
Riana mengenakan kembali boyshortsnya, kemudian membuka kamar mandi dan menuntun Davee keluar. Ah tapi Riana tidak sempat memakai bra nya. Wahhhh!! Dan Davee? Tentu saja ia masih polos.
"Mas kenapa lebay begini sih? Orangnya mesum, giliran ngeliat darah seperti itu aja udah mau K.O," sambil menidurkan Davee di ranjang dan menyelimutinya. Riana tertawa lebar setelah selesai membersihkan segala partikel partikel keringat Davee dengan tissue basah. "Dasar cowok mesum penakut. Haha..." Ejek Riana. Davee ikut tersenyum melihat Riana, tatapannya beralih pada dada Riana yang tanpa serat kain di sana. Tentu saja itu bukan senyuman biasa, melainkan senyum senyum nakal yang membuahi wajah Davee. Davee mengangkat tubuhnya sendiri dan membenamkan bibirnya pada bagian tubuh Riana yang disukai nya itu.
Wajah Riana memerah, ia baru sadar jika tidak sempat menggunakan bra nya lagi tadi. Ingin melepaskan pekerjaan Davee juga sudah terlambat.
"Mas, aku lagi datang bulan. Jangan macem macem deh." Ujar Riana, karena Davee terlihat semakin menggila saja. "Atau mau ku tunjukan lagi?"
Davee dengan cepat melepaskan kegiatannya, wajahnya menegang. Melihat Davee seperti itu, Riana terkekeh.
"Makanya, jangan nakal.." Riana mencolek hidung Davee." Aku ingin mandi, Mas di sini saja. Nanti mandi setelah aku ya.." Riana beranjak dari duduknya lalu melangkah ke tujuannya, apalagi kalau bukan kamar mandi untuk mengguyurkan tetesan air air bening dan menggosokkan gumpalan busa basa.
Ketika Davee sedang asik dengan handphonenya, Riana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi berwarna hijau muda.
"Mas, mandilah.." Kata Riana, Davee melemparkan handphonenya asal di atas ranjang. Davee beranjak dan berjalan mendekekati Riana yang sedang sibuk mencari pakaian di lemarinya.
Tiba tiba saja kedua tangan Davee melingkar di perut Riana, Davee menyandarkan wajahnya pada punggung Riana.
"Mas, jangan macam macam deh, cepat lah mandi."
"Mandikan..."
"Hah???" Riana terbelalak. "Apa apan lagi ini!"
"Mandikan atau akan ku buat dirimu..."
"Apa? Tidak perawan lagi? Bukan nya Mas sudah melakukannya malam itu." Ucap Riana lalu mencibir Davee. Davee terdiam malu, namun segera mungkin ia menggendong Riana lagi, membawanya ke ruangan yang baru saja Riana tinggal tadi. Sementara Riana menghela nafas panjang di gendongan Davee dan pasrah.
"Mandikan aku.." Kata Davee setelah menurunkan Riana. Riana menuruti nya, ia menghidupkan shower untuk membasahi tubuh Davee terlebih dahulu.
"Dasar! Manusia mesum memang nggak tahu malu, ia bahkan telihat santai sekali bertelanjang bulat begini di depan ku. Dimana urat malu mu Tuan?..." Ketika Riana menggosok gosok tubuh Davee dengan puff di tangannya, Riana tercengang melihat benda yang dimiliki Davee.
"Mengapa ungkurannya bisa berubah rubah?"
"Haha, kamu lucu sekali..." Mencubit hidung Riana.
"Jawab dulu!!"
"Haha, apa kamu begitu penasaran sekali?"
"Tentu saja! Ini adalah ilmu.." Jawab Riana cuek, Davee terkekeh.
"Bilang saja kalau kamu sebenarnya ingin tahu karena mau kan??"
"Mas, apaan sih! Aku datang bulan tau!!"
"Bisa saja," balas Davee, wajah Riana menekuk kesal. Davee terkekeh melihatnya, lalu mencolek hidung Riana hingga tertinggal busa sabun hidung Riana. Riana ingin menghindar namun percuma. "Ereksi terjadi karena adanya perubahan aliran darah dalam *****. Ketika aku atau pria lainnya terangsang, saraf membuat pembuluh darah dalam ***** melebar. Aliran darah yang masuk akan lebih banyak dibandingkan yang keluar dari jaringan *****, sehingga mengakibatkan jaringan korpus kavernosum mengeras. Sudah puas istri ku??" Davee mendekat kan wajahnya pada wajah Riana, hingga hidung mereka menempel.
"Puas!" Ujar Riana, lalu mendorong wajah Davee. Ia tidak ingin Davee menciumnya lagi di kamar mandi.
"Riana, besok sekolahnya izin saja."
"Nggak bisa Mas, besok aku harus mempersiapkan UKK ku."
"Baiklah. Tapi langsung pulang..."
"Baiklah..."
×****************************************
Terimakasih untuk kalian yang setia menunggu setiap chapternya setiap hari. Mohon maaf tanggal 27 februari tidak dapat up, Author akan sampaikan setiap alasan tidak update Author di grup Author saja ya. Yuk? Silahkan gabung... Author juga ingin ngobrol sama kalian. Boleh tanya tanya juga ya.