Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 53



Matahari sudah terlampau menyala di upuk timur, seperempat langit pun sudah di lalui. Riana membuka matanya, terasa ada sesuatu yang berat melingkar tepat di dada Riana. Riana menunduk untuk melihat benda yang melekat di gunung kembarnya, dan apalagi kalau bukan tangan Davee yang entah sudah di sengaja atau karena keenakan tidur. Riana cepat cepat mengalihkannya, mimik wajahnya berubah cemberut sambil melihat ke arah Davee yang masih terlihat nyenyak tidur.


"Dasar tikus mesum!" Gerutu Riana dengan lirih. Riana duduk dari tidurannya kemudian bola matanya tertuju pada jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah 9, Riana kaget melihat angka yang di tunjuk oleh jarum jam itu. "Bagaimana mungkin aku bangun sesiang ini, apa aku nyenyak gara gara ada Mas Davee di sini." Riana bermonolog.


"Tentu saja, kamu sangat nyenyak saat tidur dengan ku." Jawab Davee yang rupanya sudah bangun. Tentu saja Riana kaget, namun ia berusaha menyembunyikannya dan bersikap tenang.


"Sepertinya Mas Davee salah denger, tadi aku bilang aku sangat tidak nyaman tidur dengan Mas."


"Benar kah?" Davee menarik tubuh Riana dan menidurkan Riana kembali.


"Mas, aku mau masak."


"Setengah jam lagi tidur dengan ku, kita pesan online saja makanannya." Davee mengambil Ponselnya lalu mengirim pesan pada penjual makanan online.


"Kenapa harus mengajak ku sih? Mas bisa kok tidur sendiri di sini."


"Aku mau tiduran dengan mu, titik! Atau aku..."


"Iya iya, setengah jam lagi." Jawab Riana dengan cepat karena ia sudah tahu Davee akan mengeluarkan ancaman terhandalnya. Davee tersenyum lebar melihat Riana yang mnuruti kemauannya, Davee memeluk erat Riana. Sementara Riana hanya pasrah karena sebetulnya ia juga merasa nyaman dipeluk oleh Davee.


"Riana,"


"Hem?"


"Berbelanja lah dengan banyak nanti."


"Em baik lah. Aku akan membeli foundation, lipstik, lipgloss, two way cake..."


"Tidak perlu disebutkan aku tidak akan mengerti." Ucap Davee lalu mencubit hidung Riana.


"Hehe, baik lah. Mas, knpa suka tidur dengan ku?"


"Em entah lah, aku merasa tenang dan nyaman saat tidur dengan mu."


"Tapi kalau tidur dengan ku tangan mu nggak boleh mesum!"


"Hehe. mesum bagaimana?"


"Tadi aku menemukan tangan mu hinggap bagai kumbang menghisap madu di mimi ku."


"Akhh, Riana sakit."


"Itu hukumannya," ujar Riana lalu terkekeh.


"Riana, tadi malam aku juga mencium mimi kamu dengan bibir ku." Tentu saja kali ini adalah modus Davee saja. Davee memonyongkan Bibirnya sambil memejamkan mata. Riana merapatkan giginya karena kesal lalu ia memukul bibir Davee. Hahahaha rasain lo Davee.


"Rasain!"


"Riana kamu jahat banget sih,"


"Kamu mesum!"


"Biarin." Davee makin mengeratkan pelukannya.


"Mas,"


"ehm?"


"Apa bedanya cinta dan sayang?"


"Em, sayang itu adalah perasaan ingin melindungi, tidak ingin kehilangan. Kalau cinta itu adalah perasaan nya seperti sayang tapi ada tambahan nafsu di dalamnya dan ada ketidak relaan ketika orang di cintai dekat dengan lawan jenisnya."


"Begitu kah? Berarti aku hanya sayang dengan orang tua ku?"


"Iya,"


"Kalau perasaan Mas dengan ku apa?"


tinung, tinung...


Pengantar makanan online sudah datang. Davee bergegas keluar, sementra Riana berdesis kesal karena pertanyaannya tidak dijawab. Setelah selesai menerima makanan Davee membawa kotak makanan ke dapur dan menyiapkannya diatas meja makan. Davee lalu menaiki tangga untuk memanggil Riana.


"Riana, ayolah ke dapur."


"Nggak mau!"


"Ya sudah." Davee dengan tangkas menggendong Riana, membawanya ke dapur. Ketika Riana mencoba memberontak Davee menggigit bibir Riana. Dengan suara lirih Davee berkata pada Riana "Diam lah." Riana langsung terdiam tidak berani bersuara lagi.