Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 35



( Jangan cuma nyuruh author lanjut ya, kalian harus dukung juga author dengan cara like, komen, dan tentunya vote sebanyak banyaknya. Terimakasih )


"Ka, Ka Davee. Ih..." Riana bertambah keras mengguncang bahu Davee. Davee membuka matanya.


"Eh aku kesiangan ya?" Davee segera bangkit dari tempat tidurnya dan pelangak pelongok karena masih terbawa kaget dibangun kan oleh Riana. Sementara Riana memasang wajah cemberutnya dan melipat kedua tangannya di depan dadanya sendiri.


"Udah, liat tuh sudah jam berapa?" Riana mengarahkan tunjukkannya pada jam dinding. 05.49.


"Aduh, kok bisa. Aku udah hidupin alarm tadi malam." Davee kemudian mencari cari handuknya.


"cepetan mandinya." Ujar Riana mengingatkan lagi lalu duduk di tepi ranjang Davee sambil memainkan handphonenya.


Davee kemudian keluar dari kamar mandi yang menggunakan handuk melilit di pinggangnya. Riana yang sudah terbiasa melihat Davee yang bertelanjang dada hanya meliriknya sebentar lalu memfokus kembali pandangannya pada layar handphone di tangannya.


"Kok dandan nya cantik banget sih?" Tanya Davee sambil memasang celananya.


"Kan emang setiap hari nya aku cantik." Jawab Riana ketus.


"Tapi itu pake yang di bibir merah banget. Biasanya juga nggak setebel itu."


"Emang kenapa sih, aku itu emang biasanya kaya gini kalau ke sekolah. Ka Davee lama banget sih." Riana melepaskan handphonenya dan mendekati Davee yang lagi memakai kemeja abu abu rokok. Riana memasangkan kancing kancing kemeja Dave. Davee bingung melihat perlakuan Riana kepada namun ia tidak menolak dan membiarkan Riana menyelesaikan pekerjaannya.


"Pulang jam berapa hari ini?" Tanya Davee.


"Jam pulang ku nggak pasti, nanti aku hubungin Ka Davee aja. Ka Davee mau kemana sih pakai dasi segala?" Tanya Riana setelah Davee menyodorkan dasi kepada Riana, secara tidak lisan menyuruh Riana memasangkannya.


"Aku mau langsung cari kerjaan. Dan aku kayanya sih lebih besar berkeinginan untuk kerja di kantor Papa." Ujar Davee.


"Cepetan, tadi nyuruh cepat sekarang sempat sempatnya aku dibikin seperti model."


"Oh iya yah, lupa.." Riana cepat cepat menyisir rambut Davee menjadi gaya rambut Davee seperti biasanya. "Ayo kita sarapan..."


Sarapan sudah selesai mereka santap. Riana dan Davee keluar rumah untuk segera berangkat. Riana mengeluarkan permen dari sakunya lalu mengemutnya.


"Ka Davee, fotoin aku dulu dong. Aku mau update story." Riana menyerah handphonenya pada Davee, Davee hanya diam dan menurutinya saja. "Cekrek"



"Wah, Ka Davee bisa jadi fhotografer handal aku nih." Ucap Riana setelah melihat hasil jepretan Davee dan lalu mencubit pipi Davee yang tersenyum senyum.


 


......................................................


 


**Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih. Atau mungkin author akan menunjukkan visual Davee di sana dalam beberapa waktu lagi.


Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author


saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Winda Cahyani. Terimakasih atas nama yang disebutkan**