Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 90



Davee dan Riana duduk berdampingan di dalam mobil. Sedang Endra mengikuti dari belakang dengan mobil lain. Sekarang pukul 07.45 di Swedia yang berarti di Jakarta sudah pukul 12.45. Riana menikmati setiap apapun yang dilewati oleh mobil yang ia tumpangi. Kemarin ia baru saja pergi ke Visby yang di sana terdapat hamparan bunga mawar yang indah juga harum yang menjadikan moodnya dua kali lebih baik. Ya, tentu saja ditemani oleh Davee di sisinya terus menerus sampai pulang, dan juga Endra yang hanya mengawasi dari jauh. Sebenarnya hari ini bukan jadwal untuk keluar hotel, melainkan menjalankan misi berupa kegiatan inti bulan madu. Tapi akhirnya Davee tidak bisa menolak rengekan Riana untuk pergi mengunjungi Kungsträdgården. Riana meyakinkan Davee terus menerus bahwa besok ia tidak akan meminta kemana mana lagi, asal hari ini ia pergi ke taman kota yang menurut pengetahuan yang ia peroleh dari buku buku atau media lainnya, taman kota itu lah taman yang sangat menarik di Stockholm


#Riana


Benar saja, Kota Kota Swedia memang penuh dengan rumah kecil yang dirancang untuk kehidupan sendiri. Nggak salah Negara Swedia dijuluki sebagai Negara dengan jomblo tingkat tertinggi. Ya mungkin juga karena masyarakat Swedia yang lebih liberal. Seperti kata Schultz "orang orang bisa bersama dengan orang lain tanpa harus hidup bersama, pernikahan bukanlah suatu hal yang kaku. Orang orang bisa memilik anak dan tidak menikah" Begitu diantara ucapannya. Dan ternyata ada sesuatu yang menarik yang baru ku ketahui sekarang, masyarakat Swedia dapat dikatakan suka kesepian oleh pengunjung asing, contohnya aku sendiri. Karena memang pada umumnya orang Swedia cenderung nggak banyak bicara di depan umum. Sungguh menarik. Mas Davee hari ini nggak terlalu bahagia, karena seharusnya sekarang berada di kamar hotel dua puluh empat jam bersamanya. Tapi karena aku terus memaksanya akhirnya ia bersedia membatalkan schedule yang telah dirancangnya dan sudah ditulis oleh Sekertaris Endra di jadwal bulan madu ku dan Mas Davee, mereka berdua membosankan sekali bukan? Ah tentu saja.


#Davee


"Mas, aku nggak sabar ingin cepat cepat sampai King's Garden. Sebenarnya aku menginginkan akan terjadi musim semi di sana. Katanya di sana jika musim semi, bunga bunga akan bermekaran. Tapi karena melihat dari aturan bulannya, kemungkinan besar akan ada salju atau musim dingin. Nggak apa apa sih, aku juga menyukai salju. Makanya aku menyuruh Mas Davee dan Sekertaris Endra mengenakan pakaian hangat. Huuu, lama sekali sampainya." Riana tiada hentinya mendeskripsikan tempat yang akan mereka kunjungi, dan setiap sepuluh menit ia selalu mengeluh karena terlalu lama sampai, dia mengaduh karena pinggang dan bongkong sudah terasa sangat sakit sekali. Perjalanan ke Kungsträdgården dari hotel mereka memang cukup jauh, perlu waktu tiga jam perjalanan. Mendengar istrinya sepanjang perjalanan bercerita Davee hanya bisa tersenyum senyum. Kesalnya tergantikan dengan melihat kebahagiaan di wajah Riana. Dan setiap Riana mengeluh, Davee hanya menjawab "Sabar Sayang.."


........................................


Author mau ngajak kalian ngehalu ke Swedia dulu nih. hehhe