
Poseidon menikah dengan seorang Dewi laut yang mana telah tinggal di dalam laut selama ratusan tahun sebelum Poseidon mendapatkan wilayah laut dari pembagian kekuasaan atas bumi, menurut legenda Yunani Poseidon memiliki banyak anak, namun disini kita hanya akan membahas dua anak Poseidon yaitu Kraken dan Triton.
Kraken merupakan anak dari Dewa penguasa laut Poseidon, beberapa literatur menggambarkan Kraken adalah monster bersisik ikan, menurut buku mitologi Yunani ada yang mengatakan mereka mampu merubah wujud mereka menjadi gurita raksasa yang menyeramkan. Namun literatur apapun itu mereka semua setuju bahwa Kraken adalah penjaga laut yang mengerikan. Kraken tak mampu hidup di darat seperti duyung atau putera Poseidon yang lainnya, karena ketidakpatuhannya pada sang ayah Kraken di kutuk oleh Poseidon. Ia hanya bisa bebas dan damai jika menemukan pengganti yang mau mengisi posisinya.
Triton adalah putera Poseidon dari istri yang sangat di cintai nya, Triton memiliki tubuh setengah manusia dan setengah ikan lengkap dengan banyak duri tajam di sekitar punggung dan siku tangannya. Triton merupakan dewa yang juga bertugas menguasai laut sama seperti ayahnya (Poseidon) namun karena kesalahan yaitu jatuh cinta dan menikah, ia harus di hukum jauh di dasar laut. Tentu ia tahu bahwa ia memiliki seorang putri yang tak abadi seperti dirinya, namun ia harus rela untuk tidak bertemu putrinya demi menjalankan hukuman dari Poseidon.
~
Srrrrr!
Srrrrr!
(Suara ikan berenang kesana-kemari dengan cepatnya)
"Siapa itu??"
Katrina menajamkan pengelihatannya, ia celingak-celinguk menatap sekitar mencoba mencari suatu makhluk yang berenang-renang di sekitarnya dengan begitu cepat.
Astaga! Kenapa aku jadi takut? - Katrina.
Mata Katrina mengikuti bayangan suatu makhluk yang berenang di sekitarnya, kecepatan makhluk itu sangat luar biasa. Katrina yang mulai merinding memilih untuk berenang menjauh, namun seseorang menggapai tangan kirinya.
"Mau kemana?? Hihi"
"Akkkhhh..." Katrina berteriak kencang di dalam air, tentu saja tidak ada seorangpun yang mampu mendengar teriakan gadis itu.
Makhluk aneh itu memandangi Katrina dari ujung ekor hingga menamati wajah Katrina dengan seksama. Ia tertawa terkekeh, senyumnya sungguh mengerikan.
Bibir Katrina bergetar, ia sungguh ingin melarikan diri dari tempat itu. Tapi bagaimana caranya, kecepatan berenang makhluk ini tiada tandingannya.
"Hybrid... Sedang apa di tempatku? Kikikiki"
"Ma... Makhluk apa kau?" Tanya Katrina dengan nada takut.
"Tidak sopan! Pengikut Triton memang kurang ajar"
Siapa itu Triton?? - Katrina.
Katrina mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman makhluk aneh itu, di lihat dari bagaimanapun ia memiliki tubuh yang mirip dengan para duyung. Hanya saja penampakannya sedikit berbeda, dia sungguh mengerikan.
"Kenapa? Kau ingin pergi?? Bukan kah kau sendiri yang datang??"
"Maaf, aku salah tempat"
"Kikikiki.... Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan padaku? Apa ada yang mengganggumu? Seorang gadis asing tiba-tiba muncul?"
Jantung Katrina seolah berhenti berdetak, bagaimana makhluk ini tahu bahwa Katrina sedang memikirkan gadis asing bermata biru itu.
"Kau... Kau ini apa?" Katrina mulai memberanikan diri.
"Aku adalah... Putri Poseidon"
Putri?? Bukankah Poseidon hanya memiliki putera? - Katrina.
"Bohong! Poseidon mempunyai putera!!" Bantah Katrina keras.
Makhluk aneh itu mencengkram leher Katrina kuat, ia memelototi wajah Katrina dengan kasar. Makhluk itu juga berteriak aneh, suara tangisannya membuat siapapun yang mendengarnya akan merasakan takut yang luar biasa.
"Hok! Lepaskan aku!!" Katrina meronta-ronta kesakitan.
"Hybrid kurang ajar! Beraninya membantah kata-kataku!"
"Aku... Aku baru di lautan ini, aku tidak tahu bahwa Poseidon memiliki anak lain" bela Katrina sambil terus berusaha bernafas.
Makhluk itu melepaskan cekikkannya pada leher Katrina. Ia mendengus kesal dan berenang memutari tubuh Hybrid itu.
"Apa para duyung bodoh itu tidak pernah menceritakan apapun tentangku padamu?"
"Tidak, tidak sama sekali"
"Baiklah... Akan aku maafkan kesalahanmu kali ini"
Apa-apa'an makhluk jelek ini?? - Katrina.
"Bisakah aku pergi?"
"Tidak ada jalan kembali sayang..."
"Apa?"
"Sekali masuk, kau akan menjadi bawahanku! Sebutkan setiap keinginan dan pertanyaan'mu maka akan aku penuhi"
"Aku tidak ingin menjadi bawahan siapapun!"
"Kikikiki... Hybrid pintar! Atau mungkin juga bodoh?"
"Sebenarnya siapa kau ini?"
"Aku adalah seorang putri dewa yang di buang, ayahku mengutukku menjadi seperti ini! Aku tak bisa keluar dari air yang di buat oleh ayahku ini"
"Putri dewa?? Tunggu! Jadi kau seorang dewa??" Katrina berenang mendekati makhluk seram itu.
"Kikikiki... Aku ini monster, bukan dewa! Meskipun ayah dan ibuku seorang dewa, tapi aku dilahirkan sebagai Monster"
Duyung ini gila!! - Katrina.
"Namaku... Kraken"
"Apa itu buku?? Kau berani mengatai putri dewa sebagai gurita??" Kraken menatap tajam pada Katrina.
"Ah! Bukan, bukan begitu maafkan aku..."
Katrina memperhatikan Kraken dengan jelas, ia tengah memikirkan sesuatu. Setidaknya jika ia tidak bisa bertemu dengan putra Poseidon mungkin Kraken bisa membantunya memecahkan masalah yang ia hadapi.
"Aku ingin bertanya banyak hal" ujar Katrina kemudian.
Kraken menatap Katrina dengan serius, ia tersenyum lebar, menampakan barisan gigi runcing yang mampu di gunakan untuk mengoyak makanan.
"Ikuti aku..."
"Hah?? Kemana?"
Kraken hanya melirik Katrina, ia berenang terlebih dahulu agar Katrina mengikutinya dari belakang.
Memangnya mau kemana? - Katrina.
Makhluk aneh itu membawa Katrina ke sebuah goa, goa bawah laut yang sangat gelap. Di dalam goa itu terdapat batuan karang yang telah mati, tulang ikan berserakan dimana-mana. Bahkan Katrina terkejut karena melihat banyaknya tengkorak manusia di dasar laut itu.
"Kenapa banyak tulang belulang disini??"
"Aku adalah makhluk terkutuk, aku akan mencari seseorang yang melewati lautan ini dengan nyali yang ciut. Begitu mereka termakan jebakan'ku, aku akan menarik mereka ke dasar laut"
"Lalu??"
"Mereka akan menjadi makananku! Kikikiki"
Ya Tuhan! Aku masuk ke sarang iblis... - Katrina.
(Jika kalian lupa! Di episode 2 Moa pernah bercerita pada Densha soal berita di TV yang mengabarkan bahwa ada kapal nelayan yang di temukan terapung tanpa awak kapal, itu adalah ulah Kraken bukan duyung)
Katrina terdiam, ia tidak ingin mengetahui banyak hal tentang Kraken, yang gadis itu inginkan hanyalah keluar dari tempat ini sesegera mungkin.
"Nah... Ini dia!"
Kraken menunjukkan sebuah bola permata, warnanya bak mutiara yang menyala-nyala di dalam kegelapan. Mata Katrina berbinar-binar melihat bola mutiara milik Kraken.
"Tunggu! Untuk apa ini?" Katrina menatap Kraken curiga.
"Berilah pertanyaan pada bola ini, maka aku akan melihat jawaban yang kau cari" bisik Kraken dengan suaranya yang mengerikan.
"Apa ini serius??"
Tanpa menjawab pertanyaan Katrina, Kraken tersenyum senang. Ia menyodorkan bola mutiara itu agar Katrina menggunakannya dengan baik.
Hahahahaa... Calon wadah yang pas - Kraken.
Perlahan Katrina memejamkan kedua matanya, gadis itu menyentuh bola mutiara dengan lembut. Ia mengucapkan seluruh pertanyaan yang ia miliki dari dalam hati.
Bola ajaib itu bercahaya, menampakan sinar yang begitu terang sampai-sampai Katrina harus menutup matanya dengan kedua tangan. Namun tidak untuk Kraken, makhluk itu malah membuka matanya lebar-lebar untuk menerima informasi dari bola mutiara tersebut.
"Apa jawabannya??" Katrina menurunkan kedua tangannya dari tempat sebelumnya.
"Tidak sabaran!!" Bentak Kraken kasar.
Cih!! - Katrina.
Kraken memejamkan kedua matanya, ia menyentuh bola mutiaranya dengan kedua tangan. Perlahan cahaya yang bersinar pada bola itu semakin memudar.
"Ada Hybrid lain..." Gumam Kraken lirih.
"Aku tahu itu!"
"Sssttt... Jangan menghentikan kalimatku!"
Kraken menyentuh bibir Katrina dengan satu jarinya yang di tumbuhi kuku super panjang.
"........" Katrina menelan ludah karena merasa takut.
"Masuk ke dalam air, keluar dari air, bermata biru... Oh... Astaga!" Kraken membuka matanya dan menatap Katrina dengan sengit.
"A... Apa? Ada apa??"
"Tanda kematian'mu sudah dekat! Kikikiki... Membunuh atau dibunuh??"
"Kau ini bicara apa?? Kenapa kalimat'mu susah untuk di mengerti?" Katrina mengernyitkan dahi tanda tak paham dengan setiap ramalan yang Kraken berikan.
"Kikikikiki... Gunakan kemampuan yang kau miliki segera mungkin, dia datang untuk hidup! Karena di tempat lain dia juga akan mati sama seperti dirimu kikikiki"
Entah kenapa dadaku terasa sakit... - Katrina.
"Kau tidak serius kan??"
"Kraken tak pernah berbohong! Jika kau membutuhkan bantuan'ku silahkan datang kapanpun" Kraken tersenyum lebar namun mengerikan.
".........."
Merasa takut, Katrina berenang menjauh dari tempat itu. Gadis itu berenang secepat mungkin untuk menjauhi sarang Kraken.
"Tidak! Aku tidak mungkin mati! Iblis itu berbohong! Sebenarnya apa hubunganku dengan gadis itu??"
Bersambung!
Halo, Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa Like, Love, Komentar, Follow, Favorit dan Rating ya?? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya 😘🙏