Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 83



Davee kembali ke kamarnya, memandangi istrinya yang sudah berpakaian pilihannya tadi.


"Sayang, kok sudah pakai pakaian sih?"


"Loh? Emangnya kenapa Mas?" Tanya Riana bingung.


"Seharusnya aku saja," ujar Davee yang memperlihat kekecewaan di wajahnya.


"Apa? Ya ampun Mas Davee kenapa sih! Gara gara ini saja wajahnya seketika berubah manyun begitu. Tapi imut juga.."


Riana tersenyum melihat wajah Davee.


"Mas kesini deh.." Ujar Riana sambil menepuk nepuk tepi ranjang yang berada di samping tempat dirinya duduk. Davee menuruti namun masih membawa wajah masamnya.


Cup..


Riana mengecup pipi Davee, Davee terbelalak merasai pipinya baru saja di hinggapi sesuatu yang lembut. Wajahnya berubah heran namun ceria.


"Mas imut sekali jika cemberut seperti tadi.." Kata Riana lalu mendekatkan bibir, berniat ingin mengecup pipi Davee lagi. Dengan tidak sengaja Davee memalingkan wajahnya mengarah tepat pada wajah Riana. Sehingga bibir mereka kini sama menempel. Keduanya terdiam beberapa detik sampai Riana melepaskan dengan cepat. Davee tersenyum lalu memegang pipi Riana dengan kedua tangannya.


"Kamu menggoda ku?... Baiklah.." Ujar Davee lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Riana.


"Mas, ih.." Kata Riana lalu mendorong pelan Davee. "Aku tadi nggak lagi menggoda Mas, ge-er sekali blaaaa.." Riana mencibir.


"Memang betul betul menggemaskan sekali istri ku ini."


"Siang ini kita lakukan lagi ya.." Kata Davee sambil tersenyum.


"Ih mesum! Nggak mau.. Aku cape Mas, lakukan saja sana sama guling." Ujar Riana sembari meraih handphone di sisinya lalu memainkannya.


"Sayaaaanggg...." Kata Davee bermanja sembari menarik handphone dari tangan Riana. Davee memeluk Riana dan membaringkan Riana.


"Mas, masa nggk cape juga sih..." Ucap Riana.


"Nggak akan pernah cape.." Kata Davee sembari memainkan gunung kesukaannya.


Riana menyingkirkan tangan Davee yang terus saja mengganggunya itu.


"Sayang, mauuuu.." Kata Davee memelas.


"Tapi ada syaratnya.." Kata Riana.


"Akan ku lakukan syarat dengan sepenuh hati.."


"You sure?"


"Sure.."


"Okay, today is the time you make me happy for twenty-four hours. So let me make you a joke this morning too. Kamu siap?"


"Menjadikan ku sebagai lawakan?" Davee mengernyitkan dahi belum mengerti maksud istrinya.


"Yes, sure.. are you ready?"


"Siap.." Kata Davee dengan bergaya bak seperti prajurit tentara yang gagah perkasa.


"Tetaplah berbaring seperti ini. Aku mau mengambil sesuatu di dalam lemari rias ku." Kata Riana lalu bergegas mencari yang ingin di temukannya. "Ketemu.. Horeyy.."


Riana lalu menarik selimut putih, menyelimuti Davee hingga hanya wajah dan kepala Davee saja yang terlihat. Davee terlihat begitu pasrah saja menikmati kelakuan istrinya.


"Dan pakai lah benda imut ini." Riana memasangkan sebuah pita kelinci berwarna merah muda bermotif buah nanas. "Wah, suami ku lucu sekalii.. Aku jadi sangat mencintainya.." Riana terus saja mengoceh gembira sambil cekikikan. "Sepertinya sudah cocok menjadi ulat betina lucu.. Imutt sekali.. Sebentar, aku akan mengambil fotonya."



"Wah, suami ku.. lihat lah wajah mu imut sekali kan?" Sambil menunjukkan hasil jepretan di handphonenya pada Davee.


"Berikan pada ku..." Davee segera bangun, dan ingin merebut handphone di tangan Riana. Namun tentu saja hal itu tidak kan di biarkan oleh Riana. Dirinya sudah mendapatkan hal langka yang menggembirakan hatinya hari ini. Ia bisa menggunakan foto itu di lain waktu untuk mengerjai Davee.


"Tidak akan... Hahaha..." Riana terkekeh.