
Setelah pulang, Riana dan Davee menuju rumah orang tuanya.
"Ciee, yang sudah baikkan. Makin lengket ya.." Ujar Bu Rahmah ketika melihat Davee dan Riana masuk ke rumah dengan masih berpegangan tangan.
"Hehe, Mama apaan sih. Tadi ninggalin Riana lagi."
"Kan udah ada suami yang jemput."
"Tapi tetep aja, Riana kelimpungan nyariin Mama dan Papa. Ternyata pulang duluan."
"Udah dong, jangan cemberut begitu. Tapi senengkan pulang sama Davee?" Tanya Pak Darmawan.
"Hehe.. Begitu deh. Riana ke kamar dulu deh. Mau beresin koper."
"Iya, Sayang."
"Mas, ayo ikut aku?"
"Iya, Sayang."
Sesampai di kamar Riana membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Davee yang merasa sudah sangat merindukan Riana, dengan segera ia menaiki tubuh Riana dan menciuminya berkali kali.
"Aku pengen.." Ujar Davee pelan.
"Ih, nanti saja. Dasar mesum." Kata Riana seraya bangkit dari tidurannya. "Kita beres beres dulu. Tuh liat, boneka dari Mas besar besar gitu. Penuh mobil kita."
"Hehe, tapi kamu suka kan?"
"Suka banget.. Makasih ya, Sayang."
"Iya.. Ya sudah, sekarang kita antar ke mobil barang barang kamu. Biar cepat sampai rumah."
"Ngapain cepat cepat?"
"Pengen.." Davee mengedipkan matanya, membuat Riana tertawa geli.
***
Sesampai di rumah, Riana cepat cepat menbersihkan tubuhnya di kamar mandi, karena sudah terasa sangat lengket. Belum lagi Davee yang merengek terus ingin berdekatan dengan Riana. Riana merasa tidak percaya diri jika dirinya belum bersih dan wangi. Walau pun Davee sudah berkali kali mengatakan itu tidak masalah baginya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Riana menyuruh Davee lagi untuk mandi. Davee menurutinya saja.
Riana ingin membuat kejutan untuk Davee, Riana mengambil lingerie hijau transparan yang memperlihatkan semua pemandangan tubuhnya. Lingerie itu berjenis chemise dengan panjang di atas lutut, dengan tali spaghetti yang adjustable, dan berbahan sutera. Riana memang tidak pernah mengenakan itu sebelumnya, karena menurutnya itu terlalu terbuka. Bukan hanya memperagakan lekuk tubuh, tapi juga memperlihatkan isi dalamnya. Riana sekali lagi memandangi tubuhnya di depan cermin dan tersenyum senyum.
Lima belas menit berlalu, Davee keluar dari kamar mandi. Davee terkejut melihat istrinya yang begitu menggoda matanya itu. Riana duduk di tepi ranjang, seraya memainkan handphonenya. Riana tidak mengetahui jika Davee sudah keluar dari kamar mandi.
Davee menarik handphone di tangan Riana dan kemudian langsung membaringkan tubuh Riana.
"Cantik sekali..." Ujar Davee di tengah tengah kesibukannya menaburi ciuman pada Riana.
"Istri siapa dulu dong..." Sahut Riana. Membuat Davee semakin menggebu gebu.
Davee melepaskan lilitan handuk di tubuhnya. Dan memulai permainan dengan begitu semangat di tubuh Riana.
***
"Mas, sakit.. Ah.."
"Sayang, kamu harus kuat demi anak kita."
"Akhhh.."
"Owek, owek, owek.." Bayi mungil laki laki keluar dengan selamat.
Orang tua Davee dan Riana tidak henti hentinya bergantian menggendong cucu mereka. Sementara Davee dan Riana tersenyum bahagia dalam satu pelukan.
"Wajahnya mirip Davee masih kecil." Ujar Bu Rita.
"Bibirnya mirip Riana sekarang. Utututu, lucu sekali cucu Oma."
"Riana dan Davee membuatnya dengan desain rapi." Ujar Pak Santoso, gelak tawa pun terdengar.
***
Satu bulan berlalu, Davee dan Riana sungguh bahagia dengan kehadiran anak pertama mereka yang diberi nama Krisna Elfano Diansyah. Orang tua mereka satu minggu sekali selalu ke rumah Riana dan Davee untuk bertemu dengan cucu mereka.
Kehadiran Krisna membuat keluarga Davee dan Riana semakin harmonis. Riana memutuskan untuk mengurus Krisna sendiri tanpa bantuan babysitter.
Kehidupan keluarga kecil mereka sangat bahagia. Riana dan Davee tidak pernah bertikai lagi. Kalau pun ada, itu hanya masalah kecil saja. Seperti halnya suami istri lainnya.
"Sayang, makasih sudah memberikan aku Krisna yang tampan ini." Ujar Davee kepada Riana.
"Mas lah yang memberikannya di rahimku."
"Krisna nanti punya adik empat ya, Sayang?" Kata Davee pada Krisna.
"Ha, a, i, papapapa.." Sahut Krisna.
Lihatlah, walaupun sudah memiliki anak. Mereka tetap terlihat tampan dan cantik.
Krisna gemas sekali ya....
**Selesai**.
Terimakasih banyak para pembaca yang setia, terimakasih atas dukungan kalian pada novel ini. Inshaa Allah, setelah ini Author akan melanjutkan novel " A & D " yang ceritanya nggk kalah seru.