Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 71



Setelah selesai menyelesaikan misi suaminya, yaitu memandikan tubuh Davee. Riana melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena ulah Davee. Ia memilih baju tidurnya kembali dan setelah mendapatkannya ia mengenakannya. Sedang Davee duduk di tepi ranjang dengan masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Melihatnya Riana terheran, mengapa ia tidak juga pergi ke kamarnya untuk berpakaian.


"Apa dia ingin aku mengenakan pakaian untuknya juga?" Batin Riana. "Mas, kenapa belum ke kamar mu juga?"


"Aku menunggu mu..."


"Hah? Kenapa?"


"Aku ingin kamu memakaikan ku baju dan celana."


"Apaaa!" Riana terkejut ternyata pikirnya barusan adalah benar. "Stop Mas, kamu itu bukan bayi ku."


"Cepatlah, aku sudah mengantuk."


"Salah sendiri!"


"Riana kamu ngapain lagi? Cepatlah!" Tanpa memalingkan pandangan pada Riana. Riana merapatkan giginya karena kesal.


"Aku ingin tidur Mas, aku ngantuk. Mas sendiri saja ya?" Ujar Riana memelas. Davee memandang Riana kemudian beranjak dari duduknya dan meraih tangan Riana lalu menariknya untuk berjalan mengikuti langkah Davee. Riana berdecak kesal, namun akhirnya mengikuti kemauan Davee.


Setelah memasuki kamar Davee, Davee melemparkan tubuhnya sendiri di atas ranjang yang empuk. Sedang Riana terlihat bingung, ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Apa ia harus ikut merebahkan tubuhnya juga di samping Davee atau mencari baju tidur Davee yang ia tidak ketahui di mana kolong lemari yang menyimpan bermacam macam baju tidur itu.


"Riana ke sini lah..." Sambil menepuk nepuk tempat kosong yang berada di sebelahnya. Riana mengernyitkan dahi.


"Oh Tuhan, mengapa lelaki ini??"


"Riana, mengapa diam saja? Cepatlah."


"Mas, bukannya tadi kamu menyuruhku untuk mengenakan mu pakaian?"


"Aku sudah berubah pikiran, aku ingin tidur bersamamu saja."


"Mas, pakai baju dulu dong."


"Nggak mau, Riana cepatlah kesini."


Riana berdecih kesal, sangat kesal. Dengan terpaksa Riana menaiki ranjang, dan berbaring di samping Davee. Davee tersenyum cerah mengalahi sinar mentari besok hari mungkin. Davee mengangkat tangannya dan melingkarkannya pada perut Riana.


"Jangan pergi Riana..."


"Iya Mas, aku masih di sini."


Cup,,,


Sebuah kecupan mendarat di pelipis kanan Riana. Riana terdiam mematung, sambil merasakan debaran jantung yang berdetak cukup cepat.


"Mas, tidurlah.." Riana mencoba menghilangkan debaran di dadanya.


"Mas, kita masih punya banyak waktu bersama. Kalau kita begadang, besok aku akan mengantuk di sekolah dan kamu juga akan kelelahan di kantor." Riana memberanikan mental memiringkan tubuhnya menghadap Davee dan mengelus pipi Davee.


Davee? Tentu saja hatinya seketika di tumbuhi ribuan bunga bunga cantik nan berseri. Senyumnya bersemayam di wajahnya.


"Mengapa dia tersenyum senyum begini, aku kan ingin membuatnya mengantuk. Dasar cunguk!" Batin Riana menggerutu. "Mas ingin ku nyanyikan sebuah lagu tidur?"


Davee melebarkan senyumnya lagi, lalu anggup anggip menerima tawaran Riana.


"Ehem," Riana menyiapkan tenggorokannya untuk menyanyikan bayi besarnya itu. Tangannya berpindah di atas dada Davee, melukiskan ribuan garis asal. Lalu membuka mulutnya untuk mulai menyanyikan lagu tidur untuk suaminya itu. "Menatap indahnya🎼


senyuman di wajahmu🎼


Membuatku terdiam dan terpaku🎼


Mengerti akan hadirnya cinta terindah🎼


Saat kau peluk mesra tubuhku🎼


Banyak kata🎼


Yang tak mampu kuungkapkan🎼


Kepada dirimu🎼


Aku ingin engkau selalu🎼


Hadir dan temani aku🎼


Di setiap langkah yang meyakiniku🎼


Kau tercipta untukku🎼


Sepanjang hidupku🎼


Aku ingin engkau selalu🎼


Hadir dan temani aku🎼


Di setiap langkah yang meyakiniku🎼


Kau tercipta untukku.........🎼 " Riana berhenti dengan nyanyiannya karena melihat Davee sudah terlelap. Riana tersenyum lalu mencolek hidung Davee pelan dan kemudian memejamkan matanya juga.


------------------------------------------------------------------


Pemberi vote terbanyak minggu ini adalah Yeni Puspita Sari, Terimaksih banyak Yeni atas dukungan mu...