
"Ka Davee mau ikan apa?" Tanya Riana pada Davee setelah mereka sampai di pasar.
"Em, terserah kamu aja." Sahut Davee.
"Ya sudah ikan tongkol aja, aku juga mau udang." Davee melilih jualan yang terpampang di hadapannya.
"Kalau udang kamu aja yang makan nanti, aku elergi." Ujar Davee.
"Benarkah? Ya sudah, udangnya nggak jadi Bu. Ikan nila sama ikan tongkolnya aja ya." Ujar Riana kepada ibu penjual.
"Kok nggak jadi? Beli aja, aku nggak apa apa kok kalau kamu emang mau makan udang nanti." Kata Davee, Riana tersenyum saja mendengarnya.
"Aku nggak terlalu pengen kok, kalau kamu nggak elergi aku mending nggak masak di rumah dan nggak makan di hadapan kamu."
"kenapa emangnya?" Tanya Davee pada Riana.
"semuanya 50rb Mba," kata penjual kemudian, membuat Riana melupakan pertanyaan Davee sebelumnya.
"Oh iya Bu, ini uangnya." Riana memberikan selembar uang berwarna biru. "Ka, kayanya udah cukup kita belanjanya. Udah banyak banget nih. Ka Davee cape ya? Hehehe.." Riana tertawa pelan melihat Davee yang terengah-engah membawa kantong belanjaan di kedua tangannya penuh. "Mau aku bantuin?"
"Nggak usah, aku aja. Mobil kita kan deket lagi tuh." Kata Davee, mereka oun meneruskan langkah menuju mobil yang terparkir.
Riana dan Davee sudah berada di perjalanan pulang setelah dari pasar. Kini keduanya sudah berada di rumah.
***
5 hari kemudian, tidak terasa izin meliburkan diri Riana sudah di penghujung tepat hari ini. Riana menyiapkan seragamnya, ia amat rindu dengan sekolahnya terlebih teman temannya.
Riana mencari cari keberadaan Davee, karena ingin mengingatkannya bahwa besok dirinya tak boleh telat mengantarkannya pergi ke sekolah.
"Riana, kamu apa apaan sih?"
"Awas juga Ka Davee fokus banget nontonnya. Tuh cuma film fantasy lagi, nggak seru banget."
"Seru tau, emang kenapa sih kamu teriak teriak sampe gitu? Mendenging nih telinga aku"
"Besok jangan lupa bangun pagi, ingat ya. Awas aja sampe telat, nggak ku kasih makanan di meja."
"Iya iya, kamu tenang aja. Aku pasang alarm nanti."
"Ya udah, aku masuk kamar dulu. Makanan sudah aku siapin di meja ya." Riana berlalu meninggalkan Davee, sedang Davee melanjutkan tontonan yang belum tuntas.
***
Tak terasa hari sudah pagi, Riana melihat jam di handphonenya menunjukkan pukul 04.51. Riana mengucek matanya dan turun dari ranjangnya. Ia menilih terlebih dahulu memasak di dapur karena jikalau ia mandi duluan ia pikir akan membuat badannya bau bawang lagi.
Sementara Davee masih belum sadarkan diri dari tidurnya. Alarmnya kini sudah berbunyi dan bergetar namun tetap saja Davee masih lah Davee yang dulu yang tidak bisa dibangunkan oleh alarm.
Riana sudah selesai memasak makanan yang ada di meja, ia kemudian pergi ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia sudah keluar dan mengenakan seragam putih abu abunya. Dan kemudian bercermin untuk memoles skincare di wajah cantiknya juga mengenakan pita hitam yang ia lingkarkan di kepalanya. Ketika sedang menyisir rambut, Riana teringat Davee. Riana mnghentikan kegiatannya dan pergi ke kamar Davee. Riana melihat Davee masih nyenyak tidur. Riana kemudian mengguncang guncangkan tubuh Davee.
..................................................................
Kalian harus tau ya, author nggak pernah lewatkan 1 hari pun tanpa tidak membuat chapteran novel ini. Hanya saja kadang novel author lama di reviuw pihak noveltoon ya. Author harap kalian ngerti.