
Wajah Riana berbinar, tersenyum manis memandangi suaminya.
"Rasanya seperti terbang di ribuan bintang saja.. Manis juga ya kamu Mas." Riana terus terusan memandangi Davee sampai kelopak mata itu tidak diberikan kesempatan berkedip. Melihat Riana demikian Linda tersenyum, lalu menepukan tangan tepat di depan wajah Riana. "Eh, cokok!"
"Huahahaha..." Linda dan Amanda terpingkal pingkal menertawai Riana, sedang Davee tertawa pendek. Sssttt, Davee sedang menjaga image di depan sahabat sahabat Riana.
"Mikirin apasih? Baper ya?? Cie, cie.." Kata Linda.
"Ih apaan sih, biasa aja tau.." Wajah Riana seketika memerah menahan malu.
"Em, kayanya kita harus pulang deh. Udah jam 2. Yuk Man?" Ajak Linda pada Amanda.
"Ayok.. Kak Davee, Riana makasih banyak ya traktirannya..." Kata Linda.
"Iya, kita makasih banyak ya.." Lanjut Amanda.
"Sama sama, sana gih para bocah pada pulang." Kata Riana
"Lo juga masih bocah," jawab Amanda tidak terima dengan kata kata Riana.
"Gue sudah nggak bocah lagi, kan sudah punya suami." Riana mencibir, membuat Amanda sangat bersemangat ingin menjitak kepala Riana, hanya saja ia takut dengan Davee yang mencengangi mereka.
"Ih, terserah lo deh. Ayo Lin, kita pulang."
Amanda dan Linda berjalan meninggalkan Riana dan Davee.
"Mau kemana lagi?" Tanya Davee setelah kepergian 2 sahabat Riana.
"Emm, mau nonton.."
"Ya sudah, aku bayar makanannya dulu."
"Iya Mas,"
Bagh....
"Ah Mba maaf maaf.." Riana tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sepertinya usianya tidak jauh berbeda dengan Riana.
"Iya nggak apa apa.."
"Maaf ya Mbak, saya benaran tidak sengaja."
"Riana, ini popcornnya pegang.." Kata Davee yang datang tanpa melihat ke arah wanita yang ditabrak oleh Riana di depannya.
"Davee?" Sebut wanita itu, lalu ia langsung menyambarkan pelukannya pada Davee. Riana terbelalak melihatnya, sedang Davee terdiam pasrah seperti tidak mempunyai kesadaran jiwa.
"Rani.." Kata Davee lirih, Riana mendengar nama itu di sebutkan oleh Davee. Riana mengangkat kakinya untuk cepat pergi dari pemandangan yang sangat menyakitkan baginya itu.
"Iya Dav, ini aku. Aku mencintaimu, aku ingin kita pacaran lagi." Kata Rani, seketika itu pula Davee tersadar dan langsung melepaskan pelukan Rani.
"Riana mana?" Davee celingak celinguk mencari sosok istrinya, namun tentu saja hasilnya nihil.
"Maksud kamu cewek tadi yah? Dia kan sudah besar, biarkan saja. Sekarang jangan sia-siain pertemuan ini Dav. Aku sangat merindukanmu..." Rani berusaha memeluk Davee lagi, namun Davee cepat cepat mengalihkan tubuhnya dari Rani.
Davee berlari keluar dan Rani juga tidak tinggal diam, ia terus mengikuti Davee berlari.
Riana duduk pada tepi selasar besar Mall. Ia menangis sesegukan, terasa batin itu tertusuk ribuan jarum dan duri jika mengingat kejadian itu kembali.
"Mas Davee jahat banget sih, dia masih mencintai Rani. Terus kenapa ia memberikan perhatian kepada ku? Jahaaaaatttt." Riana tidak memperdulikan puluhan suara kaki yang terdengar melewatinya dan mendengar semua yang diucapkannya. Sampai akhirnya ada sesuatu yang berat di pundaknya, memeluk Riana dari belakang. Riana berusaha mengenali tangan itu, setelah yakin itu adalah tangan Davee. Riana melepaskannya dengan cepat, dan membakikkan badannya, menatap tajam ke arah Davee. Sementara bola matanya juga berputar melihat sosok Rani yang terdiam.
-------------------------------------------------------
Mohon maaf sekali Author lama tidak up ya, 3 hari yang lalu Author harus benar benar fokus pada persiapan lomba yang menguras waktu dan lelah. Dan perlombaannya alhamdulillah sudah selesai dan mendapatkan hasil yang maksimal. Inshaa Allah Author bisa up lagi.