Are You A Mermaid?

Are You A Mermaid?
Olahraga




Matahari tidak terlihat pagi itu, awan mendung menyelimuti kota kecil di tepi laut. Terdengar langkah kaki yang tengah berlarian menuju ke suatu tempat, tempat untuk menimba ilmu di dunia.


"Sial, sial, sial! Bisa-bisa nya aku kesiangan!!" Densha berlari sekuat tenaga menuju gerbang sekolahnya.


"Oi!! Ayo Fuu cepatlah!!"


"Kenapa Densha terburu-buru?" Tanya Fuu yang ikut berlari mengejar Densha.


"Jangan banyak tanya! Ayo cepat!!"


"Okay, baik"


Gara-gara mendung aku pikir masih pagi, ternyata sudah jam tujuh!! Bodoh sekali! - Densha.


Densha dan Fuu datang tepat waktu, mereka tidak telat ke sekolah. Gerbang sekolah belum di tutup oleh penjaga saat itu. Nafas Densha tampak tidak beraturan, pria itu berkeringat karena lelah.


"Ayo!"


"Baik"


Dengan gugup Fuu menggandeng tangan Densha, gadis itu menyentuh tangan Densha terlebih dahulu. Fuu takut karena sudah lama sekali ia tidak datang ke sekolah.


"Kenapa?"


"Apa?"


"Tanganmu ini??" Densha menatap tangannya sendiri yang di gandeng erat oleh Fuu.


"Fuu takut!"


"Takut???"


"Sudah lama Fuu tidak datang ke sekolah, Fuu jadi gugup"


"Tenanglah.. tidak akan terjadi apa-apa"


Sebenarnya Fuu tidak suka sekolah.. - Fuu.


"Mmm.."


"Baiklah! Pegang tanganku sesukamu!"


"Eh?? Boleh?"


"Ya"


"Kemanapun? Boleh?"


Kemanapun?? - Densha, wajah pria itu bersemu merah.


"Tidak! Jangan kemanapun! Hanya saat kau gugup saja" ucap Densha dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Okay, baik"


"Mmm.. hari ini ada pelajaran olahraga, apa kau tahu itu??"


"Apa itu olahraga??"


"Ehm, sejenis pelatihan kebugaran tubuh"


"Fuu tidak mengerti!"


"Hari ini kau pura-pura sakit saja, karena...."


"HEI DENSHA?!" teriak Moa sambil melambaikan tangan ke arah mereka, panggilan Moa membuat Densha tidak bisa meneruskan kata-katanya. Moa berlari mendekati mereka yang hampir saja tiba di depan pintu kelas.


"Ada apa?!"


"Tidak ada apa-apa sih! Aku hanya menyapa" ucap Moa cengar-cengir.


"Moa, kemarin Fuu melihat Moa"


"Eh? Benarkah? Dimana?"


"Pagi itu Fuu me..." Belum sempat Fuu bicara, dengan sigap Densha menutup mulut Fuu dengan kedua tangannya.


"Haha, jangan dengarkan dia. Aku hanya menunjukkan fotomu di ponselku" jelas Densha.


"Ah! Kau melihatku di ponsel Densha?"


Densha menatap Fuu, mata Densha berkedip dengan cepat berulang-ulang. Ia berusaha menyuruh Fuu untuk berbohong, perlahan ia melepas kedua tangannya dari mulut Fuu.


"Apa mata Densha sakit??"


Ck! Sial!! - Densha menepuk jidatnya kencang.


"Eh? Kau sakit mata bro??"


"Tidak! Mataku normal"


"Tapi.. kenapa Densha berkedip dengan cepat ke arah Fuu??"


"Berkedip??" Tanya Moa.


"Iya, baru saja Densha seperti ini" Fuu meniru gerakan Densha dan menunjukkannya pada Moa.


"Dasar bodoh!" Densha menjitak kepala Fuu pelan, dan meninggalkannya bersama Moa.


"Sakit!" Gumam Fuu pelan.


"Hahaha, dia berusaha menyuruhmu berbohong! Itu kode Fuu"


"Kode? Apa itu?"


Astaga! Aku lupa dengan siapa aku bicara? - Moa.


"Haha, lupakan saja! Katanya kau melihatku? Dimana?"


"Fuu dan Densha melihat Moa dan Mod di kedai Es krim"


"Hah?! Kau melihatnya??"


"Uhm" Fuu menganggukkan kepala pelan.


"Cih! Sial!! Apa kalian mengikuti aku?"


"Tidak, Densha bilang Moa sedang melakukan pendekatan jadi Densha melarang Fuu untuk mengganggu"


"Densha bilang begitu?"


"Iya, apa Moa mencintai Mod?"


"Hei!! Kenapa kau bertanya seperti itu?!" Wajah Moa memerah karena malu.


"Densha bilang bahwa Moa mencintai Mod"


"Dasar mulut ember itu?!" Gerutu Moa kesal memaki Densha.


"Hehe, wajah Moa memerah loh!"


"Apa?! Tidak kok"


"Jadi benar ya? Moa mencintai Mod?"


"Ehm.. ya.. begitulah"


"Semoga berhasil Moa!" Ucap Fuu lalu tersenyum tulus ke arah Moa.


"Ah! I.. i.. iya. Terima kasih"


"Fuu ingin membantu, tapi Densha melarang Fuu"


"Ya.. aku juga tidak memerlukan bantuan mu!"


"Kejam!" Sindir Fuu ketus.


"Haha, bercanda kok!"


"Fuu iri dengan Moa"


"Kenapa?"


"Fuu ingin sekali merasakan cinta, Fuu ingin mencintai Densha"


"Eh?? Bukankah kau sudah mencintainya"


"Fuu menyukai Densha. Apa itu bisa di sebut cinta?"


"Aku tidak tahu, karena aku sendiri baru merasakannya"


"....."


"Tapi, jika kau rasa sukamu sampai ingin melindunginya. Itu bisa di sebut dengan cinta"


"Melindungi??"


"Iya, seperti melindunginya dari sesuatu yang mengancam mungkin"


"Uhm.. begitu ya?"


"Iya! Ayo ke kelas" Moa menarik tas Fuu dan menyeret gadis itu memasuki ruang kelas.


"Kenapa menarik tas Fuu? Kan bisa menggandeng Fuu?" Fuu meronta agar Moa melepaskan tangannya.


"Cih! Aku tidak mau ambil resiko dengan kemarahan Densha tau!" Sindir Moa.


"....." Fuu tidak menjawab Moa, ia hanya mengikuti langkah kaki Moa sampai ke tempat duduknya.


Teng!


Teng!


Teng!


Teng!


Bel sekolah berbunyi, seluruh siswa memasuki ruang kelas masing-masing, saat ini kelas Densha dan kelas Mod memiliki jam pelajaran yang sama yaitu olahraga. Karena guru olahraga yang lain tidak dapat hadir, kelas mereka di gabungkan untuk pemberian materi dan praktek.


"Ayo Moa!" Ajak Densha, ke ruang ganti untuk mengganti seragam mereka dengan kaos olahraga.


"Oke, apa Fuu tidak ikut?"


"Ehm, aku berencana membiarkan dia di kelas"


"Kenapa? Ajak saja!" Pinta Moa.


"Fuu, kau mau ikut atau tetap disini?"


"Fuu ingin ikut! Fuu ingin tahu apa itu olahraga?!" Ucap Fuu antusias.


"Baiklah! Ayo ikut kami" ujar Moa dan tersenyum.


.


.


.


.


.


"Astaga! Hei! Kenapa ada anak perempuan di sini?!"


"Hei, Moa siapa itu di belakangmu?!"


"Apa kalian sudah gila?? Membawa siswi perempuan ke tempat ini?"


Ruang ganti pakaian ramai sekali dengan teriakan para siswa pria yang terkejut dengan kehadiran Fuu.


"Ya Tuhan! Fuu kenapa kau ikut masuk?" Densha membawa Fuu keluar dari ruangan.


"Fuu juga ingin ganti baju"


"Kau ganti di ruang sebelah! Itu ruang untuk anak perempuan" Densha menunjuk ke arah ruangan yang di maksud.


"Ah! Apa Densha akan menemani Fuu?"


"Itu tidak mungkin! Aku bisa di hajar habis-habisan jika memasuki ruangan itu!"


"Fuu takut"


"Mmm.. sebentar!" Densha mencari seseorang yang ia kenal untuk menemani Fuu.


"Oi! Lil.. kemari!" Panggil Densha pada gadis bernama Lil.


"Ada apa?"


"Begini, apa kau bisa menemani Fuu di ruang ganti? Kau juga akan ganti kan?"


"Ya, aku juga akan ganti sih?!"


Densha melirik ke arah Fuu, gadis itu juga menatap ke arah Densha lalu tersenyum.


"Sana! Pergi sama Lil"


"Okay, baik" ucap Fuu senang.


"Ayo Fuu! Aku belum pernah bicara denganmu sebelumnya Hehe"


"Sepertinya Lil orang baik ya?"


"Apa?! Tidak begitu kok" wajah Lil merona merah mendengar kata-kata Fuu.


Memasuki ruang ganti wanita, banyak sekali gadis yang memandang Fuu salah satunya adalah Katrina. Ia memandang Fuu dengan buruk, entah kenapa gadis itu jadi berubah drastis.


Jadi dia ikut jam olahraga?? - Katrina.


"Hei Fuu" sapa Mod yang sudah berganti pakaian.


"Mod? Mod juga ikut olahraga?"


"Tentu saja! Aku senang kau juga ikut"


"Iya, Fuu ingin tahu! Apa itu olahraga? Jadi Fuu ikut"


"Begitu ya? Ayo cepat ganti! Aku akan menunggumu"


"Okay, baik" Fuu melepas pakaiannya satu per satu.


"Astaga! Fuu, bukan disini! Kau harus menggantinya di kamar ganti!" Lil dengan cepat menarik tubuh Fuu ke kamar ganti.


"Eh??"


Lil menutup kamar ganti dan menguncinya, di dalam kamar itu hanya ada dia dan Fuu. Wajah Lil memerah melihat tingkah Fuu.


"Lil kenapa?"


"Kalau ingin berganti pakaian harus disini"


"Harus disini? Di dalam ruangan ada ruangan? Fuu bingung"


"Sudahlah! Cepat ganti pakaianmu disini! Aku juga akan mengganti pakaianku"


"Okay, baik"


"Fuu.. apa kau dan Densha berpacaran?"


"Menjalin hubungan cinta"


"Fuu tidak mengerti tentang cinta. Hehe"


"Lalu, kenapa kau sedekat itu dengan Densha?"


"Dekat??"


"Iya, apa kalian bersaudara?"


"Tidak, Fuu dan Densha satu rumah"


"Apa?! Kalian tinggal bersama?" Lil terkejut dengan jawaban Fuu.


"Uhm" Fuu menganggukan kepala.


"Apa kalian berdua sudah melakukannya?"


"Melakukan apa?"


"Ah tidak! Tidak!" Wajah Lil merona merah lagi. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lil kenapa?"


"Ah! Tidak kok, hehe"


Tok!


Tok!


Tok!


"Hei, kalian yang di dalam sudah belum! Lama sekali"


"Iya! Maaf.. kami sudah selesai kok" jawab Lil dan membukakan pintunya.


"Eh? Lil??"


"Pil??" Lil menatap kembarannya.


"Siapa di belakangmu?"


"Oh, ini Fuu.. aku disuruh Densha untuk menemaninya"


Pil menatap Fuu dengan tajam, ia memperhatikan Fuu dari atas hingga bawah.


"Wah! Wajah kalian sama!" Fuu mendekatkan wajahnya ke arah Lil dan Pil secara bergantian.


"His! Jangan dekat-dekat!" Pil mendorong Fuu dengan keras, membuat gadis itu hampir jatuh. Namun Lil menangkapnya.


"Eh? Kenapa? Fuu hanya kagum"


"Aku tidak ingin di dekati perempuan murah sepertimu!" Sindir Pil ketus.


"Murah??"


"Hei Pil, jaga bicaramu!" Bentak Lil.


"Kenapa? Kau membelanya??"


"Fuu orang baik"


"Baik darimana?? Siapapun yang mendekati Densha tidak baik untukku"


"Cih! Gadis gila! Ayo Fuu kita pergi" Lil menarik tangan Fuu, membawa gadis cantik itu menjauhi kembarannya.


"Kenapa wajah kalian sama?"


"Kami kembar"


"Kembar??"


"Iya, di dalam satu kelahiran lahir dua orang anak. Itu kembar, jadi wajah kami mirip"


"Wahh.. keren" puji Fuu senang.


(Tata cara melakukan pendekatan terhadap seorang gadis menurut buku)



Beri kesan manis!



Mod menunggu Fuu di luar ruang ganti, gadis itu hanya berdiri di depan pintu dan bersandar di dinding.


Lama sekali.. - Mod.


Klap!


Pintu ruang ganti pria terbuka, Moa berdiri di sana. Ia sedikit terkejut karena melihat Mod juga berdiri di depan pintu.


Yosh!! Ini kesempatanku! Tapi apa maksudnya dengan memberi kesan manis? - Moa.


"Moa? Dimana Densha?"


"Masih di dalam" Moa mendekati Mod dan berdiri di sampingnya, ia membuat wajahnya agar terlihat manis.


"Kenapa dengan wajahmu? Salah bantal??"


"Tidak!" Moa masih mempertahankan posisi wajahnya yang sok keren.


"Jangan begitu! Kau semakin terlihat aneh!"


"Aneh?? Apa aku tidak terlihat manis?"


"Manis?? Kau terlihat buruk!"


Hahhh.. tidak berhasil - Moa.


"Sekarang kenapa lagi? Kenapa kau murung?"


"Tidak apa-apa! Jika Densha keluar, katakan aku sudah pergi duluan ya?"


"Oke"


Ada apa dengan Moa?? - Mod.


"Eh? Mod?? Apa kau lihat Moa?" Tanya Densha.


"Katanya pergi duluan!"


"Kau menunggu siapa?"


"Aku menunggu Fuu, kau susul saja Moa"


"Ah! Baiklah!! Titip Fuu ya?"


"Oke"


Praktikum olahraga kali ini adalah renang, semua siswa berkumpul di kolam renang belakang sekolah, mereka berkumpul di pinggir kolam renang. Ada yang duduk ada yang berdiri, ada juga yang sedang melakukan pemanasan.


Sesampainya di kolam renang belakang sekolah.


"Wahh ramai sekali!" Ucap Mod sambil merenggangkan tubuhnya.


"Disini ada laut mini?"


"Hahaha, kau ini lucu. Mana ada laut mini?" Lil merangkul bahu Fuu pelan.


"Eh? Lalu itu apa?" Fuu menunjuk ke arah kolam renang yang luas.


"Itu kolam renang!"


"Kolam??"


"Yah.. hari ini kita akan test renang!"


"Uhm" wajah Fuu nampak murung.


Astaga! Aku baru ingat! Renang ya? Apa Fuu akan baik-baik saja?? - Mod melirik ke arah Fuu.


"Ah! Kalau kau tidak ikut tidak apa-apa Fuu, aku akan mengijinkan mu pada guru"


"....." Fuu hanya menatap Mod dengan pandangan kosong.


"Ayo ikut aku!"


"Kemana Mod?"


"Sebaiknya kita jangan dekat-dekat dengan air. Ya kan??"


"Uhm.."


"Itu Densha! Hai!!" Mod melambaikan tangan ke arah sebrang kolam renang, disana ada Densha dan Moa juga sekumpulan anak laki-laki lain. Densha melambaikan tangan juga ke arah Mod.


"Apa kita akan ke Densha??"


"Tentu tidak! Disana bagian anak laki-laki, kita harus tetap di bagian anak perempuan. Ini peraturan dari guru kita"


"Okay, baik"


Dari kejauhan, tatapan tidak menyenangkan sedang memperhatikan Fuu dan Mod.


"Ck! Lihat saja nanti! Akan aku buat kau di permalukan disini!"


"Eh! Katrina kau sedang bicara dengan siapa?" Tegur Pil di samping Katrina.


"Ah tidak! Bukan apa-apa!"


Akan aku bongkar identitas mu disini! - Katrina.


Priittt..


Ppriiittt..


Pppriitt...


Suara peluit yang nyaring membuyarkan kerumunan siswa siswi yang tengah berkumpul.


"Ayo! Semuanya buat barisan di tepi kolam renang! Siswa laki-laki di tepi kanan dan siswa perempuan di tepi kiri! Cepat!!"


"Baik pak!!" Serempak seluruh siswa menjawab perintah sang guru.


"Sini Fuu! Di sebelahku saja! Tapi agak ke belakang ya?? Biar aku yang di depan" perintah Mod.


"Okay, baik" Fuu berbaris di samping Mod namun gadis itu berdiri satu langkah di belakang Mod.


"Eh! Katrina mau kemana kau??"


"Aku mau berdiri di sebelah sana!"


"Di sebelah anak baru itu? Kenapa?"


"Ada yg ingin aku bicarakan dengannya Pil"


"Ah! Baiklah.."


Katrina berjalan mendekati Fuu dan Mod, gadis berkulit sawo matang itu kini berdiri tepat di samping Fuu. Ia tersenyum kepada Fuu, karena merasa curiga Fuu sedikit mendekat ke arah Mod.


"Sekarang dengarkan bapak baik-baik..." Guru olahraga tengah memberi instruksi kepada seluruh siswa yang ada disana.


"Hai Fuu!" Sapa Katrina pelan.


"....." Fuu menatap Katrina tanpa bicara apapun, sedangkan Mod fokus melihat guru mereka yang tengah memberi instruksi, ia tidak menyadari keberadaan Katrina di samping Fuu.


"Apa kau membenciku?"


"Kenapa Katrina berkata begitu?"


"Karena kau sudah tidak pernah bicara denganku"


"......."


"Benar ya? Kau membenciku? Aku ingin baikan denganmu"


"Baikan??"


"Ya, aku ingin kita berteman seperti dulu"


"Fuu juga menginginkan hal yang sama, tapi bagaimana dengan perasaan Katrina pada Densha?"


"Aku masih menyukainya. Kenapa kau tidak menjauh! Apa aku terlalu lunak padamu?"


"Fuu tidak mengerti Katrina sedang berbicara apa"


"Cih! Kau masih belum beradaptasi dengan baik ya?"


"Densha sudah tau identitas Fuu, jadi Katrina tidak perlu mengancam Fuu lagi" kata Fuu tegas.


Apa?! Kapan Densha tahu?? Sial.. bisa-bisanya aku kecolongan begini!! - Katrina.


"Begitu ya? Jadi Densha sudah tahu?"


"Uhm.." Fuu menganggukan kepala pelan.


"Tapi mereka semua yang ada di sini belum tahu kan?" Katrina mengedarkan pandangan, menatap semua siswa siswi yang ada di tempat ini.


Mata Fuu membulat, ia terkejut dengan kalimat Katrina, tangan Fuu sedikit gemetar karena takut.


"Hahaha, aku hanya bercanda! Jika aku bicara tanpa bukti mereka pasti tidak percaya. Jadi kau tenang saja!"


"......"


"Jangan diam saja! Aku minta maaf ya??"


"Maaf???"


"Aku minta maaf untuk semuanya, semua yang sudah aku lakukan padamu!"


"Apa Katrina bersungguh-sungguh?"


"Tentu saja!" Ucap Katrina dan tersenyum senang.


Fuu tidak bisa membedakan mana yang bohong dan jujur.. - Fuu.


"Jadi, apa kau mau memaafkan aku?" Katrina mengulurkan tangannya.


"Fuu sudah melupakan kejadian waktu itu" Fuu tidak menerima uluran tangan Katrina.


"Kalau begitu aku minta maaf lagi? Tolong jabat tanganku"


"Minta maaf untuk apa??" Fuu meraih tangan Katrina untuk bersalaman.


"Maaf untuk ini!"


Wajah riang Katrina berubah menjadi sinis, dengan cepat ia menarik tangan Fuu dan mendorong gadis itu ke dalam kolam renang.


BBYUURRR!!!


Dengan begini ada bukti bahwa kau seorang duyung!! - Katrina.


Bersambung!!


Jika kalian menyukai Novel ini! Mohon dukungannya untuk Like ❤️, Komentar 👇 dan Vote. Beri rating juga ya? Dukungan kalian sangat berarti bagi saya! Terima kasih.. 😉😘