
Davee tidak bisa mengantar Riana ke sekolah, karena jadwal meetingnya mengharuskannya berangkat pagi. Riana dijemput oleh 2 orang laki laki tampan, yang 1 Berkulit kecoklatan, memiliki tubuh tinggi standar dan volume tubuh yang tidak terlalu bulky. Cukup menunjukan sedikit otot pada bagian tangan ditambah dengan senyum manis dan rahang sedikit maskulin, kira kira umurnya 30 tahunan. Yang 1 lagi berkulit kuning langsat, memiliki tubuh yang bulky tidak ketinggalan tubuhnya yang tinggi juga. Sorot matanya tajam, dan sepertinya umurnya juga hampir 30 tahunan namun terlihat lebih muda.
Melihatnya Riana merasa risih, bagaimana mungkin ia akan di jaga 2 sosok pria yang besar di hadapannya ini.
"Mas, apa aku serius akan dijaga oleh mereka?"
"Tentu saja," ujar Davee santai.
"Selamat pagi Tuan Davee." Kedua penjaga menundukkan kepala sebentar sebagai tanda hormat mereka pada Davee.
"Iya, kalian tentunya sudah mendengar perintah Gilang, bukan?"
"Sudah Tuan, kami akan menjaga istri anda dengan sebaik baiknya."
"Baiklah, aku percaya pada pilihan Gilang sebagai sekertaris ku dia tidak akan mengecewakan. Kalian mulai lah bekerja, ingat! Kalian harus memantau dan menjaga kesehatan serta keselamatan istriku lebih dari nyawa kalian." Jelas Davee, Riana yang mendengarnya susah payah menelan saliva.
"Baik Tuan."
"Mas Davee kelewat tegas, aku bukan anak kecil!!!"
"Silahkan masuk Nona," Ujar Ragar salah 1 penjaga Riana yang berkulit sawo matang. Ragar membukakan pintu mobil untuk Riana.
"E, iya.." Riana mengikuti arahan penjaga itu. "Mas, aku berangkat dulu ya. Dahh..." Riana melambailan tangannya pada Davee.
"Iya, jaga kesehatanmu. Jika ada yang sakit langsung katakan pada 2 penjaga ini."
"Iya Mas.." Jawab Riana, lalu menutup kaca mobilnya. Dipandangnya kedua penjaga yang diam tanpa berbicara sedikit pun itu. "Apa mereka ini sebenarnya robot yang hanya bisa bicara dengan pemiliknya?"
"Penjaga?"
"Iya Nona?"
Jawaban yang baku, benar saja. Seperti bicara dengan robot elektronik yang sudah di settings.
"Siapa nama kalian?"
"Nona bisa memanggil saya Penjaga Ragar." Sahut Penjaga Ragar masih dengan nada baku.
"Dan panggil saja saya Penjaga Pan."
"Apa kalian dekat dengan Mas Davee?"
"Silahkan Nona tanyakan saja pada suami Nona?"
Mendengarnya Riana berdesis kesal.
"Kami manusia, Nona."
"Apa kalian dari planet lain? Mars? Uranus? Venus?"
"Kami dari planet bumi, Nona."
"Berbicaralah dengan logat manusia, aku merasa sedang bicara dengan robot saja." Sungut Riana pada kedua penjaga.
"Tugas kami menjaga Nona, jadi kami tidak perlu mengubah cara kami berbicara." Tanpa melirik apalagi menengokkan kepalanya pada lawan bicara. Riana lagi lagi berdesis kesal.
"Kalian akan menjaga ku di gerbang sekolah saja kan?" Tanya Riana.
"Kami akan mengikuti Nona dan berjarak 20 meter dari Nona bahkan jika Nona di dalam kelas sekalipun."
"Apa! Kalian gila ya! Guru di sekolah tidak akan mengijinkan kalian!"
"Tenang saja Nona, kami sudah berbicara pada wali kelas serta kepala sekolah sekolah Nona." Dengan wajah datar penjaga Ragar memberitahu Riana, Riana membulatkan matanya tidak percaya dengan informasi dari penjaga itu.
"Kalian pikir ini sekolah kalian? Kenapa dengan seenaknya begitu!"
"Sudah sampai Nona..." Penjaga Ragar turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk Riana. Riana memasang wajah kesalnya, ia berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya.
"Riana?" Terdengar suara tidak asing memanggil namanya. Riana memalingkan kepala ke arah suara. Dilihatnya Linda dan Amanda sedikit berlari mendekatinya.
"Hay..." Ujar Riana menyapa, namun wajahnya tetaplah datar.
"Lo kenapa?"
"Lo liatkan penjaga itu." Riana memalingkan tubuhnya dan menunjukkan 2 penjaga yang berjalan di belakangnya berjarak 20 meteran.
"Ada apa dengan mereka? Dia satpam baru di sekolah kita ya? Tapi seragamnya lebih keren dan mereka tampan." Ujar Linda sambil menggigit jarinya.
"Dia penjaga gue. Davee yang mengutus mereka menjadi penjaga gue mulai hari ini."
"Apa!"
"Keren banget suami lo, sampe disedian bodyguard gitu, cakep cakep lagi." Kata Amanda.
"Astaga, aku punya teman genit banget sih." Sungut Riana.
"Suami lo sweet banget, Ya." Ujar Linda.
"Dasar lo berdua genit!"