
Trecy sangat murka. Dadanya terbakar panas, tak terima Cal terkena tembakan di paha kirinya dari Izakh. Lalu ia pun merebut revolver dari tangan Nick yang bermaksud melindunginya dan ganti menembak Izakh.
"Izakh, matilah kau!"
DOORR.
Tembakan Trecy meleset, karena Izakh cepat merunduk ke bawah kursi. Baku tembak antara The Blooded Killer menyerang Black Shadow semakin sengit. Namun, Trecy tak gentar menembak ke arah Izakh lagi dan lagi sambil berlari ke arah Cal.
"Honey, aku baik-baik saja." Cal tahu Trecy begitu mencemaskannya dan memeluknya sangat erat sekarang. Lalu Efrain dibantu mommy—nya itu memapah daddy—nya untuk bangun, setelah membalut luka tembak itu dengan kemejanya yang ia sobek.
"Syukurlah sayang. Aku sangat takut kau kenapa-napa," lega dirasakan Trecy, mata berembunnya kemudian terarah pada Noah yang tampak gemetar ketakutan dalam dekapan Rich. "Cucuku sayang, Noah. Ini Grandma, jangan takut. Kami semua akan melindungimu." Trecy membingkai wajah Noah lalu mencium pipinya penuh kasih sayang.
Ternyata diperhatikan oleh Morren, Mutia dan Alda yang terenyuh atas sikap calon ibu mertuanya. Bahkan Morren tak menyangka, jika keluarga Louis sangatlah baik. Menerima adanya Alda dan cucunya tanpa berpikir dua kali.
Sekilas, Trecy menimbang senyum pada Morren yang terperkur. Tak lama ia mengintruksi Rich. "Cepat bawalah Alda, Noah, Tuan Morren dan teman Alda itu keluar dari sini, Rich. Selamatkan dan lindungi mereka!" himbau Trecy, kendati tak ingin mereka celaka.
"Iya, Mom." Rich mengulum senyum pada Trecy lalu pada Cal yang ia peluk sejanak, berikut kebenciannya yang luruh hari ini atas pengorbanan besarnya. "Maafkan aku daddy, maaf." Suara Rich serak, begitu Cal menyeka air mata yang lepas ke wajah tampan putranya.
"Jangan khawatirkan daddy. Apa kau lupa jika daddy punya sembilan nyawa, hum?" canda Cal bermaksud menenangkan di saat genting.
Rich mengangguk tersenyum, bahkan ia tak menolak atau marah seperti biasanya saat Efrain merangkul bahunya. Dan kerlip penuh haru dari setiap mata dua orang yang pernah menghadirkannya ke dunia itu pun menangis bahagia. Putranya telah kembali ke sisi mereka, seperti dulu.
Tes!
Air mata Trecy berguguran yang segera ia seka. Cal menggenggam tangannya begitu erat, katanya, "akhirnya Rich kita pulang honey. Putra kita."
"Iya sayang, si paling bandel!" kekeh Trecy menyandarkan kepalanya di bahu Cal.
"Aku menyayangimu, Ef."
"Aku juga menyayangimu Rich."
Setelahnya, kedua kembaran itu pun berpelukan. Dengan Noah yang tak sekalipun dilepas Rich dari gendongan. Tidak hanya mereka saja, Alda dan Firheith pun turut bahagia melihat dua saudara kandung itu yang kembali bersatu.
"Titip Daddy dan Mommy, Ef, Fir. Aku akan membawa mereka pergi." Rich tersenyum pada daddy—nya itu, sebelum menyongsong Alda dan yang lain.
Sementara itu Morren terharu melihat perhatian Trecy pada putrinya. Ia tak menduga mereka sangatlah baik seperti kata Alda dan gara-gara tujuannya mempersatukan Alda dengan Rich, akhirnya berakibat seperti ini. Morren pun sangat menyesal.
Kini, Morren bersikukuh harus menghentikan semuanya agar tak terlambat. Setelah ia tak sengaja bersilang pandang dengan Izakh yang baru disadari jelas wajahnya sekarang, karena pria tua itu tadi membelakanginya.
Tubuh Izakh membeku dan hanya mereka berdua saja yang tahu apa arti tatapan itu. Sampai suara keras Morren memecah desingan senjata tersebut.
"Berhenti kalian semuanya!" selepas teriakan Morren, semua bagaikan patung.
Langkah Rich, Alda, Mutia dan Noah tertambat kaku. Begitu mereka semua menyaksikan Morren yang telah berada di sisi Cello, memegangi kursi rodanya. Hingga mengusik Izakh keluar dari persembunyian.
"Morren?"
"Ya, aku. Kuharap kau tak lupa, siapa aku dan hubungan kita."
Ada hubungan apa? Mengapa Morren dan Izakh saling mengenal.
Sampai-sampai seorang Calvien Louis pun tak tahu, tak terkecuali Alda yang was-was takut terjadi sesuatu pada papinya.
Ujung sudut bibir Izakh ditarik ke atas. "Apa kabar sepupuku? Tak kusangka kita bertemu lagi di sini, setelah lama kau menghilang tertelan bumi. Kupikir, setelah Leandra— mommy dari Cello menikah denganku. Kau bunuh diri? Ternyata kau sudah menikah dan ... wanita itu!" tunjuk Izakh pada Alda. "Kini anakmu dan anakku, mengulang kisah lama kita. Dulu, kita memperebutkan satu wanita. Now! Anak-anak kita, memperebutkan satu pria."
Apa??
Banyak pasang mata terbelalak. Pendengaran mereka tak salah. Terutama napas Alda dan Cello seketika terpacu akan pernyataan itu, yang baru pertama kalinya mereka tahu.
"Jadi, Izakh. Sudahi semuanya, aku mohon. Turunkan egomu. Biarkan Rich dan Alda bahagia, bukankah Alda juga keponakanmu?"
Izakh menyanggah sarkas. "Like her father, her daughter is the same. I'm not going to give up Rich just like that, because he's under a pact with me!" —Seperti ayahnya, putrinya juga sama. Aku tak akan menyerahkan Rich begitu saja, karena ia terikat perjanjian denganku!
Morren mengetatkan rahang. Cal tak kalah sengit menghampirinya dengan terseok-seok didampingi Efrain.
"Memangnya siapa kau?! Rich itu putraku. Kau tak berhak mengatur, dia harus menikah dengan siapa. Dasar tak punya otak!" Cal tak terima putra kesayangannya diatur-atur.
Sementara Rich yang menyaksikan itu pun sangat bahagia sekaligus bangga. Tak menyangka jika selama ini, ia begitu disayang. Bahkan, daddy—nya itu getol membela dan menantang Izakh terang-terangan.
"Kau?!" geram Izakh mengepal tangan.
Cal mengangkat kepalanya congkak. Ia tak takut apa pun, apalagi malaikat maut. Sudah berkali-kali ia berhadapan dan mautlah yang tunduk padanya.
"Apa? Kau mau berduel denganku, ayo! Jangan kau kira kakiku yang kau tembak ini tak bisa menghancurkan isi kepalamu. Mengantarkan mu ke liang kubur pun aku mampu!" tantangnya semakin menaikkan tensi darah Izakh.
Izakh menjabarkan ulang semua hutang budi itu. Di mulai dari Rich yang mengemis pertolongan dan perlindungan kepadanya. Juga nominal franc dengan jumlah fantastis yang digelontorkan. Intinya itu hanya alasan Izakh saja. Rich pun jadi tertampar, hingga ia pun merunduk malu tak punya muka. Namun, Alda memberanikan diri menggenggam tangannya.
"Boo ..." Alda menatapnya intens.
Hati Rich bergetar, dipenuhi berbagai kupu berterbangan. "Kau masih mengingat panggilan sayangmu untukku?"
"Ya, Boo. Maafkan aku yang terlambat menyadari semuanya ..."
Jari Rich menyumpal bibir Alda yang dingin sambil menggeleng.
"Tidak ada kata terlambat. Kau sudah mencintaiku dan memberikan hadiah putra semanis ini saja, aku sangat bahagia, Bunny." Rich pun memandanginya penuh cinta, mengambil tangan Alda yang kemudian ia cium. "Aku menyayangimu Alda Louis."
Wajah Alda seketika bersemu merah.
Skretsz!!
Ada yang tertusuk paku, sakit! Itulah yang dirasakan Cello ketika memperhatikan scan romantis antara Alda dan Rich. Walau daddy—nya mengatakan mereka adalah sepupu. Tapi, tidak ada kata sepupu untuk pria yang dicintainya. Tak ada kata berbagi, Rich hanya miliknya.
"RICH!!" pekik Cello dari kursi roda, diserbu api cemburu. "Daddy, aku mau Rich?" rengeknya.
"Bastard, kemarilah! Kuharap kau tak akan pernah lupa janjimu padaku! Tinggalkan wanita itu dan kembalilah pada Cello!" teriak Izakh menyoroti Rich dengan tajam, tapi Rich bergeming dan semakin kuat menggenggam tangan Alda juga Noah.