Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 23



"Davee kenyang melihat tubuh gue, ah." Riana mengusap wajahnya dengan kasar. "Gue rasanya nggak mau di lihat atau pun melihat Davee." Riana memegang dahinya, tidak dapat diceritakan lagi bagaimana kondisi wajahnya, sangat merah bak tomat masak yang merah merona.


10 menit kemudian Riana sudah mengenakan piyamanya. Ia tidak ingin keluar kamar namun perutnya sudah menagih ingin diganjal.


"Hih, kenapa harus lapar sih." Riana mencoba menahan lapar dengan membuka hpnya untuk menonton. "Mau nonton horor ah, udah beberapa minggu nggak nonton horor karena ujian kemarin." Gumam Riana. Riana menonton dengan serius beberapa kali ia menutup wajahnya namun kali ini ia tidak mengambil gerakan cepat untuk menutup matanya tepatnya tidak sempat, Riana melihat hantu yang sangat mengerikan baginya yang ada di layar handphonenya itu. "Aaaaaa..." Riana melemparkan handphonenya di ranjang. Jantungnya berdebar dan berlari keluar kamar. Davee segera membuka pintu kamarnya mendengar teriakan Riana. melihat Davee di depan pintu Riana dengan refleks memeluk Davee sambil meringis ketakutan, dahinya mengucur keringat dingin. Davee mengernyitkan dahinya melihat Riana yang memeluknya sangat erat.


"Ria, lo kenapa?" Davee mencoba menenangkannya dengan sambil mengelus kepala Riana, tentu saja Riana merasa aman sekarang berada di pelukan Davee. Davee yang terbiasa dekat dengan gadis lainnya tentu memiliki berbagai cara untuk membuat mereka merasa nyaman berada dekat dengannya.


"Gue takut," ucap Riana yang masih membenamkan wajahnya di dada Davee.


"sekarang lo masuk kamar gue," Davee melepaskan pelukan Riana lalu menuntunnya masuk dan duduk di ranjang Davee. "Sekarang lo ceritain pelan pelan, apa yang bikin lo ketakutan kaya gini?" Tanya Davee pelan.


"Gue nonton film horor di handphone gue, terus hantunya ngeri banget." Jawab Riana, Davee yang mendengarkannya sedikit terkejut. Bagaimana mungkin ia sampai berteriak histeris seperti itu hanya karena menonton film horor. Davee masih tidak yakin dengan ucapan Riana.


"Lo yakin hanya karena itu?"


"Iya, gue emang sering nonton film horor tapi selalu ada Linda dan Amanda yang nemanin gue. Dan gue selalu tutup mata setiap ada adegan yg ingin memunculkan hantunya terus tadi gue nggak sempat nutup mata gue." Jelas Riana memelas. Davee tertawa mendengar penjelasan Riana bagaimana pun itu hanya karena hal konyol.


"Kalau gitu kenapa tadi lo nggak ngajak gue nonton sama lo?"


Riana menatap Davee sebelum menjawab.


"Masalah itu lo lupain aja, burung gue emang idup tadi ngeliat tubuh lo tapi gue masih bisa nahan kok. Dan lo anggap aja itu nggak pernah terjadi."


"Tapi..." Riana masih ingin mengelak tapi cepat cepat Davee memotongnya.


"Gue laper dan lo juga belum makankan? Lo masakin makan malam buat kita ya." Minta Davee, Riana baru mengingat kembali kalau ia tadi merasa lapar. Ia mengelus perutnya, lalu menggangguk pelan. "Yaudah, nanti kalau sudah mateng makanannya lo panggil gue ya." Ujar Davee.


"Nggak mau, gue masih takut." Rengek Riana sambil menarik tangan Davee agar ikut bersamanya ke dapur.


"Yah, Yaudah deh. Ayok.."


Riana mengeluarkan toples di kulkas berisi potongan ayam di dalamnya. Juga mengambil timun dan beberapa cabe merah.


"Ka Davee, aku lupa. Aku belum memasak nasi." Ujar Riana


_______________________________________


Dukung Author dengan cara like juga vote sebanyak banyaknya. Komen,like dan vote akan membuat author sangat bersemangat melanjutkan novel ini.