
Davee dan Riana sudah tiba di gerbang SMK Kalijingga, Davee sengaja tidak membuka kaca mobilnya agar tidak di lihat orang bahwa hari ini ia yang mengantarkan Riana, kalau sampai terjadi pasti orang orang akan bertanya tanya dan curiga.
"Jangan lupa telepon kalau sudah pulang."
"Iya iya... Ka Davee hati hati semoga pekerjaannya dapet ya." Riana memberikan senyum manisnya setelah keluar dari mobil.
"Okey.." Davee melajukan mobilnya dan menghilang dari pandangan Riana.
Riana melanjutkan langkahnya memasuki gerbang sekolah. Hari ini ia tampak begitu sumringah, menampak bibir manisnya yang mesem mesem sepanjang ia melintasi selasar kelas kelas. Dari kejauhan tampak seorang lelaki yang sudah menatapnya dan ternyum manis melihat Riana yang terus berjalan mendekat. Davit tidak sabar menunggu langkah Riana lagi, ia mengambil tindakan untuk mempercepat dirinya agar berdekatan dengan Riana.
"Riana, selamat pagi." Sapa Davit pada Riana lalu ikut berjalan di samping Riana.
"Hay Davit, selama pagi juga." Balas Riana.
"Sepertinya kamu tampak ceria hari ini, mengapa?"
"Tentu saja aku ceria, karena aku sudah 10 hari tidak sekolah. Kamu tidak kangen aku Davit?" Riana memonyongkan mulutnya sambil menatap Davit yang ada di sebelahnya.
"Apa? Mana mungkin aku tidak kangen kamu. Aku sudah memaksa maksa Linda dan Amanda untuk memberitahu nomor handphone mu. Bahkan aku pernah meminta pada teman sekelas mu Gres tapi waktu itu Amanda tiba tiba muncul dan membawa pergi Gres." Ujar Davit, ya memang begitu lah, Riana takut Davit akan menghubunginya ketika ia sedang berkumpul dengan keluarganya ataupun jika saja ia kepergok berbincang di telepon dengan seorang laki laki. Papanya pasti akan sangat marah jika sampai itu terjadi. Riana juga malu jika ia harus berkata jujur dengan Davit perihal ia di larang untuk berpacaran karena ia rasa Davit mungkin akan mengejekinya seorang anak mama yang tidak boleh ini dan itu. Sementara ia sudah kelas 3 SMK, yang di mana masa Menengah ini lah banyak cerita cinta remaja yang manis terjadi. Gejolak gejolak cinta yang tumbuh dan bahagia yang dirasa, seperti yang dilihat lihat Riana pada teman temannya. Riana melengkungkan mulutnya membentuk sebuah senyuman namun bukan senyum manis di sana tetapi senyum tawar pada Davit. Sementara Davit mencengut melihat ekspresi Riana.
"Aku belum siap ngasih nomor aku ke kamu Vit." Jawab Riana pilu.
"Riana, kadang aku ingin tertawa mendengar alasan kamu. Aku hanya ingin memiliki nomor kamu itu doang, cuma nomor kamu Riana. Kamu kenapa sih? Kamu selama ini menutupi sesuatu dari aku?" Tanya Davit.
"Riana...." Teriak salah satu sahabat Riana yaitu Amanda yang langsung memeluknya erat setelah Riana dan Davit sampai di kelas Riana.
"Ih, Amanda lo lebay banget deh. Kan 6 hari yang lalu kita ketemu juga." Ujar Riana.
"Loh, Amanda nyamperin kamu ke luar kota ya Ria?" Tanya Davee bingung, karena setau nya Riana izin tidak masuk ke sekolah karena ke luar kota.
"Ah nggak kok, nanti kapan kapan aku ceritain ya Davit." Kata Riana lalu mencolek pipi Davit.
\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-
**Jika up nya terlalu lama, mungkin author akan memberitahu masalahnya di ig pribadi author @putrianiwiningsih. Atau mungkin author akan menunjukkan visual Davee di sana dalam beberapa waktu lagi.
Terimakasih yang terus menanti setiap chapter novel ini. Dukung novel ini dengan like, vote juga semangat kalian pada author
saat ini vote tertinggi dari pembaca novel Suamiku Mesum adalah Adinda Legi Terimakasih atas nama yang disebutkan**