Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 22



"Ya Tuhan akhirnya acaranya selesai juga, kaki ku sakit banget." Riana menolog di kamarnya sambil memijat mijat kakinya.


Tepat, acara kini sudah selesai. Riana dan Davee sudah berada di rumahnya kembali. kedua pasangan itu langsung menghamburkan langkah menuju kamar masing masing ketika orang tua mereka berdua sudah pulang setelah mengantar anak anaknya yang kini sudah menjandi pasangan itu.


Riana membersihkan wajahnya yang berlapis lapis bedak pengantin dengan micellear water, sebelum ia bergegas untuk mandi, membersihkan badannya yang dirasa sudah lengket dengan keringat seharian ini. Ia merasakan penat di seluruh persendiannya. Riana merendamkan diri di bathup kamar mandi sambil memejamkan mata dan menyandarkan punggungnya di dinding bathup putih itu. Riana merasakan ketenangan ketika merasakan segarnya air di dalam bathup yang menenggelamkan tubuhnya menyisakan kepala sampai batas leher.


Davee yang tadi hanya sempat makan siang merasakan lapar. Perutnya berbunyi beberapa kali karena belum terganjal makanan. Davee tidak berniat memesan makanan secara online karena dirasa ia tinggal bersama orang yang lihai dalam memasak siapa lagi kalau bukan istrinya, Riana.


"Makanan online tidak seenak masakan Riana, Riana sedang apa ya? Aku harus menyuruhnya memasak makanan malam." Davee yang sudah menggunakan piyama tidur dan artinya ia sudah lebih dulu membersihkan diri dari getah air keringat karena acara resepsinya siang tadi.


Tok...tok...


Davee mengetuk pintu kamar Riana berkali kali, namun tidak ada tanggapan yang Davee dapatkan, ia pun menerobos masuk lewat pintu yang tidak dikunci itu. Davee tidak melihat ada Riana di dalam kamar itu. Ia melihat ke arah kamar mandi yang tidak ditutup.


"Aaaaaa, pergiiiiii.."


Davee tersentak kaget lalu melompat keluar demi menghela lemparan Riana. Riana bangkit dari bathup dan langsung menutup pintu kamar mandi. Davee yang masih terbawa suasana kaget bergegas keluar dari kamar Riana.


-----------------------------------------------------------------


Terimakasih atas penantian menunggu setiap chapter cerita ini.


Author akan sangat berterimaksih lagi jika para pembaca sekalian memberikan like juga votenya. Hal tersebut membuktikan bahwa kalian mendukung kelanjutan novel ini.


Vote sebanyak banyak ya, yang vote akan terlihat oleh author.