
Setelah sampai di meja makan Davee menurunkan Riana dan menarik kursi untuk Riana.
"Makanlah, agar cepat untuk kita pergi jalan jalan." Davee menyodorkan makanan yang di beli tadi kepada Riana. Riana terlihat bersemangat menyantapnya karena merasa senang dengan agendanya hari ini bersama Davee. Di bibirnya nampak melengkung membentuk senyuman ceria. "Setelah ini kita mandi."
"Jangan langsung mandi Mas."
"Kenapa?"
"Mandi setelah makan tanpa memberi jeda itu bisa mengakibatkan pelebaran pembuluh darah, Mas. Pelebaran pembuluh darah menyebabkan sirkulasi darah melambat sehingga mempengaruhi kecepatan transport nutrisi dan mengganggu kerja sistem pencernaan. Efek kejut ketika langsung mandi setelah makan juga dapat menyebabkan kram perut."
"Pintar sekali istriku." Davee mengedipkan matanya.
"Ih apaan sih. Dasar Mas genit." Ujar Riana, Davee terkekeh. "Mas, nanti setelah pulang kita ke rumah Papa aku yuk? Aku kangen sekali."
"Em, baiklah."
Makan berkedok sarapan sudah selesai, Davee dan Riana juga sudah mandi. Riana masih berdandan tipis di meja riasnya sambil memandang pantulan dirinya di cermin. Sedangkan Davee sudah menunggu Riana sedari tadi di tepi ranjang milik Riana.
"Riana, 2 hari lagi konversi CEO. Malam nanti kamu harus ikut bersamaku. Hari ini kita akan sekalian mencari gaun untukmu.
"Em, Mas benar benar ingin mengajakku?" Tanpa memalingkan kepala.
"Tentu saja,"
"Aku harus bagaimana nanti, apa yang harus ku lakukan?"
"Menjadi pasanganku."
deg
deg
Riana merasa jantungnya terlonjak kaget hingga berdetak lebih cepat dari normalnya. Ada perasaan senang di sana. Pipi Riana seketika merona, bibirnya tidak dapat dikendalikan tanpa diperintah bibir manis itu tersenyum. Davee dapat melihat wajah Riana di cermin, Davee ikut tersenyum melihat Riana demikian.
"Aku akan memilih gaun nanti." Ucap Riana dengan penuh semangat, Davee tersenyum senang melihat aksi Riana.
Riana dan Davee sudah berada di mall, Riana melangkahkan kakinya dengan sangat bersemangat. Ia sangat senang hari ini, dan sepanjang berjalan Riana menggandeng tangan Davee bagai seperti tidak mau pisah dari Davee sedikitpun. pasangan itu sangat terlihat manis, cantik dan tampan.
"Mas, sepertinya aku nggak jadi main karena aku lebih bahagia berbelanja hehe.."
"Ayo kita naik, aku mau memilih gaun untuk ku nanti." Riana menarik tangan Davee menuju ekskalator.
Riana memilih gaun di butik mall dengan masih menggelayuti tangan Davee.
"Mas, lihatlah. Gaun putih ini cantik."
"Ya sudah, ambillah."
"Tapi yang hitam juga cantik, Mas."
Davee hanya menarik nafas panjang.
"Mas, ayo dong pilihin. Ini atau ini?" Sambil memegang gaun di kedua tangannya.
"Yang hitam."
"Tapi putih bagus, Mas."
Davee lagi lagi menarik nafas panjang, membiarkan Riana berpikir. Namun wanita tetaplah wanita, memilih dengan cepat sepertinya mustahil.
"Ambil saja keduanya." Ujar Davee, sepertinya agar mempercepat waktu Davee harus bertindak demikian.
"Beneran Mas?" Wajah Riana berbinar cerah.
"Iya, aku akan membawanya ke kasir." Sambil mengambil 2 gaun di tangan Riana, Riana mengikuti Davee berjalan menuju kasir.
Setelah gaun selesai di dapat, Riana menyusuri toko kosmetik yang tersusun rapi. Wajahnya sangat ceria, lebih ceria ketika di butik tadi.
"Pilihlah sesuka mu, Riana."
"Baiklah, Mas." Riana menjinjitkan kaki nya dan "Cup" pipi Davee di cium oleh Riana. Davee membelalakkan matanya, karyawan toko menahan senyumannya melihat kelakuan dua suami istri itu. Davee menegang, diam seribu bahasa. Dadanya berdetak cepat seperti setelah melakukan lari cepat berjarak 500 meter. Riana tersenyum melihat ketegangan suaminya, ia melanjutkan memilih milih kosmetik yang ingin di belinya.
Setelah lewat setengah jam Riana akhirnya selesai memborong kosmetik dan menghabiskan nominal sekitar 2 juta lebih. Senyumnya mengembang, menggambarkan kesenangan yang tiada tara. walaupun Riana memiliki orang tua yang kaya namun orang tuanya tidak mau memanjakan Riana dengan membeli semua keinginan Riana. Tapi dengan menjadi istri Davee sekarang ia bebas membeli keinginannya tanpa harus menabung terlebih dahulu. Ah senangnya..
*****************************************
Author mengucapkan termakasih banyak pada Cicik Nufina karena sudah meberikan vote terbanyak.