Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 49



Bagaimana dengan Rika? Ia masih sering menggangu Riana namun selalu berhati hati dan tidak kasar lagi. Ia takut Davee akan memarahinya lagi dan membuat malu pada teman temannya karena mengerjai Riana ketika pulang sekolah, seperti waktu itu.


Flashback come on!


Riana lagi menunggu Sopir pribadi dari mertuanya muncul, sebenarnya ia tidak pernah menunggu sebelumnya dan selalu saja sopir itu yang menunggunya di depan gerbang. Namun karena sekarang ia kebetulan pulang cepat karena guru baru memberitahu kalau ada rapat guru jadi siswa siswi dipulangkan agak cepat. Riana terpaksa menunggu karena baru menelpon Davee untuk menyuruh sopir menjemputnya, ketika ia sudah keluar kelas. Ia duduk sendiri di etalase sambil memaikan handphone. Linda dan Amanda di jemput berbarengan karena rumah mereka berdekatan.


Riana terkikik sendiri melihat grup chat kelas. Ketika sedang asik membalas, tiba tiba handphonenya di rebut oleh seseorang dengan kasar. Riana membalikkan badan, melihat Rika dan teman temannya. Riana ingin mengambil handphonenya di tangan Rika namun Rika sengaja mempermainkan handphone Riana dengan bermain tangkap tangkapan bersama Annisa, Endang, Firna. Hingga akhirnya terjatuh "Brukh" dan pecah.


"Ups jatoh! Gimana dong.." Rika membuat drama dengan tampang muka sedih lalu tertawa bahagia bersama ketiga temannya.


"Rika lo apa apaan sih!" Riana memungut handphonenya yang ternyata sudah tidak bisa hidup lagi. karena terjatuh sangat keras.


"Kasian ya, HPnya rusak ya..." Rika memainkan rambut Riana, Riana ingin melepaskan namun teman teman Rika sudah menahan tangannya. Sehingga Riana tidak bisa berbuat apa apa. Rika menarik rambut Riana semakin lama semakin kencang.


"Akhh, sakit Rika." Riana hanya bisa menjerit namun tidak ada orang di situ yang bisa menolongnya. Rika menangkup kedua pipi Riana dengan keras sehingga ketika di lepas pipi putih Riana akan memerah.


"Lo ada hubungan apa dengan Davee, hah?" Ujar Rika dengan masih menyiksa Riana.


"Bukan urusan lo!"


"Ka Davee," Rika bergelayut di tangan Davee, Davee melepaskan tangan Rika dengan kasar sehingga hampir saja Rika terpental.


"Lepaskan!" Ujar Davee dengan intonasi yang tinggi pada teman teman Rika yang memegang tangan Riana. Mereka menuruti ucapan Davee dan segera melepasnya.


Davee memegang pipi Riana, di lihatnya pipi kiri Riana sangat merah. Riana meringis ketika Davee memegang pipinya itu. Davee kemudian memalingkan wajahnya, melihat Rika yang berdiri di belakangnya. Davee mendekati Rika, Rika melihat tatapan tajam Davee. Bibir Rika kini bergetar, ia menggigit bibir bawahnya sendiri. Ketika Davee sudah berjarak 10cm dari Rika, tangan Davee mencekram bahu Rika kencang. Rika meringis, ketiga teman Rika memucat.


"Kamu apakan dia?" Davee menekankan pertanyaannya.


"A,,,aku hanya memberinya pelajaran, Ka."


"Pelajaran?" Davee menangkup pipi Rika dengan keras. "Riana tidak membutuhkan pelajaran dari mu perempuan pengecut! Kamu menyiksa saat dia sendiri di sini. Wanita macam apa kamu! Jangan pernah mengganggu pacarku lagi, atau kamu akan berurusan denganku." Davee melepaskan tangannya dari pipi Rika dengan kasar.


Rika membeku dan hanya bisa menatap Davee yang menuntun Riana pergi, air matanya menetes.


Flashback end..