
"Mama, aku kangen." Riana memeluk dan mengecup kedua belah pipi Mama Rahma.
"Iya Sayang. Mama juga kangen banget dengan anak Mama yang cantik ini."
"Hehe, istri mu masih manja aja ya, Dav." Sambil menepuk pelan bahu Davee.
"Maklum Pa, namanya juga kangen."
"Riana, berat badan kamu sepertinya bertambah Sayang."
"Iya Mah, aku sering makan hehe.."
"Jangan jangan di perut kamu sudah ada benih Davee?" Tanya Papa Darmawan.
"Papa!" Riana memekik.
"Bukannya Riana tidak boleh hamil sekarang, Pa?" Tanya Davee.
"Riana akan segera lulus dan kamu juga sudah menjadi CEO Dav, masa depan Riana dan anak anak mu nanti sudah bisa di jamin. Papa juga nggak sabar pengen nimang cucu." Jelas Papa Darmawan, Davee anggup-anggip sambil tersenyum senyum cerah dan memandang Riana yang memandang tegang pada Papa Darmawan.
"Baiklah Pa, secepatnya aku akan menanamnya di perut Riana." Ujar Davee santai sambil melihat Riana, tentu saja wajah Riana sekarang merah merona bak tomat matang.
"Haha, Iya Dav. Oh iya apa kalian akan menginap di sini?"
"Nggak Pa, mungkin lain kali saja aku dan Riana menginap di sini."
"Baiklah Dav, kalau begitu jangan menolak untuk makan malam bersama."
"Tentu Pa."
Davee dan Riana mengikuti orang tua nya untuk makan malam bersama. Riana mengambilkan makanan untuk Davee.
"Riana, bagaimana rasanya menjadi seorang istri?" Tanya Papa Darmawan membuka obrolan malam.
"Seru Pa. Jadi sering masak, dibeliin baju, kosmetik, jajan yang banyak sama Mas Davee. Mas Davee juga baik sama Ria, Ria bahagia Pa." Ujar Riana, Davee tersedak mendengar ucapan istrinya. Ada rasa lucu juga bahagia di lubuk hatinya setelah mendengar itu. "Mas, ini minum dulu." Riana memberikan air putih pada Davee. Papa Darmawan dan Mama Rahma terkekeh melihat anak dan menantunya demikian.
"Davee merasa ada yang beda setelah Menikah dengan Riana, Ma." Semua hening hanya tanda tanya di otak mereka. Terlebih Riana, ia menjadi getir menguyah makanan di mulutnya sendiri. "Davee merasakan Davee harus menjadi lelaki yang bertanggung jawab sejak 3 bulan lalu untuk istri Davee yaitu Riana, dari itu Davee berkerja keras untuk belajar hingga dalam 3 bulan Davee bisa mencapai misi untuk menjadi seorang CEO, Pa. Dulu Davee nggak pernah kepikiran untuk menjadi bagian dari perusahaan Papa tapi sekarang Davee akan berusaha keras untuk menjadi suami yang patut Riana banggakan." Jelas Davee, Riana menutup mulutnya rapat rapat tanpa mengedipkan mata mendengarkan penjelasan Davee demikian. Dada Riana berdegup kencang.
"Riana, dengarlah apa kata suamimu. Kamu juga harus menjadi seorang istri yang baik untuk Davee."
"Iya Pa," jawab Riana. Dadanya masih berdegup tidak beraturan, ada perasaan senang dan terharu di sana. Pipinya memerah, Davee melihat wajah istrinya Davee lalu merangkul punggung Riana sambil tersenyum Riana kemudian membalasnya dengan manis. Pun dengan orang tua Riana, mereka bahagia melihat pasangan muda di hadapan mereka.
jam sudah menunjukkan pukul 07.30 Davee dan Riana sudah bersiap untuk pulang, Riana memeluk orang tuanya sedang Dave menyalami kedua mertuanya juga.
Di perjalanan Riana memilih untuk tidur ia merasa sungkan dengan Davee setelah mendengar kata manis Davee di rumah orang tua nya tadi dan lagi tubuhnya juga terasa lelah setelah berjalan jalan tadi siang. Davee membiarkan Riana beristirahat, sesekali ia tersenyum melihat wajah cantik Riana yang terlihat nyenyak ditengah tidurnya itu.
Setelah sampai di garasi, Davee ingin mengangkat tubuh Riana karena ia tidak tega membangunkan istrinya. Namun baru saja Davee memegang bahu Riana, Riana sudah terbangun.
"Mas, apa sudah sampai?"
"E, sudah Riana. Apa perlu ku gendong?"
"Nggak usah, Mas. Ayo kita masuk ke rumah."
"Ya sudah," Davee berjalan beriringan dengan Riana.
"Mas, aku mau beres beres rumah dulu. Kamu mandi lah duluan."
"Apa mau aku bantu?"
"Tidak perlu Mas, sana mandi lah. Mas bau..." Riana menutup hidungnya mengejek Davee.
"Baikah," Davee mencium pucuk kepala Riana. Riana ternganga sampai hilangnya bayangan Davee di hadapannya.
Davee sudah menyelesaikan mandinya. Sedang Riana baru memulai untuk menetralkan cairan cairan asam di tubuhnya dengan basa, kata sederhananya adalah menghilangkan keringat dengan sabun mandi. Hahaha...
Riana keluar dari kamar mandi setelah tubuhnya dibersihkan dan sekarang hanya terbalut handuk yang melilit di dadanya yang panjang hingga atas lutut nya. Riana keluar dengan sambil menggosok gosok rambutnya sehingga ia tidak menyadari bahwa Davee ada di ranjangnya, setelah mata Riana melihat sosok Davee hampir saja ia berteriak karena kaget.
"Mas ngapain di sini? Ngagetin aku aja."