
• Visual Riana
• Visual Davee
• Visual Amanda
• Visual Linda
• Visual Rani
Amanda mengantar Riana sampai ke depan pintunya.
"Man, gue pulang ya? dah.."
"Iya Ya, hati hati ya. Kalau Davee jahat sama lo jangan simpen sendiri, gue bakal bantu hajar suami lo itu." Ujar Amanda yang berdiri di tengah tengah pintu.
"Iya iya, *see you baby.."
"See you*.."
Riana setengah berlari menyusuri halaman rumah Amanda yang luas untuk menemui Davee yang menunggunya.
"Pak, Riana pulang Pak." Ujar Riana ke pada satpam.
"Iya Nona, hati hati Non.."
"Oke Pak."
Pak satpam membukakan pagar dan terlihat mobil hitam Davee yang sudah terparkir. Riana memelankan langkahnya dan segera memasang wajah kesal kepada Davee yang melihat ke arahnya. Riana membuka kasar pintu mobil dan lalu duduk di sebelah Davee. Kemudian Davee perlahan melajukan mobilnya.
"Lo kok nggak bilang bilang perginya?" Tanya Davee setelah beberapa saat mereka hanya diam seribu bahasa. Davee mencoba memulai membuka topik diantara keduanya.
"Lo istri gue," balas Davee.
"Heh, mana ada suami ketemuan sama pacarnya dan ninggalin istrinya yang lagi ketakutan."
"Ya gue minta maaf. Rani tadi diperas sama preman dan selain gue nggak ada lagi yang bisa nolongin dia." Jelas Davee.
"Gue nggak peduli," Riana mengarahkan pandangan ke jendela mobil.
"Untung di instagram lo ada email lo jadi gue bisa ngelacak alamat rumah temen lo tadi. Lo buat gue pusing tau nggak!"
"Denger ya, gue sama sekali nggak nyuruh lo buat nyari gue! Gue nggak butuh peduli dari lo." Riana menaikkan nada bicaranya.
"Gue juga nggak mau peduliin lo apalagi nyari lo kalau bukan lo istri gue!"
"Heh" Riana tersenyum sinis. "Tapi kenyataannya lo ninggalin gue sendirian di rumah dengan alasan nemuin si Rani pacar lo itu. Suami macam apa lo."
Davee memilih diam agar masalahnya tidak berpepanjangan. Ia melajukan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya. Sementara Riana memilih untuk menikmati pemandangan jalan melalui jendela mobil yang di bukanya lebar.
10 menit kemudian mobil Davee sudah memasuki garasi rumahnya. Riana lebih dulu turun dari mobil dan memasuki rumah, sedang Davee kemudian mengikuti Riana. Riana membuka kamarnya yang ternyata terkunci. Tentu saja Riana merasa kekesalannya meningkat sangat pesat, ia merapatkan giginya kemudian menatap Davee tajam.
"Lo kan yang ngunci kamar gue? Sini kuncinya." Riana mengulurkan tangannya.
"Lo kan takut, lo harus tidur sama gue." Davee sama sekali tidak memalingkan pandangan kepada Riana dan langsung memasuki kamarnya. Riana mendengus kesal, ia kemudian menuruni tangga menuju sofa tamu yang empuk.
"Heh, lebih baik gue tidur dengan dimakan hantu dari pada sama manusia gila sepanjang masa itu." Ujar Riana bermonolog. Ia lalu merebahkan tubuhnya pelan pelan.
Davee melihat jam di tangannya, waktu sudah menunjukkan lebih dari 10 menit Riana tidak juga masuk kamarnya. Ia menaikkan alisnya lalu melangkah keluar mencari Riana.
"Riana?" Melihat Riana yang tidak ada tanda tandanya di lantai atas, Davee kemudian menuruni tangga. "Kaki?" Gumam Davee, ia melihat sepasang kaki yang berselonjor keluar dari sofa sementara tubuhnya tidak terlihat karena terhalang oleh senderan sofa. Davee mendekati apa yang lihatnya, dan ternyata itu tidak lain dan tidak bukan adalah Riana yang sudah tertidur pulas.
______________________________________
**Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih. Atau mungkin author akan menunjukkan visual Davee di sana dalam beberapa waktu lagi.
Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author
saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Winda Cahyani. Terimakasih atas nama yang disebutkan**