
Riana merapatkan giginya, memandang tajam Davee dan Rani secara bergantian.
"Riana, ini hanya pertemuan yang sama sekali nggak direncanakan. Aku nggak tau akan ketemu Rani di sini. Tolong kamu jangan marah Riana."
"Dav, ini siapa kamu sih?" Rani mendekati Riana dan Davee. "Aku pacar Davee.." Rani menyodorkan tangannya pada Riana, berharap jabatan tangannya dibalas oleh Riana, namun tentu saja itu mustahil.
"Rani!" Davee membentak Rani. Sementara Riana seakan naik darahnya semakin menggebu, air matanya mengucur deras.
"Loh, kan kita emang pacaran, Sayang.." Rani menggelayuti tangan Davee. Walau dengan cepat Davee sudah melepaskannya, namun masih saja membuat Riana semakin marah. Riana bangun dari tempat duduknya lalu berlari meninggalkan Davee dan Rani.
"Kamu keterlaluan Rani!" Bentak Davee sebelum akhirnya mengejar Riana.
Rani tersenyum menyeringai.
"Aku nggak peduli kalau pun dia adalah pacar kamu Dav, aku tetap akan mengejarmu." Rani ikut membawa kakinya berjalan, bukan untuk mengejar Riana namun tentu saja untuk Davee.
Sementara Riana, tidak tahu kemana ia harus berhenti berlari. Ia tahu jikalau Davee ada di belakangnya. Riana terus berlari tanpa memperhatikan sekitar sampai pada akhirnya...
Baghhh...
Akhhhhh..
Tubuh Riana terpental, darah segar mengucur pada kepala Riana. Mobil yang berkecepatan sedikit tinggi tidak dapat mengendalikan remnya ketika Riana berlari melewati jalan raya. Dalam 1 menit sudah banyak orang yang mengelilingi tubuh Riana.
"Dimana Riana, apa dia ada dalam salah satu rombongan ini." Davee bergumam sambil memandangi satu persatu orang di sana. "Ada apa ya?" Tanya Davee pada salah satu penonton kecelakan.
"Ada seorang wanita yang ditabrak, Mas."
"Oh makasih Pak." Davee sama sekali tidak menyadari atau pun ada terbesit sedikit pun di pikirannya bahwa korban itu adalah Riana istrinya, karena memang jaraknya dengan Riana saat berlari cukup jauh dan juga susah untuk Davee terus memfokuskan pandangannya pada Riana yang berlari, karena banyaknya orang orang yang menghalagi. "Riana kamu di mana?" Gumam Davee.
Setelah cukup lama Davee memperhatikan orang orang itu, tubuh Riana sudah di angkat oleh seorang laki laki paruh baya yang menabrak Riana. Davee terbelalak setelah melihat jelas korban kecelakaan itu adalah istrinya, Riana.
"Tidakk!! Riana.." Davee dengan cepat berlari ke arah Riana yang sudah ingin dimasukan di dalam mobil. "Pak, ini istri saya Pak. Mobil saya jauh dari sini, saya minta tolong untuk antarkan saya dan istri saya ke rumah sakit." Ujar Davee yang sama sekali tidak tenang.
"Baiklah, kamu masuk lah. Kita akan ke rumah sakit." Ujar Bapak separuh baya itu, Davee menurutinya. Kemudian mobil itu melaju.
Sementara Rani, baru saja sampai di lokasi karena ia berjalan cepat bukan nya berlari saat mengejar Davee.
"Permisi, ada apa ya ini rame rame di sini?"
"Baru saja ada kecelakaan, Mbak. Tapi korban sudah di bawa ke rumah sakit. Suaminya juga sudah ada bersamanya tadi."
"Oh begitu, baiklah." Jawab Rani dengan santai. Orang orang yang mendengar jawabannya mengelengkan kepala karena terkejut melihat respon Rani yang sangat sesantai itu. "Coba saja yang ditabrak adalah Riana. Aku akan sangat senang, namun tentu saja itu bukan Riana karena yang ditabrak seorang yang sudah mempunyai suami." Gumam Rani.