
Hari yang dinantikan para orang tua Davee dan juga orang tua Riana akhirnya sudah di depan mata. Riana dan Davee duduk di kursi megah dengan latar berdekorasi ala disney bernuansa putih. Pilihan Papa Santoso dan Mama Rita sangat berkesan. Semua mata selalu mengarah pada ratu dan raja sehari yang duduk di pelaminan itu. Riana yang memakai gaun pengantin berlengan pendek transparan, bawahan yang mekar dan lebar membalut kaki Riana. Hiasan rambut yang sangat menyatu dengan gaun pengantin itu. Rambut yang di sanggul, Ada pita putih berbinar karena beling beling berlian kecil yang melekat, melingkar di kepala Riana. Wajah dengan polesan Make up elegant namun natural, sangat cantik. Davee mengenakan jas hitam serta setelan celana hitam. Dasi hitam polos melingkar di lehernya. 2 pasangan itu terlihat sangat serasi.
Riana yang masih merasa kesal dengan Davee memasang wajah kesal dan manyunnya. Mama Rahma sudah beberapa kali menegurnya dengan berbisik.
"Ria, kamu senyum dong. Nggak enak sama para tamu." Bisik Mama Rahma.
"Iya Ma, tadi aku udah senyum. Penat kalau senyum terus Ma."
"Riana jangan merusak acara kamu sendiri, orang orang itu akan memandang kamu. Apa kata mereka kalau kamu menunjukan wajah cemberut seperti ini." Mama Riana berhenti membisiki Riana karena ada tamu yang yang ingin menyalami Davee dan Riana.
Berbeda dengan Davee, Davee terlihat santai. Memaparkan senyum manisnya setiap waktu kepada para tamu.
"Saatnya kita mengabadikan momen kalian ya." Seorang fotografer yang pernah juga mengabadikan foto prewed mereka 2hari lalu kini hadir lagi. Tentu saja untuk memotret Davee dan Riana. 2 pasangan itu dituntun oleh seorang fotografer untuk berpose. Davee diarahkan untuk melingkarkan kedua tangan di pinggang belakang Riana dan Riana disuruh untuk meletakkan kedua tangannya di dada Davee. "Pengantin wanita agak menunduk sedikit ya, dan Mas Davee mencium dahi mempelainya." Kata fotografer lagi, Riana membelalakan matanya dan Davee segera mengikuti arahan fotografer. "Mba Riana senyumnya ya, sedikit lebih nempel lagi Mas Davee. Iya, 1 2 3.."
Riana menahan nafas karena gugup.
"Gue kok gugup banget sih dicium dahi kaya gini, pedahal tadi malam Davee bahkan sudah menikmati bibir gue." Batin Riana.
Riana cepat cepat melepaskan dirinya dari Davee, kembali ia memasang wajah cemberutnya.
Riana menghela nafasnya, sudah terasa sangat lelah karena sudah 8 jam an lebih ia duduk berdiri. Sementara Davee masih sangat terlihat segar.
"Ni orang kok bisa sih nggak keliatan cape sedikitpun. Kaki gue udah seperti ilang." Gumam Riana.
"Sabar, sebentar lagi acaranya selesai. Lo tahan sebentar lagi. Oh iya itu sepatu lo yang tinggi itu dilepas aja, kan gaunnya panjang jadi nggak akan keliatan kaki lo tanpa alas. Sini gue lepasin." Davee menjongkokkan tubuhnya dan melepaskan high heel Riana. Tentu saja tatapan para tamu menatap kegiatan Davee dengan seksama serta ada beberapa yang memuji.
"Pasangan muda itu sangat romantis." Ujar salah satu tamu kepada istrinya.
Riana mengernyitkan dahinya melihat Davee.
"Ni orang kenapa sih, punya sifat yang nggak bisa di tebak. Kadang jahat dan sangat nyebelin lalu kemudian baik." Batin Riana sambil mendenguskan napasnya.
×______________•_____________•_______________×
hayu dukung author dengan vote juga likenya ya.
Jika sudah, author mengucapkan banyak terimakasih. Ini merupakan sebagai bukti kalian memang mendukung novel ini.