Bastard's Shackles

Bastard's Shackles
54. Iya atau Tidak!



Jumlah Gangster Black Shadow ternyata lebih banyak dari yang Rich perkirakan. Sepuluh anak buahnya, melawan dua puluh orang anggota Black Shadow. Itu suatu hal yang mustahil.


Rich dan anak buahnya terkepung dari segala sisi. Senjata mereka lengkap, tidak hanya senjata api tapi juga senjata tajam. Mata Rich menyipit, silap mata dari kilapan cahaya yang berada di punggung anak buah Black Shadow. Walau hanya sedikit terlihat, Rich begitu yakin itu samurai dan pria yang membawanya adalah seorang shinobi yang berpakaian biasa.


Musuhnya kali ini bukanlah orang-orang sembarangan. Sedikit saja Rich salah memprediksi perlawanan. Nyawanya sendiri, Firheith dan para anak buahnya pasti habis di tangan mereka.


"Buang senjata kalian semua!" perintah salah seorang pria yang di yakini sebagai ketua gangster Black Shadow. Suaranya begitu keras, hingga membuyarkan kepingan-kepingan rencana di otak Rich.


Rich melirik tajam pria itu, sebuah lirikan maut yang biasanya merendahkan nyali seseorang. Tidak kali ini, bagi ketua gangster Black Shadow. Dia menyeringai, menatap balik pada Rich. Mengintervensi lewat perang mata, di tambah lagi semakin menekan kapak tajam yang berada di atas kepala Rich.


"Jika tidak, aku akan membelah kepala Bos kalian menjadi dua bagian!" ancamnya lagi, mengibarkan bendera perang dengan senyum mencemooh.


"Ikuti maunya," kata Rich mengerjapkan mata, semua anak buahnya seketika menurunkan perlahan pistolnya masing-masing ke bawah.


Rich melirik Firheith yang hanya diam, juga meletakkan revolvernya secara lamban. Hingga parang yang melingkari leher Firheith sedikit digores oleh pria yang memegang parang itu.


"Aargh!" wajah Firheith meringis, menahan perih dari luka goresan parang yang mengalirkan darah di lehernya.


Tubuh Rich bergerak refleks karena marah. Namun, kapak di kepalanya kemudian terlihat diayunkan oleh ketua Black Shadow itu dari atas ke kepalanya, yang memicu Firheith lekas memberi himbauan dari bibirnya tanpa suara.


"Jangan nekat! Jangan ... Tetap diam."


Rich tak suka itu, dia membuang napas kasar lalu memejamkan matanya dalam-dalam. Dirinya mengumpat kesal dibuat tak berdaya atas situasi buruk ini.


Ada pun saat membuka mata. Sejauh memandang ke dalam Sweedie Bar, juga tak kalah mengenaskan. Beberapa mayat bergelimpangan dan hancur berantakan. Rich tahu, jika sebagian dari mereka yang tewas adalah para anak buahnya yang kalah.


'Oh God! Posisiku serba sulit!' geram Rich membatin.


"Akhirnya aku berhasil melumpuhkanmu juga Richard Louis!" sarkas pemimpin gangster yang bernama—Grosen itu tampak bangga.


Grosen salah satu dari pemilik Gangster paling meresahkan di Kongo. Usut punya usut, dia juga musuh bebuyutan The Blooded Killer. Biasanya mereka suka berbuat onar dan mengganggu bisnis rivalnya.


Grosen menjalankan bisnis pencucian uang. Berupa Club Malam, rumah bordil, penyelundupan senjata dan napza yang sudah dilakoninya sejak dahulu kala. Tepatnya sebelum Grosen dan Rich lahir ke dunia ini.


Black Shadow pernah lama tunduk di bawah kekuasaan The Blooded Killer, setelah Cal berhasil membunuh Dermen Kalnov— ketua dari Gangster Black Shadow pertama.


Setelah Balck Shadow dimusnahkan. Cal membubarkan organisasi gangster itu. Istri dan semua keturunan Dermen Kalnov telah disapu bersih oleh Cal. Dengan kata lain, telah dibunuhnya tak tersisa.


Namun, siapa sangka?


Cal melupakan satu hal kala itu. Jika Dermen Kalnov yang licik, masih mempunyai satu istri yang tinggal di negara lain.


Begoria Flena— wanita itu tinggal di Moskow dan tengah mengandung Grosen Kalnov. Keberadaannya sengaja dihilangkan agar tidak diketahui oleh Cal dan dia bersembunyi selama berbulan-bulan.


Lama kelamaan, wanita itu pun kehabisan uang peninggalan dari Dermen. Sehingga memaksanya berjuang lebih keras untuk bertahan hidup, meskipun menjadi pelacur di saat ia mengandung Grosen, menjadi pilihan berat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya


Yang ia tahu, gara-gara Calvien Louis. Begoria dan Grosen hidup dalam penderitaan. Mereka pernah kelaparan. Selain usianya yang menua dan sakit-sakitan, membuat para lelaki hidung belang enggan menyewa dirinya untuk bersenang-senang. Begoria pun harus mengemis di jalanan dan membiarkan Grosen kecil menjadi pencuri hanya untuk sepotong roti. Begoria sakit hati, dendamnya mengerucut pada Cal.


Sehingga ia menanamkan dendam kesumatnya itu pada Grosen sejak dini dan mendarah daging hingga Grosen tumbuh dewasa. Untuk membalas kematian suaminya pada seluruh keturunan Calvien Louis.


°°


Grosen mendengar kabar perpecahan keluarga Calvien Louis. Rich keluar dari rumah dan telah lama menjadi incarannya. Kelengahan inilah yang kemudian dimanfaatkan Grosen.


Diam-diam membangkitkan Black Shadow.


"Aku bisa saja membunuhmu sekarang Richard Louis ..."


"Bunuh saja. Aku sudah siap!" Rich memotong cepat ucapan Grosen yang belum lengkap.


"Akh!"


Wajah putih Rich seketika berubah memerah, meringis kesakitan tatkala alas sepatu kulit Grosen ternyata bukan alas biasa. Dasarnya terpasang paku-paku tajam yang sekarang menembus kulitnya hingga mengeluarkan darah teramat banyak.


"Jangan buat Rich menderita, Grosen! Habisi saja, aku!" teriak Firheith tak tega melihat Rich kesakitan. Gejolak di dadanya membara, rasanya ingin membunuh Grosen detik ini. Tapi dia terkekang, ketika jalan yang diambilnya salah. Nantinya takut jika Rich yang malah meregang nyawa.


"Baiklah kalau itu maumu." Grosen menoleh cepat dengan mata elangnya menuju Shinobi di belakang Rich.


TRENG!


Bunyi samurai menggelitik telinga saat dikeluarkan dari sarung pembungkus, memicu jantung semua anak buah Rich seolah berhenti. Di depan mata, begitu ngeri melihat Shinobi itu menghunuskan samurai ke perut Firheith.


Mata samurai akan ditusukkan. Rich berteriak keras dengan keringat membanjiri seluruh wajahnya. "Apa maumu, cepat katakan Grosen!" karena ia tak ingin Firheith celaka.


"Ternyata kau bisa membaca pikiranku, Rich. Kau memang mewarisi sifat mafia dari Cal." Grosen menyuruh Shinobi menurunkan samurai dari perut Firheith.


Rich membuang mukanya ke arah lain, tak suka mendengar nama daddy-nya disebut. Lagi pula menatap Grosen membuatnya mual, karena selain wajah buruk pria itu yang dipenuhi tato. Biji matanya yang putih pun menghitam, karena ditato juga sehingga dia sudah terlihat seperti alien.


"Kau terlalu banyak omong, Grosen. Sebutkan apa maumu atau lebih baik kita bekerjasama daripada kita bermusuhan begini." Rich mengajaknya bernegoisasi.


Lawan harus dijadikan teman sebelum ia menusuknya dari belakang. Ya, itulah cara Rich selama ini menjalin hubungan dengan para musuhnya di dunia gelap.


"Wow! Sekali lagi aku bangga padamu, Rich. Grosen melepas kakinya dari paha Rich. "Memang aku ingin mengajakmu bekerjasama. Bahkan tawaran ini sangat menarik untukmu."


Grosen menjambak rambut Rich dan mendongakkan wajahnya sampai ke atas.


"Apa tawaranmu?" tanya Rich.


"Bunuh Cal— daddy-mu sendiri. Apa kau sanggup? Jika tidak, seumur hidupmu kau tak akan bisa mendirikan bisnis apa pun di Kongo atau belahan dunia mana pun dan jika kau gagal. Maka seluruh nyawa keluargamu akan menjadi targetku selanjutnya!"


"Bajingan kau!" teriak Rich terpancing emosi, dia sampai melupakan jika kapak masih ada di atas kepalanya karena tak terima atas pernyataan dari Grosen.


Bagaimana mungkin Rich sanggup membunuh daddy-nya sendiri demi sebuah kekuasaan? Walau di hatinya terselip dendam dan sakit hati. Rich masih menyayangi daddy-nya sampai kapan pun.


Ini hanya masalah waktu, Rich hanya butuh menyembuhkan lukanya. Bukan menambah luka baru yang dosanya akan ditanggungnya seumur hidup.


"Kau gila Grosen! Aku tak akan melakukannya!"


"Begitukah?" tanya Grosen menatap bengis pada Rich seperti Devil. "Bunuh temannya itu Shinobiku!"


Samurai dengan cepat diarahkan lagi ke perut Firheith. Shinobi akan menusuk Firheith, detik demi detiknya berjalan terasa lambat.


Mata Rich terbeliak saat samurai itu menusuk perut Firheith di depan matanya langsung sebelum suaranya keluar.


JLEEB!


"Aaarrgh!" Firheith memekik keras, samurai itu dicabut dari perutnya oleh Shinobi. Berikut darah segar mengucur deras dari lobang bekas tusukan.


"Tidak! Fir ...!" jerit Rich meraung, melihat Firheith yang tersenyum padanya dengan pandangan membayang. Seolah mengucapkan salam perpisahan.


Tubuh Firheith ambruk, dibiarkan tergeletak mengerang kesakitan. Sementara seruan lain datang dari Grosen yang membuat Rich menghamba-hamba.


"Mut*la** dia sekarang Shinobiku. Ambil gergaji mesin!"


"Jangaan ... Tolong jangan lakukan itu! Kumohon... Tidak." Rich menggeleng dan tak sanggup melihat sahabatnya mati mengenaskan. Firheith masih bisa diselamatkan. Mereka akan memut*l*s*nya dalam keadaan masih bertahan hidup. Rich tak akan membiarkan itu terjadi.


"Kalau begitu, habisi nyawa Cal! Iya atau tidak!"