
Riana terbangun ketika mendengar alarm handphonenya berbunyi, jam yang ditunjukin tepat jam 04.30. Riana mengucek ngucek matanya lalu mencuci wajah di kamar mandi, kemudian seperti biasa ia akan memasak terlebih dahulu. Setelah sarapan selesai tersaji Riana pergi ke kamarnya untuk mandi.
Riana membuka pintu kamarnya dan terlihat Davee yang terbaring di sana, masih terlihat sangat nyenyak dengan mimpi mimpinya mungkin. Riana tersenyum melihatnya lalu melangkah ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan masih menggunakan baju mandi, Riana membangunkan Davee agar segera beranjak bangun dan bersiap mengantarnya serta memulai kerjanya pagi ini. Riana mengguncang bahu Davee.
"Ka Davee, Ka.. Ayo bangun."
Setelah beberapa kali akhirnya Davee membuka matanya.
"Apa aku telat lagi?" Tanya Davee sambil mencari cari handphonenya.
"Kaka nggak telat, dan Handphone kamu juga ada di kamar mu. Kamu lupa membawanya ke sini tadi malam. Sana, Ka Davee mandi." Ujar Riana. Davee segera menuruti dan keluar dari kamar Riana. Sementara Riana mengenakan pakaian serta seragam khas sekolahnya. Ia lalu bercermin untuk sedikit memoles sunscreen juga sedikit bedak di wajahnya, tidak lupa pemerah bibir yang tipis membuat bibirnya begitu semakin manis. Riana mencatok rambutnya agar hari ini rambutnya lurus. Ia lalu menggeraikan rambutnya.
Riana sudah menyelesaikan pekerjaannya lagi, ia keluar kamarnya dan melihat Davee belum juga keluar kamar. Riana mengetuk pintu dan ketika menerima tanggapan Davee ia masuk. Riana tidak ingin lagi jika paginya ia di buat tidak tenang jika saja ia tidak sengaja melihat junior Davee lagi.
"Ka Davee lama... Ayo kita sarapan." Rengek Riana.
"Iya sebentar, ini sudah selesai semua." Ujar Davee setelah selesai melingkarkan dasi putih di lehernya.
"Apanya yang selesai, tuh liat rambut Ka Davee masih urek urekkan habis keramas gitu. Sini aku keringin, Ka Davee tunggu di sini sebentar aku akan mengambilkan hair dryer dulu." Ujar Riana, lalu beranjak pergi sebelum Davee mengiyakan. Davee menggeleng gelengkan kepalanya dan lalu tersenyum melihat istrinya. 2 menit kemudian Riana kembali dengan benda di tangannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah hair dryer.
Riana menarik Tangan Davee lalu menyuruhnya duduk di tepi ranjang. Riana mulai mengeringkan rambut Davee.
"Auww, kok panas sih?" Pekik Davee.
"Lebay banget sih cuma segini doang. Aku aja biasa aja."
"Ya, itukan karena kamu sudah terbiasa."
"Kalau nunggu terbiasa mau sampai kapan? Kebiasaan itu awalnya di lakukan pertama kali sebelum menjadi rutinitas. Punya proses deh intinya."
"Sudah selesai, Mana sisir ya... Oh ini ketemu, aku sisir dulu."
Ketika Riana menyisir rambur Davee, wajah Davee hampir tertutupi oleh tubuh Riana. Davee mulai tersenyum beda melihat ke arah dada Riana lalu dengan cepat ia menggigit gunung di balik seragam itu.
"Auww," Riana memekik dan refleks langsung mendorong kepala Davee ke belakang. Davee terkekeh melihat istrinya yang kaget.
"Sakit ya?" Tanya Davee.
"Sakit lah, Ka Davee tu kenapa sih mesum banget."
"Hehehe, biarin. Abisnya kamu menggodaku."
"Aku nggak pernah menggoda mu, memang otak mu saja yang mesum dan super mesum sepanjang masa." Sungut Riana. "Eh, Ka Davee nggak pakai sunscreen ya?
"Sunscreen? Apa itu?"
"Hih, sunscreen saja tidak tau. Sunscreen itu adalah pelindung kulit kita dari efek buruknya sinar UV, terutama UVA dan UVB kalau UVC itu sudah di lindungi oleh lapisan ozon bumi kita. Tapi kalau UVA dan UVB itu bisanya di netralkan atau diberi payung dari Sun Protection Faktor."
"Tapikan aku kerjanya di dalam ruangan juga."
"Sinar UVA itu bisa menembus masuk dari kaca bahkan dari kaca hitam. Efeknya akan mempercepat penuaan dini dan lebih parahnya lagi bisa menyebabkan kanker kulit. Ya, minimal pakai SPF 15 atau 30 lah untuk pekerja dalam ruangan."
"Hal sepenting ini baru ku ketahui setelah hidup di dunia ini selama hampir 20 tahun." Davee menggeleng geleng kepalanya sambil memegang dagu.
"Ka Davee kurang update sih, ya sudah lah. Nanti setelah aku pulang sekolah, kita akan mencari sunscreen untuk kamu. Sekarang mari kita sarapan dulu yuk?" Ajak Riana seraya menarik tangan Davee.