Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 43



"Riana, sekali lagi aku minta maaf karena telah melakukan hal tadi pada mu." Terlihat keseriusan mendalam di mata Davee saat ia mengucapkan kata itu. Ria tersenyum tipis, dan menggangguk pelan. "Apakah masih sakit di sini?" Tanya Davee lalu memegang gunung kembar Riana.


"Sedikit, masih terasa nyut nyutan." Ujar Riana lalu melepaskan tangan Davee di dadanya itu.


"Kalau di situ?" Davee mengalihkan tatapannya tepat ke arah area sensitif Riana yang terbungkus selimut.


"Iya, nyeri sedikit. Dan rasanya licin Ka, seperti ada air yang kental deh." Ucap Riana, Davee tersenyum lebar mendengar kepolosan istrinya.


"Punya ku masih hidup," Riana langsung mengarahkan pandangannya pada senjata Davee yang hanya terbungkus kain segitiga, tampak mencuat dan terlihat sesak di sana. Riana bersusah payah menelan ludahnya, dan ada terbesit kelegaan di hatinya karena ia berhasil membuat Davee tidak jadi memasukan senjata tajam itu ke miliknya, kalau tidak Riana mungkin akan berrteriak histeris apabila senjata Amerika itu berhasil menghujam miliknya yang masih sempit.


"Bagaimana jadinya ketika batang besar itu memasuki punga ku. Bisa bisa jadi robek." Batin Riana.


Melihat Riana yang memandang miliknya dengan wajah serius, Davee terkekeh tiba tiba sehingga membuyarkan keterpanaan Riana terhadap king kobranya.


"Ka Davee kenapa sih?" Riana memalingkan mukanya yang merah merona karena malu.


"Aku tidak akan memaksa mu, dan aku juga tidak kuat jika harus sekamar dengan mu malam ini. Aku akan tidur di kamar mu saja, kamu istrirahat saja di sini." Ujar Davee, Riana menggangguk pelan. "Kamu mau aku bersihkan?"


"Hehe, membersihkan sarang ku nanti." Ucap Davee lalu tersenyum mesum kepada Riana.


"Ih, Ka Davee apaan sih. Nggak perlu! Sana pergi!" Ujar Riana seraya memukul mukul bahu Davee. Davee segera cepat bertindak untuk pergi namun masih memberikan senyum mesumnya pada Riana sebelum ia meninggalkan Riana di kamarnya, tidak lupa ia juga memungut terlebih dahulu pakaian yang di lepasnya tadi.


Riana sudah sendiri di kamar Davee, ia menatap langit langit kamar dan memikir kan kejadian yang Davee lakukan padanya. Riana merasa sudah bersalah karena membiarkan tubuhnya dipegang perinci oleh Davee hingga jari Davee pun sudah menyicipi mahkota di bawah perut itu. Sekilas juga Riana teringat akan ucapan Davee tadi, akan kah Davee berusaha menjadi suami yang benar benar patut di sebut suami, atau itu semua hanya karena Davee ingin menjadikan Riana sebagai pelampiasan semata karena kejadian cintanya yang kandaa bersama Rani seperti di dalam cerita Davee.


"Jikalau Davee serius dengan ucapannya, aku juga harus menjadi seorang istri yang baik. Tapi... Ah sudah lah, masalah benar atau tidak ucapan Davee itu. Yang terpenting sekarang aku mulai sekarang akan berusaha menjadi seorang teman hidup Davee dengan sungguh sungguh." Riana bermonolog lalu tersenyum tipis, kemudian ia tersadar dan berhenti menatap langit langit kamar dan membuka selimutnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


_______________________________________


Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih.


Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author


saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Adila Nisa Ardani. Terimakasih atas nama yang disebutkan