Binar Mahligai

Binar Mahligai
Chapter 38



"Riana?" Panggil Linda dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. Riana menatap sebentar lalu melanjutkan langkahnya lagi menuju kelas. Linda mengernyitkan dahinya, tidak seperti biasanya Riana yang cerewet ketika bersama sahabat berubah jadi dingin begitu. Linda mempercepat langkahnya menuju kelas, mendatangi keberadaan Riana yang menundukkan kepalanya di meja. Linda meraih bangku kosong dan meletakkan di sebelah bangku Riana berada. "Riana lo kenapa?" Tanya Linda pelan.


"Linda? Lo udah dateng?" Tanya Amanda yang berada di ambang pintu kelas.


"Iya, gue baru aja dateng. Gue telat bangun tidur. Eh tadi bukannya kata lo, Riana dan Davit bareng lo di taman?"


"Emang iya, tapi Davit maksa Riana buat pulang bareng dia. Lo kan tau sendiri bokapnya Riana gimana."


"Oh pantes saja. Sudah lah Ria, nggak usah di pikirin. Nanti makan gue traktir lo deh." Ujar Linda menenangkan Riana, Riana seketika mengangkat kepala dan wajahnya yang sedikit tegang.


"Lo kenapa Ria? Linda jangan jangan Riana kerasukan jin." Ujar Amanda dengan muka panik.


"Ih bukan kerasukan, gue lupa minta uang jajan sama Davee." Kata Riana lalu memonyongkan mulutnya. Riana tidak sempat mengontrol volume suaranya sehingga bangku bangku yang terisi di dekatnya bisa mendengar perkataannya. Gres dan Itin bertatapan bingung dengan perkataan Riana. Keduanya melayangkan bisikan tetangga seketika.


"Bukannya orang tua nya kaya, kok minta minta sama pacarnya sih." Gosip Gres pada Itin.


"Cinta zaman sekarang memang membudakkan." Jawab Itin lagi.


Amanda yang mendengarnya naik pitam dan langsung berdiri.


"Heh lo, kalau nggak tau apa apa nggak usah bersuara. Lo nggak tau apa Riana itu udah..." Linda cepat cepat menutup mulut Amanda yang akan keceplosan bersuara tentang pernikahan Riana.


"Tadi ada lalat masuk ke mulut Amanda gue kurung dulu." Ujar Linda namun masih menunjukkan wajah dingin pada Gres dan Itin. "Kalian nggak usah ikut campur masalah kehidupan Riana, urus hidup lo sendiri. Bukannya lo nembak Bahrul adik kelas multimedia dan akhirnya ditolakkan Gres? Dan lo Itin, lo yang kemarin gue temuin di wc nangis nangis histeris karena diputusin Hendri kan? Makanya kalau lo juga punya kekurangan nggak usah ngurusin hidup orang lain." Ujar Amanda, seketika Itin dan Gres terlongong longong, wajah mereka kini sangat merah menahan malu.


Tetttttttt....tetttttt


Bell sekolah berbunyi pertanda jam pertama akan segera di mulai.


"Lo nggak usah mikirin uang jajan, nanti semua makan siang lo gue traktir." Ujar Linda seraya melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyuman. Riana membalas senyumannya lalu anggup anggip.


Pelajaran pertama sudah selesai dan kini berganti bell istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan ke luar, ada yang ke taman untuk sekedar mengobrol ataupun menggosip riang, ke wc untuk mengeluarkan hajat, ke ruang Bk karena bermasalah, dan ke kantin seperti yang Riana dan kedua sahabatnya lakukan.


"Gue mau makan bakso, lo apa Ya?" Tanya Linda pada Riana.


"Gue sama aja deh, udah lama nggak makan bakso." Jawab Riana.


"Apaan sih, ya nggak lah."


"Yah masa sih, nggak seru dong."


"Gue nggak mau, nanti gue nggak perawan lagi."


"Ngapain lo mikirin itu lagi, kan lo juga udah nikah."


"Tetep aja, gue mesti harus tetep perawan.


"Nanti Davee pasti ingin punya anak sama lo."


"Taraaaa, makanannya udah jadi. Lo berdua pada ngomongin apasih?" Tanya Linda penasaran.


"Ngomongin buah hati Riana."


"Hah? Lo hamil Ria?" Tanya Linda tidak lupa membesarkan kelopak matanya.


"Ih nggak lah, lo percaya aja sama Amanda. Eh sebentar ada chatting dari Davee."


Amanda dan Linda mendongakkan kepalanya ingin melihat isi pesan dari Davee.


Si Otak Mesum "Jam berapa pulangnya?"


"Belum tau, nanti ku telepon kalau sudah pulang. Tapi kemungkinan aku akan pulang lebih sore lagi karena aku aku ada less." Balas Riana.


Si Otak Mesum "kamu pulang sekolah jam 3 kan? Akan ku jemput jam itu. Kamu nggak boleh ikut ikut less!!"


"Apa?!!" Riana memukul meja, membuat semua orang memperhatikan meja mereka berada. "Amanda, Linda gimana dong?"


"Suami lo jahat juga. Tapi turutin aja, siapa tau ada kejutan. Hehehe.." Ujar Amanda.