Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 46



Davee bersemangat melangkah untuk memulai kerjaannya pagi ini. Ia tersenyum pada setiap orang yang di jumpainya. Sebagian karyawan perusahaan terkagum melihat ketampanan Davee terutama para karyawan wanita, bahkan ada yang yang ternganga dan dengan air liur yang hampir menetes karena diberi senyum manis oleh Davee.


Davee sudah sampai di pintu kantor Papa Santoso, Davee mengetuk pintu kantor Papa Santoso dan lalu setelah dipersilahkan masuk oleh Papa nya dia membuka pintu kantor tersebut.


"Pagi Pah.." Sapa Davee.


"Pagi Davee, kamu terlihat sangat bersemangat." Balas Papa Santoso dengan senyuman.


"Mesti Pah. Aku sudah nggak sabar menghadapi kerjaan hari ini."


"Bagus lah Nak. yang pertama kamu harus memperlajari seluk beluk perusahaan kita ini, dan kamu harus menguasai tugas kamu sebagai sekertaris." Jelas Papa Santoso.


"Baik, Pah,"


"Keadaan perusahaan sekarang mengalami defisit Dav, dan dari itu Papah harapkan kamu bisa belajar dari pengalaman ini bagaimana caranya kamu mengembalikan kas perusahaan dengan baik baik lagi atau bahkan Papah berharap kamu bisa membuat surplus, Dav."


"Papah jangan terlalu berharap besar dari Davee seperti itu Pah, Davee takut Papah kecewa."


"Tidak Davee, setelah Papah berhenti dari sini kamu akan di temani oleh Nadila, Ia akan menjadi sekertaris kamu nanti, Dav."


"Baiklah Pah, terimakasih Papah sudah mempercayai Davee. Davee akan belajar dengan giat agar secepatnya Papah bisa istirahat."


"Sama sama Davee."


"Kalau begitu, aku akan mulai mengurus pekerjaanku Pah." Ujar Davee lalu bergegas pergi.


***


pukul 11.45 Riana dan kedua sahabatnya sudah berada di kantin sekolah. Seperti biasa mereka akan memesan bakso dan es jeruk pada siang hari. Mereka menikmati makanan mereka dengan sambil berbincang juga bercanda ria.


"Eh ada Davee chatting gue.." Ujar Riana lalu membuka notifikasi dari Davee.


Si otak mesum "Kamu lagi ngapain?"


"Lagi makan," balas Riana.


"Gue mau liat muka suami lo dong Ria," ujar Amanda.


"Ya sudah, gue minta dia ngirim fotonya dulu." Riana memainkan handphonenya, tidak berapa lama sudah ada notifikasi dari Davee lagi dan mengirim sebuah foto.


Si otak mesum



"Nih muka Davee," Riana menyodorkan handphonenya pada Amanda dan Linda.


"Emang ganteng banget sih," ujar Amanda tanpa berkedip.


"Lo mau jadi pelakor dipernikahan sahabat lo sendiri, hah?" Kata Linda lalu merebut handphone Riana di tangan Amanda. Riana terkekeh melihat kedua sahabatnya.


"Oh iya. gue lupa Davee udah nikah." Ucap Amanda sembari menggaruk alisnya yang tidak gatal sama sekali.


"Sudah lah kalian berdua apaan sih, abisin makanannya. Gue mau bayar dulu, punya kalian berdua gue traktir deh." Ucap Riana.


"Beneran Ya?"


"Ya beneran lah, tadi Davee nyuruh gue traktir kalian. Katanya sebagai ucapan terimakasih dia dan gue karena lo berdua sudah traktir gue kemarin."


"Gila ya suami lo Ya. Udah ganteng, baik hati pula. Gue jadi kebelet nikah." Ucap Amanda.


"Yang ada sampai lo bungkuk pun nggak ada yang mau nikah sama lo," Kata Linda.


"Lo berdua nggak bisa akur, kenapa sih?" Riana menggeleng gelengkan kepala melihat kedua sahabatnya.


"Ini nih Riana, Linda suka banget cari masalah sama gue." Sungut Amanda. Riana meninggalkan kedua sahabatnya itu untuk membayar makanan mereka pada Amang Ucok penjual bakso kantin.


Saat Riana kembali ke meja bersama Amanda dan Linda, tiba tiba Rika dan teman temannya muncul. Rika memegang gelas berisi teh es. Riana tidak memperdulikan kedatangan Rika, melihat demikian Rika menjadi bertambah emosi. Rika menyiram teh es di tangannya pada kepala Riana. Riana yang merasa kepalanya basah langsung berdiri dan menangkis tangan Rika agak keras hingga gelas yang di pegang oleh Rika terjatuh dan pecah. Amanda dan Linda kaget melihat sahabatnya semarah itu, setau mereka Riana tidak pernah sekasar itu bahkan 1 tahun lebih ia diganggui oleh Rika.


"Lo apa apaan sih Rika? Lo nggak punya kerjaan lain ya?" Kata Riana dengan nada membentak.