Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 57



"Tentu saja ingin mewujudkan keinginan mertua ku." Davee tersenyum penuh makna. Sementara Riana merinding seketika.


"Apa dia akan melakukannya malam ini? Papa kenapa pakai ngomong gitu sih tadi. Mas Davee jadi tambah bergebu gebu kan untuk melakukkannya." Batin Riana, wajahnya menegang. "Em, Mas bisa keluar sebentar? Aku mau pake baju."


Davee bergerak dari tempat tidurnya mendekati Riana. Riana memandang Davee dengan perasaan takut, bulu tengkuknya sudah merinding. Davee dengan tiba tiba menggendong Riana, Riana yang terperanjat kaget tidak bisa berkata apa apa serta memberontak pun tidak bisa seakan tulang tulang dan sendi sendinya sudah terkunci. Jantungnya berdegup kencang tidak beraturan.


Davee lalu meletakkan tubuh Riana di ranjang hijau muda polos, Davee perlahan melepaskan handuk Riana. Riana ingin menahannya namun susulannya tidak berhasil, Davee sudah selesai melepas handuk putih di tubuh Riana yang putih.


"Mas.."


Davee mengecup bibir Riana dengan lembut, Riana terdiam ia seakan menikmati kegiatan suaminya itu. Sekali lagi Davee mengecup bibir Riana dan kali ini bertambah lumatan lembut, Riana memejamkan matanya terdengar lenguhan kecil. Davee melepaskan pakaiannya juga hingga kedua pasangan itu sudah tidak memiliki pelindung benang sedikitpun di tubuh mereka. Davee meremas payudara Riana, sementara bibir Riana masih di dalam mulutnya.


Riana berusaha keras melepaskan tubuh Davee yang menindihinya. Davee melepaskan Riana dan berpindah dari posisinya setelah mendapat dorongan dari Riana. Terlihat kekecewaan di wajahnya, Davee memungut baju yang tadi dilemparnya. Riana menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Aku nggak mau melakukan pada orang yang tidak ku cintai, tapi aku, aku merasa nyaman didekatnya apa aku sudah mencintainya? Aku juga sudah berjanji pada diri ku sendiri untuk menjadi istri yang baik untuk Mas Davee, diantaranya juga adalah aku harus melayani nafsunya sebagai istrinya."


Ketika Davee ingin memakai pakaiannya lagi, Riana menarik tangan Davee dan memeluk Davee erat.


"Maafkan aku Mas.." Ujar Riana lirih.


"Maafkan aku Riana, aku melakukan kesalahan." Davee ingin melepaskan pelukan Riana, namun Riana semakin mengeratkan pelukkannya.


"Mas, aku yang salah. Aku istri mu, lakukan lah. Aku ikhlas Mas.."


"Riana, jangan menyakiti raga dan perasaanmu karena aku."


"Nggak, Mas aku nggak keberatan." Riana mengecup bibir Davee. Kecupan Riana di balas dengan lumatan oleh Davee.


"Apa kamu yakin?"


"He-eh.." Riana tersenyum, Davee pun membalas senyuman Riana lebih manis dan langsung melanjutkan ciumannya.


Davee memulainya dengan halus. Riana hampir berteriak ketika king kobra Davee menembus miliknya namun setelah beberapa waktu suara kesakitan itu berubah menjadi desahan yang membuat Davee semakin bersemangat.


Davee membaringkan tubuhnya yang penuh keringat. Di pandangnya wajah Riana yang terlihat letih setelah bertempur, tubuh Riana dipenuhi kissmark karena ulah Davee. Davee tersenyum sambil membenarkan rambut rambut Riana yang berantakan. Riana memandang Davee, sehingga kini tatapan kedua pasangan itu bertemu.


"Apa masih sakit?" Riana menjawab pertanyaan Davee dengan menganggukan-anggukkan kepalanya. "Maafkan aku ya, aku terlalu bersemangat." Sambil mengecup kening Riana.


"Mas, itu ku perih sekali."


"Benarkah?" Davee sontak duduk dan mendekati bagian tubuh yang tadi dikeluhkan Riana pada Davee.


"Mau memeriksanya.."


"Apa kau dokter kelamin?" Batin Riana. "Jangan, aku malu."


"Riana, aku sudah melihatnya tadi." Ucap Davee, Riana akhirnya pasrah dengan apa yang dilakukan Davee. Davee melihat bercak darah dan cairan pelumas di sana yang juga mengotori sprei hijau muda itu.


"Mas, kenapa melihatnya begitu?" Riana melihat suaminya yang berekspresi serius.


"Kita ke dokter saja."


"Nggak mau, aku malu. Mas yang melakukannya, Mas saja yang mengobatinya."


"Baiklah, aku akan mengompressnya." Davee turun dari ranjang dan pergi keluar kamar untuk mengambil es batu, Davee masih belum memakai sehelai pakaian di tubuhnya, dan ia terlihat santai keluar kamar dengan seperti itu. Riana menciptakan dahi yang kusut melihat kelakuan suaminya.


"Apa! Sebenarnya aku hanya bergurau kenapa dia seserius itu. Dia juga kenapa nggak tau malu keluar kamar seperti itu." Ujar Riana Bermonolog. Riana mengangkat tubuhnya untuk duduk, ia sangat berhati hati bergerak karena rasa nyeri yang ia rasakan akibat kerjaan Davee tadi. Riana melihat darah di spreinya. "Apa aku datang bulan? Atau ini akibat tadi?"


Belum sempat terjawab pertanyaan Riana. Davee sudah datang membawa krikil es batu dan juga tissue.


"Tetaplah di situ," Davee dengan sigap menahan Riana dan membaringkan tubuh Riana lagi. Riana membiarkan suaminya bekerja.


"Mas kenapa tau kalau kompresan es bisa meredakan sakit di organ intim wanita?" Terlihat wajah curiga Riana. Ia mulai berpikir kalau saja Davee pernah melakukkannya pada wanita lain sebelumnya.


"Memar saja dapat diobati dengan ini," ujar Davee sambil masih melanjutkan pengobatannya sebagai dokter Riana. Riana tidak bertanya lagi karena jawaban Davee sudah cukup melegakan kecurigaannya. "Besok jika masih sakit nggak usah sekolah, aku akan memerintah Gilang untuk meminta izin pada gurumu."


"Em, nggak mau. Aku harus sekolah, aku perlu persiapan matang untuk menghadapi UKK nasional minggu depan."


"Baiklah. kalau begitu aku akan memerintah 2 penjaga nanti untuk menjaga mu di sekolah." Ujar Davee, Riana ternganga. Bagaimanapun Riana bukan lah bocah PAUD lagi, ia sudah SMK bahkan sudah akan lulus bulan ini juga.


"Mas, aku nggak.."


"Riana, jangan menolak! Kalau tidak aku akan menambah jumlah penjaganya lagi."


Riana segera mengunci mulutnya rapat rapat.


****************************************


Haloo,


Author mau ngomong perihal pergantian judul novel lagi nih. Sebenarnya Author sudah menceritakan alasannya pada instastory ig @putrianiwiningsih. Namun sepertinya, masih ada yang belum sempat melihat ya. Author akan menjelaskan, bahwa novel ini beberapa minggu yang lalu mengajukan kontrak dan syaratnya dari staf Mangatoon, Author harus berkenan mengganti judul jadi Author segera menggantinya waktu itu. Dan Author bersyukur sekali, karena novel ini sudah lulus kontrak. Author mengucapkan terimakasih banyak pada kalian atas like, vote juga semangat untuk Author yang kalian tuangkan oada kolom komentar.