Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 28



Sementara Davee melajukan mobilnya menuju tempat yang diarahkan oleh Rani di telpon. Ia kemudian sampai di depan parkiran Cafe lalu cepat cepat mencari keberadaan Rani. Rani yang berada di kursi paling pojok bersama 3 orang lelaki memanggil Davee.


"Rani kamu nggak kenapa kenapa?" Davee tidak memperdulikan 3 laki laki itu.


"Denger ya cewek lo punya hutang sama gua, dan gua nggak mau tau malam ini juga dia harus ngelunasin semuanya atau gua laporan ini sebagai kasus penipuan." Jelas salah satu laki laki itu, sementara Rani terpaku dan menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Berapa hutangnya?" Tanya Davee dingin.


"10 juta!!"


"Sini nomor rekening lo. Gua akan bayar semuanya."


"Ini" Laki laki itu memberikan kertas kecil berisi nomor rekening yang diminta oleh Davee. "Gue akan datang lagi dan akan serius melaporlan ini semua ke polisi kalau lo coba coba bohongin gua." 3 laki laki itu lalu keluar dari Cafe. Davee merangkul bahu Rani dan Rani segera menyenderkan kepalanya di dada Davee.


"Makasih ya Dav, maaf aku harus ngerepotin kamu. Aku janji akan bayar hutang aku nanti sama kamu kalau aku udah punya uang." Ujar Rani.


"Sama sama Ran, dan kamu nggak perlu ganti itu uang itu aku ikhlas kok. Preman itu nggak sempat ngapa-ngapain kamu kan?"


"Nggak kok Dav, Dav kita cari tempat lain yuk."


"Kemana?"


"Ke taman," ajak Rani.


"Ya udah ayo?"


"Yuk," Rani dan Davee meninggalkan Cafe.


15 menit kemudian Rani dan Davee sudah berada di taman, mereka berdua duduk di kursi taman yang di dekatnya di hiasi lampu jalan yang bersinar kekuningan. Rani memeluk Davee erat.


"Dav, kamu kenapa waktu itu nggak nemuin aku? Dan kamu akhir akhir ini susah banget dihubungin."


"E, aku ada urusan aja Ran. Kamu sendiri kan tau Papa aku yang keras kepala jadi aku harus nurutin apa kata Papa ku."


"Dasar si tua bangka," gumam Rani.


"Apa Ran?"


"Eh nggak nggak, nggak apa apa kok. Kamu kapan ngajak aku ke rumah kamu Dav?" Tanya Rani yang masih memeluk pinggang Davee.


"Kamu sabar ya, Papa belum menyetujui hubungan kita Ran."


"Makanya aku nggak suka sama si tua...." Belum selesai Riana menyelesaikan bicaranya ia sudah menyadari bahwa ia sudah keceplosan. Davee mengernyitkan Dahinya. "Eh maksud gue, gue nggak suka sama tukang bersih bersih taman ini."


"Hah?"


"Rani maaf aku harus pulang," Davee melepaskan pelukan Rani.


"Kok buru buru Dav?"


"E, aku harus pulang karena aku bisa dicurigain Papa kalau pulang terlalu malam." Ujar Davee sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Hah? Biasanya juga lo pulang jam 11an ke atas kalau jalan sama gue dan biasanya lo nggak peduliin ucapan Papa lo itu."


"Nggak bisa Ran, udah sekarang aku anterin kamu pulang."


"Nggak perlu aku bisa naik taksi sendiri." Rani mulai memasang wajah kesalnya.


"Jangan gitu dong Ran, aku minta pengertian kamu kali ini aja."


"Ya udah iya iya. Kamu duluan aja pulangnya aku masih ingin di sini."


"Kamu yakin masih mau di sini sendirian dan nggak mau ku antar?"


"Iya Dav, aku yakin. Cup," Rani mengecup pipi Davee. "Jangan lupa transfer uang ke preman tadi ya, aku takut mereka serius dengan perkataannya."


"Eh aku belum tanya. Itu hutang apa Ran?"


"Aku ngutang buat biaya pengombatan Adik aku Dav." Rani memasang wajah sedihnya.


"Bukannya adik kamu di Semarang sama orang tua kamu?"


"Iya, aku ngirim uang 1 bulan yang lalu ke mereka karena Papa ku bangkrut Dav."


"Kamu yang sabar ya, kalau ada masalah kamu jangan sungkan bilang sama aku. Aku pulang duluan ya." Davee berjalan agak cepat meninggalkan Rani yang masih duduk di kursi taman. Davee merasa bersalah meninggalkan Riana yang tadi ketakutan sehingga ia ingin cepat pulang.


 


\_


 


***Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih. Atau mungkin author akan menunjukkan visual Davee di sana dalam beberapa waktu lagi.


Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author


saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Winda Cahyani. Terimakasih atas nama yang disebutkan***