
Hallo...
Nama Author Putriani Winingsih asal Kalimantan Tengah kota Sampit.
Author mau memberitahukan, apabila novel ini up nya lama akan author akan beritahu alasannya di ig pribadi author ya.
Author mau ngabarin juga untuk sabtu dan minggu sepertinya author cuma up 1 chapter atau bahkan tidak sama sekali nanti, karena author ada job make up dan dekorasi untuk minggu ini ya.
Author juga meminta maaf bab 41 belum terupdate soalnya kemarin ada kesalahan dari author sehingga bab 41 harus di revisi ulang.
Author sangat berterimakasih dengan akun yang bernama "Adila Nisa Ardani" karena trlah mendukung dengan vote terbanyak.
Author berterimakasih kepada kalian karena sudah menyukai novel ini dan sabar menanti setiap chapternya. Author mohon maaf jika karakter dan ceritanya tidak sesuai kehendak kalian, author punya pemikiran tersendiri. Jika teman teman tidak menyukai, boleh dihentikan saja membaca novel ini, dari pada komen komen yang bikin author down.
Author sangat berterimakasih sekali lagi pada kalian yang sudah mendukung novel ini, dengan like, komen semangat, dan juga vote.
Jika belum, boleh dari sekarang ya. Author sangat mengharapkan untuk kalian memberikan vote sebanyak banyaknya.
Apa dari kalian ada yang belum tau cara mendapatkan poin? Mari kita lihat bareng bareng caranya ya.
Yang pertama kalian membuka berada pertama dulu, seperti gambar di bawah ini.
Setelah itu di pojok kanan ada tulisan poin, tekan. Setelah itu akan muncul seperti di gambar ini ya.
Jika kalian belum mndaftar akun, kalian harus daftarkan terlebih dahulu.
Nah setelah mempunyai kumpulan poin kalian vote novel ini ya. Caranya.. Buka novel "Suamiku Mesum"
Di pojok bawah kanan ada tulisan "Vote", tekan. Lalu muncul seperti gambar di bawah
Di pojok kanan tulisan "vote", tekan lah dan pilih poin.
_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•_•
Davee dan Riana sudah selesai menyantap sarapannya. Mereka segera pergi ke mobil untuk membawa ketujuan mereka. Setelah Sampai di sekolah, semua mata tertuju pada mobil hitam milik Davee terutama para siswi yang tak pernah berhenti menatap ketika Riana keluar dari mobil Davee. Riana tersenyum manis pada Davee yang berada dalam mobil, namun Davee jelas terlihat karena kaca mobil terbuka lebar.
"Hati hati di jalan dan semangat untuk kerjaan barunya.."
"Iya, kamu juga semangat belajarnya.." Davee melambaikan tangannya dan lalu di balas oleh Riana.
"Eh, Ka Davee. Uang jajan.." Riana mengulurkan tangannya.
"Oh iya, hampir saja aku lupa. Ini.." Davee mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah.
"Traktir saja sahabat mu itu, anggap saja sebagai ucapan terimakasih mu karena sudah tidak membiarkan kamu kelaparan kemarin di sini." Jelas Davee. Riana lalu tersenyum mendengarnya dan segera memasukan uang itu ke sakunya.
"Terimakasih, ya sudah Kakak hati hati ya. Nanti kalau aku sudah pulang, aku telepon."
"Baiklah.." Davee lalu meluncurkan mobilnya dan perlahan hilang dari pandangan Riana.
Riana melangkahkan kakinya melewati koridor sekolah. Ketika Riana melewati kelas XII Perhotelan, ia dicegat oleh kelompok Rika yang sepertinya sudah menunggunya dari tadi. Tatapan Rika yang menatapnya tajam seperti ingin menerkam. Riana tidak ingin berhadapan dengan kelompok Rika yang sudah dari dulu senang mengganggu Riana. Riana memilih untuk melangkah pergi dan tidak ingin memperdulikannya, namun tangan Rika mencekam tangannya.
"Lo ada hubungan apa sama Ka Davee?" Tanya Rika dengan mata melotot.
"Bukan urusan lo!"
"Heh, dasar perempuan murahan! Oh gue tau, kenapa banyak cowok yang suka sama lo. Pasti karena lo memberikan secara gratis tubuh lo kan? Iyakan?!"
"Lo yang perempuan murahan! Buktinya lo ngejar ngejar cowok yang nggak menyukai lo sama sekali dan malah cowok cowok itu kepincut sama gue kan." Ujar Riana sambil menyeringai lalu pergi meninggalkan Rika. Rika menghentakkan kakinya karena kesal, wajahnya kini memerah karena kata kata Riana yang membuatnya terasa malu.
Sesampai di kelas, Riana di sambut oleh kedua sahabatnya.
"Riana, pagi pagi gue sudah mendengar gosip tentang lo Ya." Kata Linda bicara dengan cepat seperti kebiasannya.
"Oh ya? Gosip apa?" Tanya Riana dengan santai sambil mendudukan bokongnya di bangku bersebelahan dengan Amanda.
"Tadi kami dengar dari cewek cewek perhotelan, lo kemarin sore dijemput laki laki ganteng dan Rika si centil itu marah sama lo." Kata Amanda dengan semangat bercerita.
"Dan lo ditolong sama laki laki ganteng itu karena lo jatoh oleh Rika. Apa itu benar Riana?" Lanjut Linda lagi.
"Iya benar," Jawab Riana santai. Amanda dan Linda bertatapan lalu menaikkan alis mereka.
"Yang benar lo, cowok itu siapa?" Tanya Amanda.
"Apa kalian lupa aku sudah punya suami? Siapa lagi kalau bukan Davee yang menjemput aku kemarin sore dan mengantar aku pagi ini juga."
"Davee? heh, gue lupa lo sudah menikah dengan si laki laki kekar dan ganteng sepanjang sejarah itu, pantes saja gosip ini cepat tersebar begitu luas seperti virus menyebar di udara." Ucap Linda.
"Gue nggak terlalu mikirin gosip itu," Ujar Riana sambil menyenderkan punggungnya.
"Lo gimana sama Davee, Ya?
"Baik baik aja.."
"Udah itu belum?"
"Apaan sih kalian berdua ini, aku yang nikah kalian yang *****."
"Em percintaanya seperti gaya gaya yang pernah kita tonton dulu nggak, Ya?" Linda mengingatkan pada sebuah tontonan yang pernah mereka lihat di laptop Linda 1 bulan lalu.
"Sssttt, kalian berdua masih bocil." Ujar Riana seraya mengacungkan telunjuknya di depan bibirnya.
"Ah lo nggak seru deh." Ujar Linda lesu.
"Makanya nikah,"
"Gue mau nikah, tapi bokap gue nggak mau nikahin gue." Ujar linda lagi.
"Siapa juga yang mau jadi suami lo yang pecicilan gitu." Ucap Amanda mengejek, Riana ikut tertawa mendengarnya.