini suaminya. " gumam Lee.


" Ada apa? Kau menginginkan uangnya kembali? " tanya Zuu.


" Ah tidak-tidak. Benar, anggap saja itu sebagai hadiah dari-Ku " geleng-geleng kepala.


" Wah Kau Pria yang sangat baik, aku menyukainya " ujar Zuu.


Lee terkejut dengan ucapan Zuu.


" Uh... Kau suka padaku? " tanya Lee.


" Yah... Aku suka semuanya " sahut Zuu.


Zuu mengantuk dan berjalan sambil menyendengkan kepalanya ke Bahu Lee.


" Hoamm... "


" Tidur saja " ujar Lee.


" Ah tidak mungkin, apa aku harus tidur dengan posisi seperti ini? " tanya Zuu dengan menguap.


Lee menjongkok.


" Ayo naik, Kau tidur diatas Punggung-Ku saja "


" Hah? Ah tidak-tidak, itu lebih mengerikan dari tidur berdiri. Tenang saja aku akan berjalan lebih cepat, ayo " ajak Zuu.


" Baiklah " sahutnya.


Lee bertanya sesuatu kepada Zuu.


" Zuu " memanggil.


" Iya, kenapa? " sahutnya.


" Boleh aku bertanya sesuatu? "


" Apa? " tanya kembali.


" Tolong jawab dengan jujur, jika tidak aku akan...? Mmm... Akan...? " bingung.


" Akan apa!! " bentaknya.


" Aku tidak akan memberikanmu jantung-Ku " gugup.


" Siapa peduli itu, lagi pula siapa yang menginginkan jantung yang sudah tua sepertimu, dan asal Kau tahu, aku ini manusia bukan serigala berbulu putih yang mengincar sebuah nyawa. Aku tidak menginginkannya. " sahutnya.


" Ah kenapa Zuu tidak mengerti maksud-Ku yah, biasanya Dalam cerita Romansa-romansa itu, jantung diperibahasakan adalah cinta atau sebuah sayang yah? Huh... " gumamnya.


" Aku berubah pikiran, bagaimana jika Kau berkata dengan jujur akan kuberi sebuah cemilan yang enak? " belainya.


" Uh... Tentu baiklah. " sahutnya dengan semangat.


" Ada apa dengan wanita ini, Dia lebih memilih sebuah cemilan dibandingkan nyawaku? " gumamnya.


" Zuu " memanggil.


" Aku tahu, mereka menjauhimu karena rambut gondrongmu, itu pasti sangat memalukan bukan? Hahaha... " menyelang.


" Bahkan aku belum melemparkan pertanyaannya padamu " dongkolnya.


" Bukankah Kau bertanya, bagaimana dan kenapa keluargamu mengasingkanmu di Dunia ini? " tanya Zuu.


" Berhenti mengatakan itu, huh... " menghela nafas.


" Zuu. Bagaimana cara menarik hati seorang Wanita apa pendapatmu? " tanya Lee.


Seketika Zuu terkejut.


" Wah... Benarkah ini? Ini sungguh sulit dipercaya tapi inilah kenyataannya. Mmm sebenarnya aku ini kurang bersahabat dengan persoalan Romansa-romansa. Tetapi, mungkin aku bisa sedikit menginfokan sesuatu yang disukai kaum Hawa dan yang tidak disukai olehnya. " tercengang-bengang.


" Kenapa aku sedikit meragukannya yah? " gumam Lee.


" Mungkin yah, mungkin saja. Seorang Wanita menyukai ah aku tidak tahu. " mengeluh.


" Tapi, coba Kau sebutkan saja yang Kau ketahui yang disukai seorang Wanita? Mungkin aku bisa mengiyakan dan mentidakkan " sahut Zuu kembali.


" Kenapa Dia malah bertanya kembali!!? Oh Tuhan apalah salahku ini? " gumamnya Lee.


Perlihatkan jejak kalian 👣💙💕