
"Horey, makan gratissss..." Linda dan Amanda bersorak senang. Riana mengulurkan kedua tangannya untuk menggandeng kedua sahabatnya, namun cepat cepat Davee merangkul bahu Riana, memaksanya untuk berbalik.
Linda dan Amanda tersenyum tipis saja, karena mengerti sekarang Riana sudah mempunyai suami.
Mereka sampai pada sebuah KFC, dan mulai memesan makanan.
"Riana nanti lo lanjut kuliah nggak?" Tanya Linda. Membuat Davee serius memandangi wajah Riana, berkonsentrasi menunggu jawabannya.
"Terserah Mas Davee aja sih." Jawab Riana dengan santai. Davee memandangi Riana dengan senyuman.
"Riana punya anak dulu baru kuliah," ujar Davee. Semua mata terbelalak mendengar penuturannya.
"Wah, horeyy. Nggak sabar mau liat baby kalian. Aku tebak mirip Mas Davee." Kata Linda dengan ceria.
"Mirip Mamahnya lah, kasihan Riana yamg mengandung, masa anaknya nggk mirip. Nggak adil deh."
"Kan anak kodoknya dari punya bapaknya, otomat...." Sahut Linda yang belum terselesaikan karena sudah ditabrak Riana yang tidak sabar ingin mengeluarkan suara, Davee hanya bisa menahan tawanya.
"Ih kalian apaan sih, gue belum kepikiran buat punya anak tau.."
"Nggak bisa dong Ya, gimana pun lo harus punya anak secepatnya. Biar gue bisa mainan sama anak lo tiap hari." Kata Linda.
"Suruh nyokap bokap lo buat adik lo deh, Lin."
"Nggak mau lah, anak orang tua gue udah 4. Cukup gue yang jadi anak terakhir."
"Ya udah kalau gitu lo yang hamil.."
"Nggak bisa Man, gue..."
"Sudah sudah, kalian berantem terus deh. Heran gue, ya udah nanti bakal ada bayi terimut gue."
"Serius? Horeee.." Linda bersorak.
"3 tahun lagi..." Sambung Riana.
"Tenang aja. Riana akan mengandung 1 bulan lagi..." Ujar Davee dengan santai. Membuat Riana terbelalak, membulatkan matanya.
"Mas.." Riana merengek.
"Nikah dulu cunguk!" Linda menjitak kepala Amanda, membuat Amanda sedikit meringis. Davee dan Riana hanya menggelengkan kepala, melihat aksi Amanda dan Linda yang tak pernah bisa akur.
Akhirnya makanan dan minuman sudah tersaji di meja mereka, semua melahap makanan dengan santai sambil mengobrol.
"Riana, kita boleh ke rumah lo nggak?"
"Em,,," Riana memalingkan wajahnya menghadap Davee. "Bolehkan Mas?"
"Boleh, kalian juga boleh menginap di rumah." Jawab Davee.
"Asiiiiiik!!" Riana dan kedua sahabatnya bersorak dan bertos bersama.
"Makasih Mas..." Riana mencium pipi kanan Davee, membuat Davee tersentak kaget, serta Linda dan Amanda ikut terkesima dengan pasangan di depan mereka. Davee yang akhirnya sadar atas keterkejutannya, tidak mau kalah. Secepat kilat ia menghujani kecupan di seluruh wajah Riana. Riana terdiam menuruti, tidak hanya Linda dan Amanda yang ternganga tetapi seluruh pengunjung KFC pun ikut terkesima menyaksikan.
"Kalian so sweet banget sih..." Ujar Linda.
"Lin, kita harus cari calon secepatnya."
"Gue harus nikah lari nih, biar nggak terhalang oleh bokap gue."
"Huahahaha..." Riana dan Linda terbahak.
"Niat banget lo Man..."
"Iya nih, asal lo tau. Nikah itu bukan cuma soal cinta dan nafsu, tapi tanggung jawabnya besar. Dari mungkin tiba tiba lo harus bangun lebih pagi dan masak, melayani suami lo saat lo lagi kelelahan, ngurus anak, belum lagi percekcokan dalam rumah tangga." Jelas Riana.
"Dan setelah menikah apa lo menyesal Riana? Dan Kak Davee apa juga ada penyesalan? " Tanya Linda.
"Tak ada satu kejadian pun di dunia ini yang terjadi tanpa seizinNya. Begitu pula pernikahan. Ingatlah ketika kita duduk dipelaminan, itu bukan pernikahan yang hanya disaksikan penghulu, keluarga dan kerabat, tetapi juga disaksikan Tuhan. Gue percaya, Mas Davee memang lah jodoh gue, hanya saja jalannya pertemuan setiap orang kan berbeda. Dan Tuhan memberikan jalan perjodohan gue seperti ini. Jadi sekarang sama sekali gue nggak menyesal." Jelas Riana, sekaligus mengakhiri penjelasannya dengan senyuman. Davee menatap Riana dengan bahagia.
"Kalau Kak Davee?"
"Aku setuju dengan ungkapan istri ku. Masalah penyesalan karena sikap dan sebagainya, Dalam pernikahan tak cukup hanya dengan memilih orang yang tepat, tapi kita juga harus menjadi pasangan yang tepat, bisa saja perlakuan keliru kita sendiri lah yang mengubahnya seolah-olah tampak menjadi pasangan yang salah. Saat kita berbesar hati menerima kekurangannya, lalu memberinya cinta dan sikap terbaik, dia pasti akan memberi yang terbaik pula untuk kita. Inilah yang menjadikan kami pasangan yang tepat.
"Uuu, so sweet banget sih kalian.." Kata Amanda, sambil menahan dagu dengan tangannya.