
Davee dan Riana duduk pada kursi taman di bawah pohon Rindang.
"Mas, aku lupa kita kan belum sarapan."
"Kamu benar, kita cari makan dulu yuk?"
"Ayok.."
Keduanya sudah sampai di restoran yang tidak jauh dari taman.
"Aku mau pesan puiling 3 rasa, veggie burgers, buttery honey mustard salad, Minumnya jus jeruk." Kata Riana pada seorang waitress.
"Yakin habis?" Tanya Davee, ia sedikit terkejut dengan pesanan Riana.
"Yakin Mas, aku laper. Mas nggak boleh minta."
"Baiklah, saya pesan sup jagung kepiting sama ikan dori saos Xo. Minumnya sama aja."
Terlihat Waitress itu sibuk mencatat menu makanan Riana dan Davee lalu pergi meninggalkan meja mereka.
"Setelah ini kita kemana Mas?"
"Ke mall," jawan Davee singkat.
"Ngapain?"
"Beli baju tidur dan lingerie untuk kamu?"
"Apa!! Mas yang benar saja, aku nggak mau pakai lingerie." Mendengar ucapan Riana yang sedikit keras, pengunjung restoran mengarahkan pandangan mereka pada meja Riana dan Davee. Riana yang menyadarinya langsung memelankan bicaranya, sedang Davee terkekeh.
"Nggak peduli kamu mau atau nggak, yang penting aku mau."
"Mas!!"
Di tengah Riana ingin mengayunkan tangannya untuk memukul Davee, hidangan sudah datang. Riana terlihat ceria melihat makanan yang dipesannya sudah bisa ia lahap.
"Enak sekali, Mas lain kali kita makan di restoran ini lagi ya?"
"Kamu boleh ke sini setiap hari, ini restoran milik mu." Ucap Davee dengan santai.
"Maksud Mas?"
"Restoran ini merupakan cabang perusahaan kita, di kota ini ada 12 cabang berdiri. Sebelum menikah apa kamu nggak pernah ke restoran?"
"Enak saja, walau jarang aku pernah kok ke restoran."
"Paling juga 1 kali seumur kelajangan mu itu."
"Ih Mas..." Riana memukul bahu Davee. Davee hanya tertawa melihat istrinya.
Makan berkedok sarapan sudah selesai, Davee langsung mengajak Riana ke mall. Setelah sampai Davee dan Riana menuju tempat segala pakaian dalam tersedia. Riana menghela nafas tidak suka. Sedang Davee terlihat sangat bersemangat memutar mutar bola matanya memilih milih set boyshorts.
"Kamu nggak mau pilih?" Tanya Davee dengan senyum ceria pada Riana.
"Aku malu Mas, pramuniaganya cengang cengang tuh. Pasti mereka menyangka kita pasangan pacaran." jawab Riana lirih, ia sadar bahwa pramuniaga memperhatikannya.
"Mba, tolong jangan mencengai istri saya." Ujar Davee dengan santai, semua pramuniaga tertunduk malu dan pura pura menyusun celana dalam yang sudah rapi di rak.
"Mas, malu ih."
"Kenapa lagi Sayang?"
Deg
Deg
"Jantung gue," Riana merasai dadanya yang berdebar dengan tangannya. "Nggak apa apa Mas."
"Apa!!" Riana terbelalak.
"Kamu suka hijau kan?"
"I, iya sih tapi kan...."
"Tapi apa sayang, hem?..." Menjepit hidup Riana dengan jarinya.
"Coba deh nggak usah panggil panggil sayang, jantung gue bisa copot tau!"
Davee meninggalkan Riana yang terpaku untuk membayar belanjaannya, lebih tepatnya belanjaan untuk Riana. Riana menatap kesal suaminya.
"Bagaimana mungkin lingerie sebanyak itu dia borong." Gumam Riana sambil menatap kantong belanjaan yang hampir berpuluh puluh.
"Riana?" Riana memalingkan wajahnya, mencari sumber suara yang memanggil suaranya.
"Linda? Amanda?" Riana mempercepat langkahnya ke arah Linda dan Amanda berdiri.
"Lo kenapa nggak sekolah?" Tanya Linda.
"Gue kesiangan."
"Hah? Kesiangan?"
"Iya, kenapa sih?"
"Tadi ada orang dewasa yang ijinin lo sama wali kelas, katanya lo sakit."
"Gue nggak sakit kok...."
"Riana, Aku anter ini ke mobil dulu ya." Kata Davee sambil menjijing kantong belanjaan yang penuh di tangannya tanpa memperhatikan Linda dan Amanda.
"Iya Mas, aku tunggu di sini." Jawab Riana.
"Suami lo makin hari makin ganteng aja deh.." Ucap Linda.
"Dan tunggu tunggu, lo ngapain di tempat ini? Itu Ka Davee belanjain lo lingerie ya? So sweet banget.." Kata Amanda sambil memonyongkan bibirnya.
"Ih yang ada gue malu tau."
"Suami baik gitu malah nggak disyukurin.."
"Terserah lo berdua, dan kalian ngapain ke mall masih pakai seragam sekolah gini. Ini kan belum jamnya pulang. Lo berdua bolos ya? Nakal banget sih."
"Ih enak aja, kami ini anak pintar. Tadi sengaja dipulangkan cepat karena guru gurunya pada rapat. Makanya kam..."
"Sayang, kamu mau makan lagi?" Belum sempat Linda melanjutkan bicaranya Davee sudah datang.
"Boleh Mas, tapi ajak Linda sama Amanda ya?" Menggelayuti tangan Davee.
"Iya boleh.." Jawab Davee singkat.
"Horey, Amanda Linda ayo makan. Kalian pasti lapar kan? Gue traktir."
"Ehem ehem,.." Davee berdehem.
"Eh suami gue maksudnya." Riana mengganti kata katanya, Davee tersenyum senang mendengarnya.
--------------------------------------------------------------
Minggu ini vote siapa lagi ya yang tertinggi?
Author punya novel baru berjudul Gulali, silahkan baca ya...