
"Ya sudah, gue akan kembali ke kamar." Davee sudah bergegas ingin meninggalkan Riana.
"Tidakkk, gue masih takut. Gue mau tidur di kamar lo malam ini, besoknya gue akan lupain ini kok jadi ini nggak akan berangsur lama. Tapi malam ini gue nggak mungkin bisa bebas dari terbayang bayangnya hantu itu." Jelas Riana sambil memasang wajah memelas, Davee yang mendengarkan sedikit terkejut sehingga menaikkan alisnya.
"Lo yakin? Ya sudah. Lo beresin tempat makan ini dulu terus kita ke kemar."
"Okey,"
Davee kembali beberapa menit setelah ia mengambil handphone Riana di kamar Riana yang tadi terbaring di ranjang karena hantaman lemparan Riana atas suruhan Riana tentunya.
"Handphone lo masih hidup dengan film film yang lainnya." Ujar Davee lalu melempar handphone itu ke sebelah Riana yang berbaring.
"Gue mana sempat matiin filmnya dalam keadaan gitu."
"Ah dasar lo aja penakut dan cengeng." Umpat Davee.
"Gue nggak akan membatah karena itu emang gue."
"Dasar cengeng, huuu.." Davee memonyongkan bibirnya untuk mengejek Riana. Riana dengan cepat mendekati Davee untuk memukulnya, Riana mengangkat keras tubuhnya sendiri untuk menerjang Davee yang bersender di tumpukan batal. Terjangan Riana membuat Davee tidak bisa mengendalikan tubuhnya, kedua jatuh dari ranjang dengan posisi Davee di bawah menghandap ke atas dan Riana berada di atas dengan menghandap ke bawah. Tubuh Riana tentu saja sangat menempel di sekujur bagian atas Davee, sementara Davee merasakan benda kenyal mendarat di dadanya. Tidak lain itu adalah gunung kembar milik Riana. Riana beberapa saat merasakan ada gundukan yang keras di perut bagian bawahnya. Tentu saja itu adalah junior Davee yang menegang karena merasakan ransangan Riana yang ada di atasnya tepatnya tertindih oleh Riana. Nafas keduanya seakan terhenti sejenak ketika jarang bibir mereka hanya berjarak 1cm sedang hidung keduanya sudah saling bertemu dan saling berdekap. Riana merasakan debaran jantungnya mengalahkan deburan ombak terdahsyat dan ia juga merasakan dada Davee juga demikian. Davee yang merasa dadanya sudah tersengal lebih dulu bereaksi untuk melepaskan tubuh Riana yang menindihnya. Riana akhirnya tersadar juga kemudian cepat cepat bangkit sembari membenarkan rambutnya yang tergerai panjang sepinggang.
"Ka Dav, ngerii.." Ucap Riana yang masih terpaku pada penglihtannya, Davee terbebelak beberapa saat, saat mendengar Riana metakan itu. Lalu cepat cepat menutupi senjatanya dengan kedua tangannya. Barulah Riana sadar dan bisa mengalihkan pandangannya. Belum lagi Riana tersengal karena menahan nafas saat menindih tubuh Davee sekarang ia harus melihat sesuatu yang besar di celana Davee yang membuat serasa berhenti bernafas mengingatnya.
"Apaan sih lo, lo mau ya?"
"Nggak!!!" Riana menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Lo nutup mata? Secara mata lo tadi sudah hampir copot melihat king cobra gue."
Riana kemudian membuka tangannya dan duduk di sisi ranjang. Ia mengatur nafas nya agar lebih baik sambil mengusap kasar wajahnya. Sementara Davee segera ke wc entah apa yang dilakukan di dalam sana dengan senjata yang hidup.
______________________________________
**Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih. Atau mungkin author akan menunjukkan visual Davee di sana dalam beberapa waktu lagi.
Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author
saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Winda Cahyani. Terimakasih atas nama yang disebutkan**.