Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 47



"Lo yang nggak ada kerjaan, setiap hari godain semua cowok yang gue sukain." Ujar Rika dengan galaknya.


"Rika, kita harus ngasih pelajaran sama ni cewek genit." Ucap Firna yang tidak lain adalah bagian dari kelompok Rika.


"Kalian kelompok nggak laku ya? Kasian banget sih hidup jadi seperti kalian." Riana menyeringai. Rika menatapnya tajam penuh amarah.


"Dasar cewek nggak tau diri!..." Rika sudah melayangkan tangannya, dan sedikit lagi akan mendarat di pipi Riana namun dengan cepat Linda menahan tangan Rika.


"Lo jangan macem macem sama Riana," ujar Linda, Rika menguatkan tenaganya untuk melepaskan cengkeraman Linda.


"Heh, lo nggak usah ikut campur!" Kata Endang, yang juga merupakan bagian kelompok Rika. Endang mendekati Linda dan menatapnya tajam.


"Apa?? Kenapa emangnya? Lo mau apa kalau gue ikut campur?" Ujar Linda sambil mendongak dongakkan kepalanya.


"Lo kurang ajar banget sih." Endang menerjang Linda, menarik rambut Linda lalu serangan itu di balas oleh Linda.


Semua orang yang ada di kantin hanya menatap perseteruan mereka dan tidak ada yang ingin meleraikan, kecuali Riana dan Amanda yang berusaha menarik Linda. Hingga akhirnya datang seorang guru yang tidak sengaja melintas melewati kantin.


"Ada apa kalian ribut ribut di sini, hah?" Ujar guru laki laki berkulit sawo matang dengan gaya potongan rambut buzz cut. Memakai pakaian olahraga. Ya, karena beliau adalah guru olah raga di sekolah Riana. "Kalian semua ikut ke ruangan bimbingan konseling." Ujar Pak guru lumayan kece itu, wajahnya terlihat sangar sekarang. Kelompok Riana dan kelompok Rika mengikuti jalannya Pak Sam seorang guru olahraga yang mempunyai tubuh jakung itu.


Sesampai di ruangan yang di tuju, Pak Sam memberitahukan pada guru BK tentang kesalahan mereka hingga dirinya membawa siswi siswi itu ke ruang yang di kenal tempatnya bergundah gulana karena kesalahan.


"Apa kalian sudah merasa jagoan, hah? Jawab saya!" Bentak Bu mega yang bertubuh semampai itu. Tentu saja, semua orang bungkam diam seribu bahasa.


"Rika menyiram kepala saya, Bu." Ujar Riana kemudian memberanikan diri mengeluarkan sepatah kalimat dengan gugupnya.


"Apa kesalahan mu dengan Rika, Riana?"


"Saya tidak tau Bu, ketika saya dan teman teman lagi makan di kantin. Rika dateng dengan kelompoknya lalu menyiram kepala saya." Jelas Riana, Rika membelalakkan matanya. Ia kaget Riana berani mengadukan kesalahan dirinya. Mata Bu Mega sekarang mengarah pada Rika.


"Apa kesalahan Riana, Rika?"


"Dia merebut pacar saya Bu," Riana seketika mengalihkan pandangannya pada Rika.


"Apa?? Ini kasus yang sangat lucu di sekolah ini. Dengar! Kalian bisa menyelesaikan dengan baik baik. Apa kalian tidak malu dijadikan bahan tontonan murahan seperti itu di kantin sekolah, hah? Siapa laki laki yang kamu maksud adalah pacar kamu itu, Rika? Bawa ke sini!"


"Dia sudah lulus dari sekolah ini Bu, namanya Davee Xhuan Diansyah." Ujar Rika, Riana dan kedua sahabatnya membelalakkan mata.


"Dia suami gue, bukan pacar lo. Dasar nenek sihir!" Gerutu Riana dalam hati.


"Kalian saya hukum! Pak Sam, tolong arahkan mereka berjemur di lapangan selama 1 jam Pak." Ujar Bu Mega dengan tegasnya.